https://nasional.tempo.co/read/news/2017/06/26/078887397/polemik-ruu-pemilu-ini-permintaan-
fadli-zon-buat-jokowi
Polemik RUU Pemilu, Ini Permintaan
Fadli Zon buat Jokowi
Senin, 26 Juni 2017 | 17:31 WIB
* share facebook <javascript:void(0)>
* share twitter <javascript:void(0)>
* share google+ <javascript:void(0)>
* share pinterest <javascript:void(0)>
Polemik RUU Pemilu, Ini Permintaan Fadli Zon buat Jokowi
Wakil Ketua DPR, Fadli Zon, saat menghadiri acara open house di rumah
dinas Ketua DPR, Setya Novanto, Jalan Widya Chandra III, Jakarta. 25
Juni 2017. TEMPO/Ahmad Faiz
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon
menyarankan Presiden Joko Widodo berinisiatif mengumpulkan para ketua
umum partai politik untuk bersama membahas kelanjutan Rancangan
Undang-Undang tentang Pemilihan Umum. Pasalnya, pembahasan RUU Pemilu di
antara fraksi-fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat kini mentok, tanpa
kesepakatan.
Menurut Wakil Ketua DPR ini, Lebaran adalah momen yang tepat untuk para
ketua umum dan presiden duduk bersama dalam satu forum. "Harus ada
inisiatif, misalnya datang dari presiden. Apalagi ini di bulan yang baik
untuk silaturahim, halal bihalal-lah formatnya," katanya di acara open
house di rumah dinas Ketua DPR Setya Novanto di Jalan Widya Chandra III,
Jakarta, Ahad, 25 Juni 2017.
*Baca: Penjelasan Kapolri: Mengapa Polisi Dianggap Kafir
<https://nasional.tempo.co/read/news/2017/06/25/078887276/penjelasan-kapolri-mengapa-polisi-dianggap-kafir>*
Fadli menilai pertemuan antar ketua umum partai politik ini potensial
memecahkan kebuntuan karena bisa membuka diskusi yang lebih terbuka
terkait kepentingan nasional. Bila para pimpinan partai bertemu, kata
dia, maka pembahasan RUU Pemilu akan lebih efektif. "Karena para ketua
umum ini kan penentu keputusan. Sedangkan fraksi di DPR hanya
perpanjangan parpol," ujarnya.
Menurut Fadli, ada beberapa isu krusial seperti RUU Pemilu yang memang
layak dibicarakan bersama presiden. Terlebih rapat Badan Musyawarah,
kata Fadli, telah memerintahkan agar DPR berkonsultasi dengan presiden
terkait beberapa isu, salah satunya seperti RUU Pemilu.
*Baca: Alasan Prabowo Kemungkinan Temui Presiden Jokowi saat Lebaran
<https://nasional.tempo.co/read/news/2017/06/25/078887267/alasan-prabowo-kemungkinan-temui-presiden-jokowi-saat-lebaran>*
Meski begitu, Fadli mengakui gagasan pertemuan antar ketua partai ini
belum dia sampaikan pada atasannya: Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo
Subianto. Tapi ia yakin Prabowo akan setuju bila sudah membicarakan
hal-hal terkait kepentingan nasional.
Sampai hari ini, pembahasan RUU Pemilu masih alot. Pasal mengenai jumlah
minimal dukungan partai untuk kandidat presiden (Presidential Threshold)
masih diwarnai perbedaan tajam. Partai Golkar bersama Partai Demokrasi
Indonesia Perjuangan, Partai NasDem, dan pemerintah menginginkannya
presidential threshold di angka 20-25 persen dari total suara pemilu.
Sementara beberapa partai seperti Demokrat dan Partai Gerindra ingin
angka threshold itu 0 persen saja. Ini sesuai dengan keputusan Mahkamah
Konstitusi ketika memutuskan penyelenggaraan pemilu Presiden dan pemilu
Legislatif bersamaan pada 2014 lalu.
*AHMAD FAIZ*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*