*Agaknya kalau Starbucks undang Muhamadiayah untuk minum kopinya dengan kue pelicin bisa jadi tidak ada boikot.*
http://www.suara-islam.com/read/kabar/nasional/22854/Inilah-Alasan-PP-Muhammadiyah-Serukan-Boikot-Starbucks Inilah Alasan PP Muhammadiyah Serukan Boikot Starbucks 30 Juni 05:29 | Dilihat : 490 Ilustrasi: Gerai Starbucks *Jakarta (SI Online) *- Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas mendesak pemerintah Indonesia mempertimbangkan untuk mencabut izin Starbucks di Indonesia. Pernyataan ini menyusul dukungan CEO Starbucks, Howard Mark Schultz terhadap kesetaraan kaum Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT). Anwar menegaskan jika ideologi bisnis dan pandangan hidup yang dikampanyekan Schultz jelas-jelas tidak sesuai dan sejalan dengan ideologi bangsa, yakni Pancasila. "Kita sebagai bangsa, jelas-jelas tidak akan mau sikap dan karakter kita sebagai bangsa yang beragama dan berbudaya rusak dan berantakan karena kehadiran mereka," tegas Anwar melalui keterangan tertulis kepada wartawan, Kamis (29/6/2017), seperti dikutip *Rmol.co. * Anwar juga menyerukan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk mempertimbangkan langkah-langkah pemboikotan terhadap produk-produk kedai kopi asal Amerika Serikat (AS) itu. "Karena jika sikap dan pandangan hidup mereka tidak berubah, maka yang dipertaruhkan adalah jati diri bangsa sendiri," tegas Anwar. Sekjen MUI Pusat ini pun meminta masyarakat dan pemerintah dengan tegas melakukan langkah dan tindakan, demi menyelamatkan kepentingan bangsa dan negara Indonesia. "Kita tidak mau karena nila setitik rusak susu sebelanga," demikian Anwar. Sebelumnya CEO Starbucks Howard Schultz mengatakan orang-orang yang hanya mendukung pernikahan beda jenis dan mengabaikan pernikahan sesama jenis tidak diperlukan di perusahan kedai kopi Starbucks. Ketika pertemuan dengan para pemilik saham Starbucks, Schultz secara tegas mempersilakan para pemegang saham yang tidak setuju dengan pernikahan sejenis angkat kaki dari Starbucks. Sementara itu jaringan kedai kopi Starbucks Indonesia memastikan tetap sejalan dengan pihak manajemen pusat Starbucks di Amerika Serikat (AS) yang memberikan dukungan terhadap LGBT. Hal ini disampaikan pihak Starbucks Indonesia menanggapi isu dan permasalahan LGBT yang ramai dibicarakan di publik saat ini. Marketing Communications & CSR Manager, PT Sari Coffee Indonesia, selaku pemegang lisensi Starbucks Indonesia, Yuti Resani, mengatakan pihaknya tetap menghargai keragaman dan kesetaraan dan berkomitmen sejalan dengan kebijakan manajemen. []
