http://www.panjimas.com/news/2017/06/30/sekjen-majelis-mujahidin-sebut-ideologi-pancasila-1-juni-tidak-ada/



Sekjen Majelis Mujahidin Sebut Ideologi Pancasila 1 Juni Tidak Ada
<http://www.panjimas.com/news/2017/06/30/sekjen-majelis-mujahidin-sebut-ideologi-pancasila-1-juni-tidak-ada/>

30 Jun 2017

<http://www.panjimas.com/news/2017/06/30/sekjen-majelis-mujahidin-sebut-ideologi-pancasila-1-juni-tidak-ada/>
<http://www.panjimas.com/news/2017/06/30/sekjen-majelis-mujahidin-sebut-ideologi-pancasila-1-juni-tidak-ada/>



*SUKOHARJO (Panjimas.com)* – Usai Lebaran, budaya saling silaturahmi dengan
keluarga besar menjadi hal umum masyarakat Jawa. Begitu pun kru
*Panjimas.com*, bersama kru *Harianamanah.com* mengagendakan bersilaturahmi
dengan tokoh Sekjen Majelis Mujahidin, Ustadz Shabarin Syakur, di Ngruki,
Grogol, Sukoharjo, Kamis (29/6/2017).

Dalam perbincangan tersebut, Ustadz Shabarin mengatakan bahwa ideologi
Pancasila 1 Juni tidak ada. Pancasila 1 Juni yang saat ini diamini Rezim
Jokowi, hanyalah nama dari ideologi yang baru dikenalkan Sukarno dengan 5
poin yang belum ada kesepakatan.

“Pancasila 1 Juni adalah yang dikenalkan Sukarno dengan 5 poin, tapi baru
disepakati final pada 18 Agustus 1945 sebagaimana yang tercantum dalam UUD
’45 pada pembukaan. Jadi ideologi Pancasila 1 Juni tidak ada,” katanya.

Ustadz Shabarin menjelaskan bahwa Sukarno pun tidak sepakat dengan
usulannya sendiri. Buktinya bahwa hingga Sukarno lengser, ideologi
Pancasila 1 Juni tidak pernah digunakannya. Dia mengatakan seolah Pancasila
1 Juni akan menjadi “senjata” mengkriminalisasi orang yang tidak sepakat.

“Buktinya apa? Sukarno yang mengenalkan Pancasila pada 1 Juni 1945, tidak
pernah menggunakan Pancasila itu sejak jadi presiden sampai dia lengser.
Saat ini seakan kita dipaksa untuk mengakui Pancasila 1 Juni. Disini justru
seolah Jokowi tidak punya otoritas kewenangan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ia menilai slogan “Saya Indonesia Saya Pancasila” justru akan
menjadi bumerang dan di lain sisi dijadikan alat represif penguasa. Kondisi
seperti itu, menurutnya tak ubahnya seperti suasana Partai Komunis
Indonesia (PKI) pernah eksis dan menguasai 4 besar jajaran partai pasca
Kemerdekaan.

“Nah ini seperti kembali ke masa PKI dahulu. Kita udah peringatkan dan
berikan tadzkirah terhadap Jokowi, bahwa Pancasila itu bukan hak dia.
Mengesahkan ideologi Negara harus dengan komponen Ulama, tokoh agama, DPR,
MPR dan semua komponen bangsa,” ungkapnya.

Ustadz Shabarin meyakini jika Rezim Jokowi tetap memaksakan ideologi
Pancasila 1 Juni tersebut secara sepihak, dipastikan akan jatuh dengan
sendirinya.

“Kalau mereka memaksakan dengan hanya rezimnya sendiri, *saya yakin akan
Rezim Jokowi jatuh dengan sendirinya,” tutupnya.* [SY]

Kirim email ke