Pada Jumat, 14 Juli 2017 17:37, "Jonathan Goeij [email protected]
[GELORA45]" <[email protected]> menulis:
Media Asing Soroti Perppu Ormas yang Diteken Jokowi
|
|
|
| | |
|
|
|
| |
Media Asing Soroti Perppu Ormas yang Diteken Jokowi
Media asing menyoroti terbitnya Perppu Ormas yang ditandatangani Presiden
Jokowi kemarin. | |
|
|
KAMIS, 13 JULI 2017 | 07:58 WIB
-
-
-
-
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto dan jajarannya
mengumumkan penerbitan Perppu No.2 tahun 2017 tentang Ormas, di Ruang Parikesit
Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, 12 Juli 2017. Tempo/Yohanes PaskalisTEMPO.CO,
Jakarta - Sejumlah media asing menyoroti terbitnya Peraturan Pemerintah
Pengganti Undang-undang Nomor 02 Tahun 2017 tentang Organisasi Masyarakat atau
Perppu Ormas yang telah ditandatangani Presiden Joko Widodo alias Jokowi
kemarin.
"Organisasi hak asasi manusia yang berbasi di New York mengutuk langkah
(terbitnya Perppu Ormas) tersebut," tulis The Washington Post dikutip pada
Kamis, 13 Juli 2017.
Baca juga: Wiranto Umumkan Penerbitan Perppu 2/2017 tentang Ormas
Media di Amerika Serikat itu menulis bahwa aktivis hak asasi manusia menyatakan
bahwa keputusan Jokowi telah melanggar hak atas kebebasan berserikat dan
berekspresi. Mereka juga menjelaskan bahwa itu dapat dikategorikan pelanggaran
HAM, meskipun keputusan itu didukung oleh kelompok moderat, Nahdlatul Ulama.
Nahdlatul Ulama dikenal sebagai organisasi Muslim terbesar di Indonesia yang
moderat. Sebelumnya Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Said Aqil Siradj
menegaskan pihaknya mendukung pemerintah menerbitkan perppu ormas. Peraturan
yang menggantikan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 itu disebut-sebut dibuat
sebagai jalan tol untuk membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
The Washington Post menulis bahwa perppu ormas itu diterbitkan pemerintah untuk
menghindari proses pengadilan saat membubarkan HTI. Mengingat, untuk
membubarkan ormas di Indonesia memerlukan waktu yang panjang jika menempuh
jalur peradilan. "Kemungkinan HTI merupakan salah satu sasaran setelah
pemerintah mengumumkan pada Mei lalu akan membubarkan kelompok tersebut."
Simak pula: Langkah HTI Hadapi Perppu Ormas yang Diteken Presiden Jokowi
Media lain seperti Star Tribune mengutip pernyataan aktivis HAM dari Human
Rights Watch Andreas Harsono yang menyebut bahwa pemerintah memiliki kewenangan
untuk menindak kelompok yang melanggar undang-undang. Namun, membubarkan
kelompok tersebut justru tindakan kejam.
"Melarang setiap organisasi berdasarkan ideologis adalah tindakan kejam yang
merongrong hak kebebasan berserikat dan berekspresi. Padahal rakyat Indonesia
telah berjuang keras untuk membangun ini sejak kediktatoran Suharto," kata
Harsono.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Hukum dan Keamanan, Wiranto mengumumkan
penerbitan Perppu Nomor 2 Tahun 2017. Peraturan itu akan menggantikan
Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Masyarakat. Kata dia,
keputusan itu untuk melindungi kesatuan dan persatuan Indonesia sebagai sebuah
negara yang tidak mendiskreditkan kelompok lain.
Atas keputusan itu, Ketua Tim Kuasa Hukum Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Yusril
Ihza Mahendra melawan dan akan mengirimkan gugatan atau judicial review pada
pekan depan ke Mahkamah Konstitusi. "Kami melawan melalui pengadilan, kami
sedang menyusun draft permohonan uji materil Perppu Ormas kepada Mahkamah
Konstitusi," kata Yusril saat konferensi pers di Kantor DPP HTI pada Rabu
malam, 12 Juli 2017.
Dia menegaskan bahwa HTI akan melawan upaya pembubaran pemerintah melalui jalur
hukum. Kata Yusril, ada banyak kejanggalan materil yang tertuang di perppu
tersebut. Satu di antaranya, ia menyebutkan Pasal 59 Ayat 4 berisi ormas
dilarang menganut, menyebarkan paham yang bertentangan dengan Pancasila.
Kemudian pada Pasal 82 ditulis sanksi jika melanggar yakni ancaman pidana bagi
pengurus dan anggota ormas selama-lamanya seumur hidup.
Dalam jumpa pers kemarin, Wiranto mengatakan Perppu Ormas diterbitkan untuk
menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia di tengah 344.039 ormas yang
terus berkembang. "Ini bukan tindak kesewenangan-wenangan pemerintah," ujarnya.
WASHINGTON POST | VOA | AVIT HIDAYAT #yiv1545159152 #yiv1545159152 --
#yiv1545159152ygrp-mkp {border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px
0;padding:0 10px;}#yiv1545159152 #yiv1545159152ygrp-mkp hr {border:1px solid
#d8d8d8;}#yiv1545159152 #yiv1545159152ygrp-mkp #yiv1545159152hd
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}#yiv1545159152 #yiv1545159152ygrp-mkp #yiv1545159152ads
{margin-bottom:10px;}#yiv1545159152 #yiv1545159152ygrp-mkp .yiv1545159152ad
{padding:0 0;}#yiv1545159152 #yiv1545159152ygrp-mkp .yiv1545159152ad p
{margin:0;}#yiv1545159152 #yiv1545159152ygrp-mkp .yiv1545159152ad a
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv1545159152 #yiv1545159152ygrp-sponsor
#yiv1545159152ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv1545159152
#yiv1545159152ygrp-sponsor #yiv1545159152ygrp-lc #yiv1545159152hd {margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv1545159152
#yiv1545159152ygrp-sponsor #yiv1545159152ygrp-lc .yiv1545159152ad
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv1545159152 #yiv1545159152actions
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv1545159152
#yiv1545159152activity
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv1545159152
#yiv1545159152activity span {font-weight:700;}#yiv1545159152
#yiv1545159152activity span:first-child
{text-transform:uppercase;}#yiv1545159152 #yiv1545159152activity span a
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv1545159152 #yiv1545159152activity span
span {color:#ff7900;}#yiv1545159152 #yiv1545159152activity span
.yiv1545159152underline {text-decoration:underline;}#yiv1545159152
.yiv1545159152attach
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}#yiv1545159152 .yiv1545159152attach div a
{text-decoration:none;}#yiv1545159152 .yiv1545159152attach img
{border:none;padding-right:5px;}#yiv1545159152 .yiv1545159152attach label
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv1545159152 .yiv1545159152attach label a
{text-decoration:none;}#yiv1545159152 blockquote {margin:0 0 0
4px;}#yiv1545159152 .yiv1545159152bold
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv1545159152
.yiv1545159152bold a {text-decoration:none;}#yiv1545159152 dd.yiv1545159152last
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv1545159152 dd.yiv1545159152last p
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv1545159152
dd.yiv1545159152last p span.yiv1545159152yshortcuts
{margin-right:0;}#yiv1545159152 div.yiv1545159152attach-table div div a
{text-decoration:none;}#yiv1545159152 div.yiv1545159152attach-table
{width:400px;}#yiv1545159152 div.yiv1545159152file-title a, #yiv1545159152
div.yiv1545159152file-title a:active, #yiv1545159152
div.yiv1545159152file-title a:hover, #yiv1545159152 div.yiv1545159152file-title
a:visited {text-decoration:none;}#yiv1545159152 div.yiv1545159152photo-title a,
#yiv1545159152 div.yiv1545159152photo-title a:active, #yiv1545159152
div.yiv1545159152photo-title a:hover, #yiv1545159152
div.yiv1545159152photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv1545159152
div#yiv1545159152ygrp-mlmsg #yiv1545159152ygrp-msg p a
span.yiv1545159152yshortcuts
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv1545159152
.yiv1545159152green {color:#628c2a;}#yiv1545159152 .yiv1545159152MsoNormal
{margin:0 0 0 0;}#yiv1545159152 o {font-size:0;}#yiv1545159152
#yiv1545159152photos div {float:left;width:72px;}#yiv1545159152
#yiv1545159152photos div div {border:1px solid
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv1545159152
#yiv1545159152photos div label
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv1545159152
#yiv1545159152reco-category {font-size:77%;}#yiv1545159152
#yiv1545159152reco-desc {font-size:77%;}#yiv1545159152 .yiv1545159152replbq
{margin:4px;}#yiv1545159152 #yiv1545159152ygrp-actbar div a:first-child
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv1545159152 #yiv1545159152ygrp-mlmsg
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv1545159152
#yiv1545159152ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv1545159152
#yiv1545159152ygrp-mlmsg select, #yiv1545159152 input, #yiv1545159152 textarea
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv1545159152
#yiv1545159152ygrp-mlmsg pre, #yiv1545159152 code {font:115%
monospace;}#yiv1545159152 #yiv1545159152ygrp-mlmsg *
{line-height:1.22em;}#yiv1545159152 #yiv1545159152ygrp-mlmsg #yiv1545159152logo
{padding-bottom:10px;}#yiv1545159152 #yiv1545159152ygrp-msg p a
{font-family:Verdana;}#yiv1545159152 #yiv1545159152ygrp-msg
p#yiv1545159152attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv1545159152
#yiv1545159152ygrp-reco #yiv1545159152reco-head
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv1545159152 #yiv1545159152ygrp-reco
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv1545159152 #yiv1545159152ygrp-sponsor
#yiv1545159152ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv1545159152
#yiv1545159152ygrp-sponsor #yiv1545159152ov li
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv1545159152
#yiv1545159152ygrp-sponsor #yiv1545159152ov ul {margin:0;padding:0 0 0
8px;}#yiv1545159152 #yiv1545159152ygrp-text
{font-family:Georgia;}#yiv1545159152 #yiv1545159152ygrp-text p {margin:0 0 1em
0;}#yiv1545159152 #yiv1545159152ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv1545159152
#yiv1545159152ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none
!important;}#yiv1545159152