Duka pemimpin dunia atas wafatnya pembangkang Cina, Liu Xiaobo 
http://www.bbc.com/indonesia/dunia-40601463 14 Juli 2017

 Tautan eksternal dan akan terbuka di layar baru Bagikan artikel ini dengan 
Facebook http://www.bbc.com/indonesia/dunia-40601463#  Bagikan artikel ini 
dengan Twitter http://www.bbc.com/indonesia/dunia-40601463#  Bagikan artikel 
ini dengan Messenger http://www.bbc.com/indonesia/dunia-40601463#  Bagikan 
artikel ini dengan Email 
mailto:?subject=Shared%20from%20BBC%20Indonesia&body=http%3A%2F%2Fwww.bbc.com%2Findonesia%2Fdunia-40601463
  Kirim http://www.bbc.com/indonesia/dunia-40601463#share-tools




 
 Hak atas fotoAFPImage captionKomite Nobel di Norwegia mengatakan pemerintah 
Cina menanggung 'tanggung jawab besar' atas kematian Liu Xiaobo. Peraih Nobel 
Perdamaian, Liu Xiaobo, yang merupakan pegiat hak asasi dan demokrasi di Cina, 
meninggal pada usia 61 tahun setelah sempat dipenjara delapan tahun dalam vonis 
11 tahun.
 Sejumlah pemimpin dunia sudah menyatakan dukanya.
 Kanselir Jerman, Angela Merkel, memberi penghormatan atas keberanian Liu 
Xiaobo dalam memperjuangan kebebasan berekspresi.
 Sementara Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Rex Tillerson, meminta 
pemerintah Beijing agar membebaskan istrinya dan mengizinkan dia meninggalkan 
Cina di samping menyatakan duka cita.
 Pembangkang Cina dibebaskan untuk berobat kanker 
http://www.bbc.com/indonesia/dunia-40404582 Selidiki pabrik sepatu putri 
presiden AS, aktivis Cina ditahan http://www.bbc.com/indonesia/majalah-40106423 
Cina larang warga Xinjiang pelihara janggut panjang dan jilbab di ruang publik 
http://www.bbc.com/indonesia/dunia-39465124 Dari Prancis, Menteri Luar Negeri 
Jean-YvesLe Drian menyampaikan pesan: "Walau masa panjang penahanan dan untuk 
lebih dari 30 tahun, dia -dengan keberanian- tetap tidak pernah berhenti 
membela hak-hak dasar dan kebebasan berbicara'.
 Komite Nobel di Norwegia mengatakan pemerintah Cina menanggung 'tanggung jawab 
besar' atas kematian peraih Nobel Perdamaian tahun 2010, yang tidak bisa 
diterimanya langsung dan diwakilkan dengan sebuah kursi kosong.
Hak atas fotoHANDOUPT/AFPImage captionLiu Xiaobo dan istrinya, Liu Xia, pada 
tahun 2002. Dia sedang menjalani hukuman penjara yang dijatuhkan pada tahun 
2009 setelah, bersama beberapa intelektual Cina mengeluarkan Piagam 08, yang 
menyerukan dihentikannya pemerintahan satu partai untuk diganti dengan 
demokrasi multipartai.
 Sementara dia di penjara, istrinya, Liu Xia, dikenakan tahanan rumah.
 __________________________________________________________________
 Suara mengganggu Liu Xiaobo
 Sepanjang hidupnya -sejauh ini- Liu pernah menjadi pegiat politik, penulis, 
guru besar di universitas, dan narapidana karena sering 'mengganggu' Partai 
Komunis Cina yang berkuasa.
 Dia meraih Nobel Perdamaian setelah menantang langsung pemerintah dengan 
menuntut perubahan politik.
Hak atas fotoREUTERSImage captionLiu tidak bisa menerima langsung Nobel 
Perdamaian dan dia diwakili oleh sebuah kursi kosong. Di luar Cina, Liu 
mendapat banyak perhatian dan dukungan sebagai salah seorang pembangkang utama 
di Cina walau banyak warga di dalam negeri yang tak mengenalnya.
 Liu pertama kali dikenal pada masa unjuk rasa terkenal di Lapangan Tiananmen, 
Beijing, tahun 1989.
 Waktu itu dia pulang dari Amerika Serikat untuk bergabung dengan para 
pengunjuk rasa dan ketika mendengar tentara dikerahkan untuk membersihkan 
pengunjuk rasa, Liu berhasil membujuk beberapa mahasiswa agar pulang.
 Setelah unjuk rasa diberangus -dan jatuh sejumlah korban jiwa- dia ditahan 
selama hampir dua tahun.
Hak atas fotoEPA/LIU XIAImage captionLiu Xiaobo sudah pernah masuk penjara dan 
dikirim ke 'kamp pendidikan' sebelum diganjar 11 tahun penjara tahun 2009 
karena 'subversi' "Pembunuhan massal tahun 1989 memberi kesan yang mendalam 
kepada saya," katanya dalam sebuah wawancara dengan BBC hanya beberapa bulan 
sebelum ditangkap tahun 2008.
 Sebelumnya, tahun 1996 dia juga pernah dikirim ke 'kamp pendidikan' selama 
tiga tahun karena mengkritik sistem satu partai di Cina.
 Namun dia terus menyuarakan isu-isu yang tergolong tabu di Cina, antara lain 
mengecam perlakukan buruk Cina atas warga Tibet.
 Tahun 2009 dia ditangkap dengan dugaan 'memicu subversi atas kekuatan negara' 
dan akhir tahun itu jug diganjar 11 tahun penjara dan dicabut hak politiknya 
selama dua tahun.
 _______________________________________________________________
 Akhir Juni, pihak berwenang Cina membebaskannya dari penjara untuk mendapat 
pengobatan bagi kanker hati yang dideritanya namun banyak pihak yang 
berpendapat keputusan itu sudah terlalu terlambat.
 Sementara seruan dari beberapa negara Barat agar dia diizinkan untuk berobat 
ke luar negeri tidak disetujui Beijing.
Hak atas fotoREUTERSImage captionPegiat demokrasi di Hong Kong menggelar aksi 
unjuk rasa untuk menuntut pembebasan Liu Xiabo dan istrinya, Liu Xia. Para ahli 
kesehatan Cina menegaskan bahwa dia sudah terlalu sakit untuk melakukan 
perjalanan.
 Namun seorang dokter Jerman dan Amerika Serikat -yang beberapa waktu lalu 
mengunjungi dan memeriksanya di sebuah rumah sakit di Shenyang- berpendapat Liu 
Xiaobo masih mampu melakukan perjalanan.
 Pihak rumah sakit First Hospital of China Medical University di Shenyang 
mengatakan bahwa kondisinya memburuk tak lama setelah dia dibawa ke rumah sakit.
 Ditambahkan pengobatan antiinfeksi dan perawatan darah selama beberapa hari 
tetap tidak mampu untuk mencegah memburuknya kondisi dia, yang kemudian 
menyebabkan kegagalan organ tubuh serta kesulitan bernafas.
 Dalam pernyataan singkat di situsnya, Biro Hukum Shenyang mengatakan Liu 
menderita kegagalan sejumlah organ dan upaya-upaya untuk menyelamatkannya tidak 
berhasil.

 

Kirim email ke