http://www.antaranews.com/berita/638064/xi-tidak-ada-toleransi-bagi-yang-menantang-china
*Xi: tidak ada toleransi bagi yang menantang China*
Sabtu, 1 Juli 2017 11:11 WIB | 1.081 Views
Xi: tidak ada toleransi bagi yang menantang China
Presiden Tiongkok Xi Jinping (REUTERS/Jason Lee )
Hong Kong (ANTARA News) - Presiden China Xi Jinping di Hong Kong, Sabtu,
secara tegas mengingatkan bahwa Beijing tidak akan memberikan toleransi
terhadap setiap tantangan yang dihadapi pemerintahnya.
Peringatan tersebut disampaikan oleh Xi saat mengambil sumpah pemimpin
Hong Kong perempuan pertama, Carrie Lam, sekaligus menghadiri peringatan
20 tahun kembalinya Hong Kong ke pangkuan China oleh koloni Inggris.
Pengamanan sangat ketat terlihat di tempat acara, yaitu di pelabuhan
yang sama ketika gubernur kolonial terakhir Chris Patten, dengan berurai
air mata secara resmi menyerahkan Hong Kong kepada China.
"Setiap usaha yang bisa membahayakan kedaulatan dan keamanan China,
tantangan terhadap kekuatan pemerintah pusat dan otoritas HKSAR, atau
menggunakan Hong Kong untuk melakukan infiltrasi dan sabotase melawan
China Daratan, adalah perbuatan yang sudah melewati batas dan sangat
tidak bisa dibenarkan," kata Xi seperti dikutip Reuters.
HKSAR adalah singkatan dari Hong Kong Special Administrative Region
(Wilayah Pemerintahan Khusus Hong Kong) dan menurut konstitusi, pusat
keuangan tersebut dijamin kebebasannya sampai setidaknya selama 50 tahun
setelah dikembalikan ke China pada 1997.
China menerapkan kebijakan "satu negara, dua sistem" sebagai formula
untuk mengadopsi otonomi khusus di Hong Kong.
Pernyataan Xi merupakan yang paling keras menghadapi situasi di Hong
Kong dan datang bersamaan dengan semakin tingginya ketegangan sosial dan
politik, serta kekhawatiran banyak pihak di Hong Kong campur tangah
China terhadap wilayah tersebut.
Xi berbicara selama 30 menit di hadapan banyak tokoh pro Beijing setelah
mengambil sumpah Carrie Lam.
Tapi di luar gedung, terjadi insiden kecil setika aktivis prodemokrasi
yang membentangkan spanduk "Demokrasi dan Penentuan Diri Sendiri",
saling berhadapan dengan kelompok yang pro-Beijing.
Beberapa demonstran ditahan oleh polisi, namun tidak demikian halnya
dengan kelompok pro-China terus berteriak sambil mengibarkan bendera
seolah-oleh berada di pihak pemenang.
"Hidup China. Kami mendukung aksi penegakan hukum oleh polisi," teriak
kelompok pendukung Beijing.
Carrie Lam, pegawai negeri yang didukung oleh Beijing, terpilih sebagai
pemimpin Hong Kong yang baru pada Maret lalu oleh 1.200 orang "komisi
pemilu" yang dipenuhi oleh mereka yang pro-China dan setia kepada
kelompok mapan.
(A032/C/M007)
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2017