Bila Saja Dana Sembako Jokowi untuk Beasiswa

Penulis Ridwan Umar -22 Juni 2017

Di hari ulang tahunnnya yang ke-56 tahun, Jokowi dan istri bagi-bagi sembako di 
Bogor.Nusantara, JAKARTA – Bertepatan hari ulang tahunnya yang ke-56, Presiden 
Jokowi membagi-bagikan 3.000 paket sembilan bahan pokok (sembako) kepada warga 
di Kampung Ciawi, Harjasari, Bogor, Jawa Barat, Rabu (21/6/2017)
Di tengah warga, Jokowi tampak menikmati suasana bagi-bagi sembako tersebut. Ia 
turut membagikan sembako dan menyalami satu persatu warga yang menerima.Pujian 
dan ucapan selamat pun mengalir dari warga yang penerima sembako. “Terima kasih 
Pak Jokowi. Semoga, bapak tetap sehat dan dilindungi Allah dalam memimpin 
negara ini,” ujar seorang ibu disambut senyum Jokowi.Tak sampai d isitu, Jokowi 
pun melanjutkan acara bagi-bagi sembako ke daerah lain di Bogor, Jawa 
Barat.Selama menjadi Presiden, Jokowi memang kerap membagi-bagikan hadiah. 
Dalam sejumlah kunjungan kerjanya di daerah, Jokowi sering bagi-bagi hadiah 
berupa sepeda kepada siswa sekolah atau santri. Biasanya, sebelum bagi hadiah, 
Jokowi menggelar kuis dan bagi siswa atau santri yang bisa menjawab, maka 
langsung diberi hadiah sepeda.Namun, bila saja kebiasaan bagi-bagi hadiah, 
seperti sembako dan sepeda itu dialihkan untuk membiayai pendidikan anak-anak 
cerdas yang kurang mampu, mungkin akan jauh lebih bermanfaat.Sebab, hadiah yang 
dibagikan itu bisa jadi nilainya tidak sedikit. Misalnya sembako yang umumnya 
dibagi harganya Rp200.000 jika dikali 3.000, maka nilainya mencapai 
Rp600.000.000. Apalagi, jika paket sembako itu hadiah dari seorang presiden, 
bisa jadi isi paketnya jauh lebih mahal.Namun, semahal apapun sembako itu hanya 
bisa dinikmati si penerima maksimal sepekan. Artinya, sembako itu hanya untuk 
memenuhi kebutuhan sesaat warga.Dan, bagi-bagi sembako keuntungan hanya sebatas 
pencitraan layaknya pentas para calon kepala daerah pada gelaran pemilihan 
kepala daerah (pilkada). Padahal, di negeri ini masih banyak anak cerdas tidak 
mampu yang membutuhkan bantuan dana.Di era rezim Soeharto, pernah ada program 
beasiswa. Seperti beasiswa Supersemar yang dikhususkan bagi mahasiwa kurang 
mampu yang berprestasi. Ribuan mahasiswa penerima Supersemar yang tersebar di 
perguruan tinggi ternama di Tanah Air sangat terbantu. Karena bisa mendapatkan 
bantuan dana hingga Rp10 juta per tahun.Begitupun di era Soekarno, banyak 
pemuda cerdas yang dibiayai pendidikannya dan akhirnya bisa mengabdikan diri 
untuk kemajuan bangsa dan negara ini, di antaranya, mantan Presiden BJ. 
Habibie.Bila saja, dana sembako yang dibagikan Jokowi di Bogor itu dialihkan 
untuk beasiswa bagi penerima Supersemar, maka dengan Rp600 juta bisa membantu 
biaya sekolah 60 mahasiswa berprestasi. Bukan mustahil, akan lahir pemimpin 
masa depan yang cerdas untuk membawa negeri ini berdiri sejajar dengan negara 
lain yang sudah maju. []

Kirim email ke