Mengapa pemerintah Cina melarang Winnie the Pooh? 
http://www.bbc.com/indonesia/dunia-40630809 Stephen McDonellBBC News, Beijing
 1 jam lalu

 Tautan eksternal dan akan terbuka di layar baru Bagikan artikel ini dengan 
Facebook http://www.bbc.com/indonesia/dunia-40630809#  Bagikan artikel ini 
dengan Twitter http://www.bbc.com/indonesia/dunia-40630809#  Bagikan artikel 
ini dengan Messenger http://www.bbc.com/indonesia/dunia-40630809#  Bagikan 
artikel ini dengan Email 
mailto:?subject=Shared%20from%20BBC%20Indonesia&body=http%3A%2F%2Fwww.bbc.com%2Findonesia%2Fdunia-40630809
  Kirim http://www.bbc.com/indonesia/dunia-40630809#share-tools




 
 Hak atas fotoWEIBO/AFPImage captionJabat tangan 'kaku' antara Presiden Xi dan 
PM Abe dari Jepang dan meme salaman Winnie the Pooh dan Eeyore. Sepintas 
keputusan pemerintah Cina melarang tokoh fiksi Winnie the Pooh terlihat sangat 
aneh dan susah dipahami.
 Tapi sebenarnya ini adalah bagian dari upaya pemerintah untuk membatasi para 
penulis blog yang makin pintar mengakali sensor ketat di negara tersebut.
 Bagi warga di Cina, sudah sejak lama Winnie the Pooh tak sekedar nama beruang 
yang kisahnya banyak dibaca oleh anak-anak di seluruh dunia.
 Di Cina, Winnie the Pooh sering dipakai untuk mengacu ke Presiden Xi Jinping. 
Di negara dengan sensor yang sangat ketat, para penulis blog menggunakan Winnie 
the Pooh saat membahas Presiden Xi.
 Seperti ketika Presiden Xi melakukan salaman yang kaku dengan Perdana Menteri 
Jepang Shinzo Abe. Para pengguna internet di Cina ramai membagikan foto Winnie 
the Pooh yang terlihat tidak tulus berjabat tangan dengan Eeyore.
 Duka pemimpin dunia atas wafatnya pembangkang Cina, Liu Xiaobo 
http://www.bbc.com/indonesia/dunia-40601463 Presiden Cina, Xi Jinping, tegaskan 
dukungan atas perdagangan bebas http://www.bbc.com/indonesia/dunia-38649014 
Presiden Trump disarankan tak memperburuk ketegangan Korea Utara 
http://www.bbc.com/indonesia/dunia-39693434 Begitu juga ketika media pemerintah 
mengeluarkan foto Presiden Xi berada di atas mobil sedan lengkap dengan bendera 
Cina. Tak lama kemudian muncul di internet foto Winnie the Pooh di atas mobil 
mungilnya.
Hak atas fotoWEIBO/AFPImage captionMeme foto Presiden Xi dan Presiden Obama 
beredar pada 2013. Tidak ada penjelasan mengapa pemerintah di Beijing melarang 
Winnie the Pooh. Tapi langkah ini diyakini tak hanya sebagai upaya mencegah 
olok-olok terhadap pejabat tinggi negara, tapi juga menghentikan sama sekali 
'pengaitan Winnie the Pooh dengan Xi Jinping'.
 Di negara-negara lain, perbandingan ini mungkin hal yang wajar atau mungkin 
diterima dengan baik.
 Konsolidasi kekuasaan Di Cina situasinya berbeda karena presiden atau pemimpin 
negara adalah sosok yang serius, tegas, dan tak melakukan hal-hal yang bodoh. 
Ia adalah orang nomor satu dan apa yang ia putuskan tak boleh dipertanyakan 
apalagi ditentang.
 Sensor di Cina begitu ekstrem yang membuat kata atau nama yang dianggap 
sensitif oleh pemerintah tak akan bisa dipakai.
 Misalnya nama Liu Xiaobo, pembangkang, pengkritik pemerintah dan pemenang 
Hadiah Nobel Perdamaian yang meninggal dunia dalam tahanan pekan lalu.
Hak atas fotoAFPImage captionNama pembangkang Liu Xiaobo termasuk yang dilarang 
dan disensor oleh pemerintah Cina. Kalau Anda mengetikkan namanya di aplikasi 
pesan dan mengirimkannya ke teman, di telepon genggam Anda sepertinya akan 
terlihat bahwa pesan itu telah dikirim. Namun kenyataannya rekan Anda tidak 
akan pernah menerimanya.
 Ini bukan pertama kalinya pemerintah melarang Winnie the Pooh. Langkah terbaru 
untuk kembali melarangnya tak lepas dari perhelatan nasional Kongres Partai 
Komunis Cina yang akan diselenggarakan dalam beberapa bulan mendatang.
 Xi Jinping diyakini akan memanfaatkan kongres untuk melakukan konsolidasi 
kekuasaan dengan mempromosikan orang-orang terdekatnya dan mengasingkan 
orang-orang yang dianggap sebagai sumber ancaman.
 Pemberantasan korupsi yang ia lakukan telah menyebabkan banyak musuh. Situasi 
ini bisa menggoyang masa kedua kepresidenannya. Stabilitas hanya bisa dicapai 
jika aparat yang ia pimpin setia kepadanya 100%.
 Dalam atmosfer seperti ini ia tidak memberi ruang sedikit pun atas upaya untuk 
mempertanyakan otoritasnya, bahkan jika itu dalam bentuk beruang imut-imut 
bernama Winnie the Pooh.

 

Kirim email ke