https://www.eramuslim.com/berita/nasional/bukan-islam-tapi-jokowilah-yang-sedang-rusak-demokrasi.htm#.WW5yKelLd2E



Andi Arief: Bukan Islam yang Rusak Demokrasi

3
<https://www.eramuslim.com/berita/nasional/bukan-islam-tapi-jokowilah-yang-sedang-rusak-demokrasi.htm#>

zahid – Selasa, 24 Syawwal 1438 H / 18 Juli 2017 17:00 WIB


Eramuslim – Sangat tidak benar apabila Islam dikaitkan anti Pancasila. Juga
tidaklah benar bahwa Islam sedang mengancam demokrasi di Indonesia.

Malah menurut mantan Staf Khusus Presiden SBY, Andi Arief, pemerintahan
Jokowi lah yang tengah merusak demokrasi. “Islam dituduh anti demokrasi.

Dibuat berbagai propaganda seakan Islam politik ancaman demokrasi. Faktanya
Jokowi sedang merusak demokrasi,” tulis Andi Arief di akun Twitter pribadi
miliknya Senin (17/07).



Selain itu Andi Arief menyebut Jokowi tengah menabrak aturan atau
hukum-hukum yang ada, salah satunya soal Presidential  Threshold (PT).
“Tahun depan, Mei 2018, 20 tahun reformasi, 20 tahun demokrasi menjadi
keinginan bersama. Tapi kehendak Jokowi berkuasa menabrak itu semua,”
ujarnya.

“Jokowi milih lawan lamanya Prabowo Subianto untuk kembali bertarung dengan
PT 20-25 persen. Semoga Pak Prabowo tidak nikmati aturan yang untungkan
dia,” tukas Andi.

Menurut Andi, seharusnya Jokowi berpikiran “terbarukan” soal pemilihan ke
depan dengan menggunakan perubahan yang ada. “Pemilu 2019, era baru Pilpres
tanpa Thresold alias nol persen. Ini semangat perubahannya.

Jokowi dan koalisi pilih opsi ini. “Jika 20 Juli disetujui PT 20-25 persen,
secara politik juga untungkan Pak Prabowo, kita berharap beliau
mementingkan demokrasi,” harap Andi. (Voa-I/Ram)

Kirim email ke