Rapat Pansus Hak Angket Rapat dengan Mahasiswa Ricuh, Fahri Hamzah & Fadli Zon 
Sembunyi. Lihat Ini Videonya!
 Infoteratas Indonesia  Sabtu, 08 Juli 2017  Fadli Zon, Fahri, politik
Infoteratas.com - Panitia Khusus (Pansus) Angket Komisi Pemberantasan Korupsi 
(KPK) melakukan audiensi dengan perwakilan Badan Eksekusif Mahasiswa (BEM) 
Universitas Indonesia (UI) dan Kabinet Keluarga Mahasiswa (KM) Institut 
Teknologi Bandung (ITB) di Gedung Nusantara, DPR, Jumat (7/7/2017).

Dua kelompok perwakilan mahasiswa tersebut menggelar aksi unjuk rasa di depan 
Kompleks Parlemen, Jakarta mengecam pembentukan Pansus Hak Angket KPK.
Dalam audiensi dengan Pansus Angket KPK, perwakilan yang hadir diantaranya 
Ketua BEM UI 2017 Muhammad Syaeful Mujab dan Presiden KM ITB, Ardhi Rasy 
Wardhana.

Mereka menginginkan bertemu dengan dua pimpinan DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah.
Tetapi, perwakilan mahasiswa akhirnya ditemui Ketua Pansus Angket KPK Agun 
Gunandjar Wakil Ketua Pansus Risa Mariska.

Adapula Anggota Pansus Angket KPK Masinton Pasaribu, Junimart Girsang dan M. 
Misbakhun.
Perwakilan mahasiswa itu menyatakan tidak mengakui pembentukan Panitia Khusus 
(Pansus) Angket KPK.

Mereka juga meminta Agun Gunandjar menemui massa aksi yang sedang menggelar 
unjuk rasa pembentukan Pansus Angket KPK.

"Bersediakan anggota dewan terhormat ingin memperbaiki pemberantasan korupsi 
untuk berdialog secara terbuka dengan akal sehat," kata Ketua BEM UI 2017 
Muhammad Syaeful Mujab.
Ketua Pansus Angket KPK Agun Gunandjar lalu meminta perwakilan mahasiswa 
menandatangani daftar hadir sebagai bentuk tertib administrasi. Hal itu juga 
untuk melegitimasi keabsahan rapat.
"Bagaimana saya memutuskan untuk menemui saudara-saudara di luar kalau tidak 
mengakui kami, tidak absen. Lalu kita brangkat ke sana? Dasarnya apa. Kalau 
absen itu bagian dari integral yang akan kami dokumentasikan dalam berita 
negara yang artinya mengakui keberadaan kami," kata Agun dalam rapat.
Permintaan Agun ‎ini langsung mendapatkan penolakan.

Perwakilan mahasiswa tetap menolak menandatangani daftar hadir sebagai bentuk 
pengakuan terhadap keberadaan Pansus Angket KPK.
‎"Kami tidak mengakui," kata salah satu mahasiswa.
"Lalu kalau tidak mengakui kami, saya datang ke sana sebagai apa? Saya ini 
Ketua Angket," kata Agun.
"Berani enggak bapak keluar, kalau bersih keluar, kami akademisi," kata salah 
seorang mahasiswa sambil memukul meja.
Suasana rapat tersebut menjadi memanas.
Apalagi, terdapat mahasiswi yang mengabadikan rapat itu melalui handphone.
Mahasiswi tersebut berdiri diantara meja pimpinan dan perwakilan mahasiswa.

Anggota Pansus Angket KPK Masinton Pasaribu lalu meminta Pamdal DPR menertibkan 
mahasiswi itu.
"Saudari duduk sana, pamdal tarik enggak tertib, ada aturan main di sini. 
Katanya mau dialog kalian tidak mau dialog, disini kalian enggak tertib," kata 
Masinton.
Agun akhirnya memutuskan untuk menutup rapat.

Ia juga menganggap rapat dengan perwakilan mahasiswa tidak pernah terjadi.
"Kalau begitu, rapat kami tutup dan dianggap tidak pernah terjadi," kata Agun 
sambil mengetuk palu.(Tribunnews.com)
 

   
   - Tweet
   - Share
   - Share
   - Share
   - Share
Subscribe to receive free email updates:

Kirim email ke