http://nasional.kompas.com/read/2017/06/27/13092741/wacana.demokrat.usung.ahy.sebagai.
capres.dinilai.terlalu.dipaksakan
Wacana Demokrat Usung AHY sebagai
Capres Dinilai Terlalu Dipaksakan
Fachri Fachrudin
Kompas.com - 27/06/2017, 13:09 WIB
<javascript:void(0);>
<javascript:void(0);>
<javascript:void(0);>
Agus Harimurti Yudhoyono usai mencoblos di TPS 6 RT 3/RW 3, Jalan
Cibeber I, Kelurahan Rawa Barat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu
(19/4/2017).(KOMPAS.com/Kristian Erdianto)
*JAKARTA, KOMPAS.com -* Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia, Ray
Rangkuti, menyarankan agar Partai Demokrat tak memaksakan mengusung
calon presiden yang belum memenuhi sejumlah kriteria penilaian.
Hal ini disampaikan Ray menanggapi kemungkinan Demokrat mengusung Agus
Harimurti Yudhoyono
<http://indeks.kompas.com/tag/Agus-Harimurti-Yudhoyono> ( AHY
<http://indeks.kompas.com/tag/AHY>) pada Pilpres 2019.
Sebaliknya, menurut Ray, Demokrat harusnya melakukan perhitungan kembali
dengan memerhatikan segala aspek potensial diri yang dimiliki seorang
calon presiden.
"Sebaiknya dipikirkan dengan matang, penuh perhitungan dan dengan target
yang dapat dijelaskan. Sebab, dari aspek popularitas dan elektabilitas (
AHY <http://indeks.kompas.com/tag/AHY>) masih jauh dari yang
diharapkan," kata Ray, Selasa (27/6/2017).
(baca: Langkah Demokrat Siapkan Agus Yudhoyono sebagai Capres 2019
<http://nasional.kompas.com/read/2017/05/09/09135391/langkah.demokrat.siapkan.agus.yudhoyono.sebagai.capres.2019>)
Menurut Ray, saat ini ada dua nama yang mencuat dalam bursa capres 2019,
yakni Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto.
Jika ditinjau dari aspek popularitas, Jokowi dan Prabowo jauh lebih
populer dari AHY <http://indeks.kompas.com/tag/AHY>.
(baca: Survei 'Kompas': Elektabilitas Jokowi 41,6 Persen, Prabowo 22,1
persen
<http://nasional.kompas.com/read/2017/05/29/14431471/survei.kompas.elektabilitas.jokowi.41.6.persen.prabowo.22.1.persen>)
Oleh karena itu, menurut Ray, akan menjadi tantangan berat bagi Demokrat
jika tetap memaksakan diri mengusung AHY
<http://indeks.kompas.com/tag/AHY> di Pilpres 2019.
"Berkaca dari pengalaman Pilkada DKI bahkan capaian AHY
<http://indeks.kompas.com/tag/AHY> tidak sesuai harapan. Dari fakta ini,
berharap bahwa AHY <http://indeks.kompas.com/tag/AHY> akan dapat menjadi
pesaing bagi calon-calon mapan lainnya, sepertinya adalah harapan yang
terlalu dipaksakan," kata Ray.
Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Pembina Demokrat Agus Hermanto menuturkan,
Pencalonan AHY <http://indeks.kompas.com/tag/AHY> merupakan aspirasi
masyarakat luas, khususnya kader Demokrat.
"Kader-kader di bawah di 2019 menginginkannya, Mas Agus ( AHY
<http://indeks.kompas.com/tag/AHY>) menjadi /next/ di negara Republik
Indonesia yang kita cintai ini," kata Agus, di Kompleks Parlemen,
Senayan, Jakarta, Kamis.
Agus mengaku, partainya belum memastikan apakah AHY
<http://indeks.kompas.com/tag/AHY> diproyeksikan sebagai calon presiden
atau calon wakil presiden.
(baca: AHY Jawab Wacana Dirinya Maju sebagai Capres 2019
<http://nasional.kompas.com/read/2017/06/22/20551241/ahy.jawab.wacana.dirinya.maju.sebagai.capres.2019>)
Namun, ia menegaskan, Rakernas Demokrat beberapa waktu lalu memutuskan
bahwa Demokrat akan mengusung kadernya baik sebagai capres maupun cawapres.
"Apakah Demokrat mengusung presiden dan wakil presiden, apakah presiden
saja harus berkoalisi, itu kita lihat dalam hasil penggodokan UU
Pemilu," kata Wakil Ketua DPR RI itu.
Demokrat tengah mendorong agar ambang batas pencalonan presiden
dihapuskan atau nol persen. Dengan demikian, setiap parpol bisa
mengusung pasangan capres-cawapres tanpa koalisi.
<javascript:void(0);>
<javascript:void(0);>
<javascript:void(0);>
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
* Jelang Pemilu 2019
<http://indeks.kompas.com/topik-pilihan/list/4690/jelang.pemilu.2019>
PenulisFachri Fachrudin
EditorSandro Gatra