Pria telat berkeluarga mungkin memiliki anak laki-laki 'jenius'

  
|  
|   
|   
|   |    |

   |

  |
|  
|    |  
Pria telat berkeluarga mungkin memiliki anak laki-laki 'jenius' - B...
 Sebuah penelitian mengungkapkan para pria yang menunda dalam memiliki anak 
nantinya lebih cenderung mempunyai an...  |   |

  |

  |

 
   
   - 1 jam lalu
   
Tautan eksternal dan akan terbuka di layar baru   
   - Bagikan artikel ini dengan Facebook
    
   - Bagikan artikel ini dengan Twitter
    
   - Bagikan artikel ini dengan Messenger
    
   - Bagikan artikel ini dengan Email
    
   - Kirim
Hak atas fotoGETTY IMAGESImage captionIlustrasi anak jenius tengan memegang 
kue.Sebuah penelitian mengungkapkan, para pria yang menunda memiliki anak 
nantinya lebih cenderung mempunyai anak laki-laki yang 'jenius'.Anak-anak itu 
lebih pintar, lebih fokus namun kurang peduli dengan hubungan sesama -menurut 
'Geek Index'- yang dibuat oleh King's College London.Usia sang ibu sendiri 
tidak berdampak, dan sepertinya anak perempuan lebih kebal.   
   - Mengapa Anda tidak menginginkan anak Anda jenius?
   - Autisme terjadi sebelum kelahiran
   - Hormon ibu 'prediksi' nilai matematika anak
Seorang ilmuwan mengatakan kecenderungan menunda momongan, mungkin bisa 
diartikan kita sedang menuju 'masyarakat jenius' yang mampu memecahkan berbagai 
masalah di dunia.Temuan ini merupakan kabar baik yang jarang terdengar dalam 
ilmu pengetahuan terkait para pria yang terlambat memiliki anak.Berbagai 
penelitian yang dilakukan berulang kali sebelum ini menunjukkan bahwa sperma 
yang dihasilkan pria-pria tua lebih rentan terhadap kesalahan genetik dan 
anak-anaknya lebih cenderung terkena autisme dan skizofrenia atau gangguan 
mental kronis.Para periset melihat hasil tes dari 15.000 anak kembar yang 
mengambil bagian dalam sebuah penelitian besar yang melacak perkembangan 
mereka.Tim kemudian menciptakan Geek Index dengan menyusun ciri-ciri 'anak 
jenius' pada pasangan kembar, saat mereka berusia 12 tahun, dengan melihat:   
   - IQ non-verbal.
   - Kemampuan untuk fokus pada suatu subjek.
   - Perilaku sosial.
Secara mengejutkan, anak-anak ini memiliki nilai 'kejeniusan' tinggi, lebih 
berprestasi di sekolah -terutama di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, teknik 
dan matematika.Penjelasan yang mungkin relevan antara lain:   
   - Butuh waktu lama bagi para ayah jenius untuk bisa berkeluarga dan 
meneruskan sifat jenius kepada anak-anak mereka
   - Para pria yang berumur sudah memiliki rencana matang (karena pekerjaan 
mapan serta penghasilan besar yang membuatnya mampu menyekolahkan anak atau 
sudah mendapat pengalaman terkait anak-anak sebelumnya) yang mendorong 
sifat-sifat jenius.
   - Mutasi baru pada sperma yang mempengaruhi perkembangan
Dr Magdalena Janecka, dari King's College London, mengatakan kepada BBC News: 
"Usia ayah seharusnya tidak menjadi fokus utama ketika kita memikirkan risiko, 
para keluarga seharusnya tidak mengambil keputusan mereka untuk berkeluarga 
berdasarkan temuan ini."
Tanpa penjelasan perbedaan gender
Bisa jadi karena Geek Index tidak menemukan perbedaan antara anak laki-laki dan 
perempuan, kata para ilmuwan, atau bisa juga perbedaan cara berkembang otak 
anak laki-laki dan anak perempuan.Prof Allan Pacey, dari University of 
Sheffield, mengatakan, "Meskipun mungkin keren menjadi seseorang yang jenius, 
tapi saya tidak akan merekomendasikan para calon orang tua menunda rencana 
mereka untuk memulai sebuah keluarga, khususnya meningkatkan kemungkinan 
memiliki anak berkualitas jenius."Bahaya menjadi orang tua di usia yang tak 
muda lagi sudah dijelaskan dengan baik, seperti peningkatan risiko 
infertilitas, keguguran, atau mengandung anak yang mengidap berbagai 
gangguan."Namun, saya menemukan gagasan tentang 'gen jenius' yang cukup 
menarik, dan, mengingat kecenderungan terbaru untuk menunda momongan, mungkin 
kita ditakdirkan untuk menjadi masyarakat jenius di masa depan yang akan 
membantu kita menyelesaikan berbagai masalah di dunia."Tim peneliti juga yakin 
bahwa beberapa ciri genetik yang diwariskan dari ayah yang sudah berumur dapat 
mempengaruhi tingkat kejeniusan dan autisme.Dr Janecka berkata: "Ketika anak 
itu lahir hanya dengan beberapa gen tersebut, kemungkinan besar mereka akan 
berhasil di sekolah.""Namun, dengan 'dosis' gen yang lebih tinggi, dan bila ada 
faktor risiko lain yang berkontribusi, mereka mungkin berakhir dengan 
predisposisi autisme yang lebih tinggi."

Kirim email ke