http://mediaindonesia.com/news/read/111015/aksi-teroris-sudah-sangat-mengkhawatirkan/2017-07-01


Aksi Teroris Sudah Sangat Mengkhawatirkan

Sabtu, 1 July 2017 11:54 WIB Penulis: *RO/MIOL *

<http://mediaindonesia.com/files/news/2017/07/1498886057_brimob-penikaman.jpg>

ANTARA/Sigid Kurniawan

AKSI teroris terhadap aparat kepolisian sudah pada titik yang
mengkhawatirkan, karena dilakukan secara terang-terangan dan di tempat suci
bagi umat Islam yakni masjid dan masih dalam suasana Iedul Fitri.

"Cukup... ini yang terakhir. Jangan sampai ada lagi teror terhadap aparat
kepolisian, apalagi itu dilakukan secara terang-terangan dan itu berada di
tempat ibadah umat Islam," kata Prananda Surya Paloh Ketua Umum DPP Garda
Pemuda NasDem, di Jakarta, Sabtu (1/7).

Menurut Prananda kejadian tersebut menunjukkan bahwa sel-sel teroris yang
tidur mulai bangkit, dan langsung membidik pusaran garda depan antiteror,
yaitu kepolisian. "Tindakan membabi buta seperti ini sudah tidak dapat lagi
ditolelir, tindakan ini sudah seperti menantang eksistensi kepolisian dan
negara," ujar Prananda.

Teroris beranggapan, lawan mereka hanyalah kepolisian, padahal
sesungguhnya, lawan mereka adalah mayoritas rakyat Indonesia. Oleh sebab
itu Prananda mengajak agar rakyat Indonesia tidak tinggal diam saat polisi
menjadi sasaran teroris dengan cara yang tidak beradab, terlebih
dilakukannya di masjid, tempat suci bagi umat Islam.

"Mari kita sudahi keterdiaman kita, mari kita bersatu untuk bersuara
lantang, lawan teroris sampai ke akar-akarnya," katanya menambahkan.
Prananda menyayangkan sebagian elemen bangsa yang biasanya berteriak
perjuangan, namun ketika terjadi serangan terorisme, mendadak terdiam
sembunyi.

Prananda juga berharap, wakil rakyat di Senayan agar lebih memperhatikan
mereka yang di garda depan pemberantasan terorisme dengan upaya penguatan
pasal-pasal dalam RUU Terorisme, termasuk pelibatan TNI dalam operasi
melawan terorisme.

"RUU Terorisme jangan sampai molor lagi, kita sudah pada titik darurat
terorisme yang sudah menyinggung rasa kemanusiaan," ujarnya.(OL-3)

Kirim email ke