Bung Tjaniago yb,

Waduuuh, nampaknya sudah mulai kena penyakit pelupa, pikun, ... sampai lupa 
saya dalam hubungan apa menyatakan: "...Sudah Tiba saatnya Kita balik tegak 
kembali sesuai nalar manusia SEHAT". Sehingga bung nyatakan naivitas atau 
abstrak??? Hehehee, ... Terpaksa saya baca ulang tulisan kemarin dulu itu.

Ternyata saya tidak kaitkan dengan militerisasi, globalisasi nya USA, EU/NATO, 
... hanya khusus sikap dan tindak-tanduk AS itu dijadikan patokan “kebenaran”, 
yang berlawanan dan menentang dianggap SALAH! Patokan inilah yang harus 
dibalik, tidak boleh diteruskan lagi. Maka saya bilang "...Sudah Tiba saatnya 
Kita balik tegak kembali sesuai nalar manusia SEHAT".

Bisa dan berhasil atau tidak, ... tentu masih dalam perjuangan. Tapi, ... saya 
melihat munculnya RRT dengan kebijakan “Jalan Sutera” atau “Satu Jalan Satu 
Jalur” yang merupakan usaha keras RRT untuk maju bersama, dan untung bersama, 
merupakan jalan damai yang berlawanan dengan politik imperialisme AS yang 
menundukikan negara lain dengan kekerasan demi kepentingan dan keserakahan AS 
sendiri saja! Dua jalan yang berbeda RRT dan AS inilah yang sedang bertarung 
dengan makin sengit, ...! Yaa kita lihatlah barang 5-10 tahun kedepan bagaimana 
perkembangan selanjutnya. Jangan buru2 pesimis dan belum2 sudah merasa TIDAK 
MAMPU saja! Padahal, Angin TIMUR akan mengalahkan angin Barat, sudah lebih 
40-an tahun yl. didengungkan Ketua Mao, sekalipun baru sekarang ini tiba 
waktunya akan diwujudkan menjadi kenyataan oleh Xi Jinping, ... Yang pasti kan, 
dalam pertarungan politik AS_RRT, belasan tahun terakhir ini sudah nampak satu 
persatu kebijakan AS/Obama dikalahkan RRT, sampai-sampai Trump harus membalik 
dengan berteriak “Mendahulukan AS” untuk kembalikan AS menjadi negara terkuat 
didunia! 

Salam,
ChanCT



-----原始郵件----- 
From: DR. Alexander Tjaniago 
Sent: Friday, July 21, 2017 12:10 AM 
To: [email protected] ; [email protected] ; DR. Alexander Tjaniago ; 
[email protected] ; Chan CT 
Subject: Re: [GELORA45] Dunia internasional kritik perlakuan Cina terhadap 
pegiat HAM yang wafat 

Hello Bung ChanCt,
"...Sudah Tiba saatnya Kita balik tegak kembali sesuai nalar manusia SEHAT".Hey 
,,,Bung ChanCt naivitas atau  abstrak???
Globalisasi dengan memiliterisasi Hubungan Internasional :USA,EU/NATO),de 
facto,sesuaikah dengan "...nalar manusia SEHAT?".
Kehancuran Civilizasi di Balkan, di Iraq,di Libya, di Suriah, di Afghanistan 
adalah produk dari Globalisasi USA,EU/NATO: dan dengan
keputusan Pertemuan apa yang dinamakan G20 di Hamburg, yaitu Legalisasi 
Perdagangan Bebas sebagai kelanjutan dari
Globalisasi sesuai dengan kepentingan USA, yang mempunyai basis-Basis Militer 
USArmy di 39 Negara di  Dunia, dengan lebih
dari Saru Juta Serdadu USArmy dan dari situ hanya di Korea Selatan sejumlah 
27.000 Serdadu USArmy dan diJepang sekitar
45.000 Serdadu USArmy, apakah itu "nalar Manusia SEHAT?"  Also,pengertian nalar 
Manusia SEHAT mempunyai batas-batas
lepentingan.

Dikenakan ke Republik Indonesia, para penjagal sekitar Tiga Juta Warganegara 
R.I.sudah Setengah Abad masih berada dalam
leluasaan Negara R,I,dengan segala bentuk dan mereka tidakpernah dituntut 
pertanggungjawaban mereka secara Hukum, nalar Manusia SEHAT?
Yang SEHAT yalah,mereka,para penjagal Manusia di R.I. harus dilawan dan diusir 
dari kekuasaan Negara.

Sementara sampai disini,

Best regards,

  Tjaniago

--------------------------------------------
Pada Rab, 19/7/17, Chan CT <[email protected]> menulis:

Judul: Re: [GELORA45] Dunia internasional kritik perlakuan Cina terhadap pegiat 
HAM yang wafat
Kepada: [email protected], [email protected], "DR. Alexander Tjaniago" 
<[email protected]>, [email protected]
Tanggal: Rabu, 19 Juli, 2017, 2:44 AM




Bung Tjaniago dan Bung Jo
yb,
 
Dunia memang jadi terbalik-balik oleh
sikap dan sepak-terjang 
AS yang dijadikan patokan, ... yang berlawanan dan menentang
SALAH! Sudah TIBA 
saatnya kita balik tegak kembali sesuai nalar manusia
SEHAT!
 
Bagaimana bisa seorang yang membenarkan
dan menyetujui 
penyerangan/PEMBUNUHAN jutaan penduduk di Iraq dan
Afganistan, koq bisa dikasih 
Hadiah Nobel-PERDAMAIAN/PEACE! Ini kan kelanjutan dari
PEMBENARAN pelemparan 
BOM-ATOM AS di Hiroshima-Nagasaki yang membunuh ratusan-ribu
RAKYAT tidak 
berdosa! Satu perbuatan terkutuk yang kejam, sangat,
sangat KEJAM mengatas-namai
menghentikan perang, PERDAMAIAN. Lalu, sekarang 
membenarkan AS menyerang Iraq, Afganishtan juga serangan
balas 911, membasmi 
radikalis Islam, ... TANPA berani melihat kenyataan banyak
mana KORBAN JIWA yang 
jatuh, Islam radikal yang dijadikan sasaran hendak dibasmi
itu dengan warga yang 
tidak berdosa dan TIDAK SEHARUSnya mati dan cacad, khususnya
anak2 dan kaum 
perempuan!!! Dan, ... setelah sekian puluhan tahun aksi
penyerangan, intervensi, 
mengobok-obok urusan dalam negeri Arab sampai sekarang ini
BELUM juga ada 
bayangan akan berakhir! Sebaliknya Trump sudah berteriak
menyatakan kewalahan 
dengan biaya yang begitu BESAR, ...! Lalu??? Masih saja
ngotot membenarkan 
politik agresif gebuk negara2 Arab demi perdamaian? Atau
harus dilanjutkan 
dengan diperluas juga menyerang Korea-Utara sekalian untuk
hancurkan RRT yg 
sudah tumbuh menjadi pesaing kuat bahkan ancaman? BUNUH
DIRI, biar sama-sama 
mampus dan dunia kiamat???
 
Dimana lagi DEMOKRASI dan HAM yang
kalian tgeriakkan 
sekuat2nya itu??? Kenyataan yang dijalan AS, memaksa orang
lain, negara lain 
yang berbeda sama dengan dirinya dengan KEKERASAN! Apanya
yang DEMOKRASI, Apanya 
lagi yang bisa dibilang mengutamakan HAM??? Yang diributkan
melulu sikap RRT 
terhadap orang beda pendapat macam LiuXB, yg nampak makin
jelas agen CIA itu! 
Sampai2 Trump sedih KEHILANGAN LiuXB! Hehehee,
...
 
Salam,
ChanCT
 


 

From: [email protected]
[GELORA45] 
Sent: Wednesday, July 19, 2017 12:51 AM
To: [email protected]


Subject: Re: [GELORA45] Dunia internasional
kritik perlakuan Cina 
terhadap pegiat HAM yang wafat
 
   



Setuju sekali dgn. Bung Tjaniago. Wong si
Liu menyetujui 
penyerangan/PEMBUNUHAN jutaan penduduk di Iraq dan
Afganistan, koq dikasih 
Hadiah Nobel utk. PERDAMAIAN/PEACE.  


---In
[email protected], 
<yskp45@...> wrote :


Bung ChanCT,

Siapa
saja dan 
apapun bentuknya dalam memusuhi RRT akan mendapat Hadiah
Nobel dan akan menjadi 
Pahlawan Dunia Barat,
tetapi pembunuhan
sekitar 4 juta Warganegara Iraq dan 
Libya, Ratusan Ribu Warganegara Yugoslovakia, pembunuhan
Warganegara 
Afghanistan
selama 25 Tahun ini oleh
Demokrasi Barat/USA & NATO,itu 
dinamakan Kemanusiaan dan Demokrasi. dan akan ditulis
besar-besar, dan 
di
mamahbiak oleh semua yang anti RRT dan
anti hubungan kemanusiaan yang 
menghargai souverenitas sebuah 
negara.
--------------------------------------------
Pada Sen, 
17/7/17, 'Chan CT' SADAR@... [GELORA45] <[email protected]> 
menulis:

Judul: Re:
[GELORA45] Dunia internasional kritik perlakuan Cina 
terhadap pegiat HAM yang wafat
Kepada: [email protected], jonathangoeij@...
Tanggal: Senin, 17 Juli, 2017, 8:12 
AM


 













Memangnya 
nonya Liu
diapakan???
 


 

From: jonathangoeij@...
[GELORA45] 
Sent: Monday, 
July 17, 2017 1:01 PM
To: [email protected]


Subject: Re:
[GELORA45] 
Dunia internasional
kritik perlakuan Cina

terhadap pegiat HAM yang 
wafat
 
 



Bagaimana dengan 
Nyonya
Liu?

---In 
[email protected], <SADAR@...>
wrote 
:





Goei: Liu
adalah seorang pemenang nobel,
... tahanan 

politik yg "kesalahannya" karena
mempunyai
pandangan politik yg berbeda 
dgn 
pihak penguasa itu saja. 


 
Chan:

Jelas
pengangkatan LiuXB pemenang 

Nobel-Perdamaian adalah permainan politik
barat yang sangat
ngaco! 
Perdamaian 
apa yang digiatkan Liu???
Padahal kenyataan sebaliknya,
bukan 
perdamaian, tapi 
kekacauan, kerusuhan
bahkan MENGORBANKAN kw2 
untuk
mencapai tujuan 
politiknya, gulingkan Pemerintah RRT! Padahal 
itulah sikap,
tindakan radikalis 
yang TIDAK BEDA dengan radikalis 
pengibar panji Islam!
BIADAB dan sangat,
SANGAT 
TIDAK MANUSIAWI! Yang 
HARUS DIKIUTUK rakyat sedunia, ...!
Ini
pertama.
 
Kedua, agar 
anda ketahui, di Tiongkok
ini sangat
buaanyaak 
orang punya beda pendapat, 
bahkan anggota PKT yang juga
mengkritik
politik yang 
sedang dijalankan, 
baik dari sudut pandang ekstrim kiri,
Maois
maupun daari 
sudut pandang 
kanan, yang cenderung ke pandangan Sosial
Demokrat. Dan adalah 
juga 
kenyataan, selama mereka tidak bersikap berlebih,
melampaui batas tentu 

tidak apa2, TIDAK ada yang ditahan apalagi
dipenjarakan.
Sedang Liu XB 

masalahnya bukan pendapat beda, tapi dia
sudah menjadi kaki
tangan NGO 
asing, 
termasuk CIA saja! Macam Joshua Wong
di HK 
itu,
...
 
Ketiga, masalah perawatan kesehatan dan
pengaturan 
kremasi dan 
pelarungan abu di laut, jelas
sudah disampaikan abang 
Liu,
Liu XaoGuang yang 
menyatakan berterimakasih pada pemerintah dan
PKT 
telah
memberikan perawatan dan 
pengaturan jenasah LiuXB dengan 
sebaik-baiknya dan sesuai
permintaan
keluarga. 
Lalu, apa yang masih perlu 
diributkan 
lagi???
 
Salam,
ChanCT
 
 


 

From: 
jonathangoeij@...
[GELORA45] 
Sent: Monday, July 17, 2017 11:40 AM
To: 
[email protected]

Subject: Re: 
[GELORA45] Dunia internasional
kritik
perlakuan Cina 
terhadap pegiat HAM 
yang wafat
 
 




Melihat diskriminasinya 

tentu tidak bisa seperti itu, Liu adalah

seorang pemenang nobel, 
merupakan seorang
extraordinary among the

extraordinaries, lagipula Liu 
bukanlah kriminal melainkan
tahanan
politik
yg "kesalahannya" karena 

mempunyai pandangan politik yg berbeda dgn
pihak penguasa
itu saja. 

Merupakan hal yg lumrah dan seharusnya
kalau dunia
internasional 
memperhatikan 
secara khusus, sama saja bila
terjadi pd pemegang 
nobel
perdaimaian yg lain 
katakanlah pd Malala, Nelson Mandela, ataupun 
Aung San Suu
Kyi, ataupun pd 
tingkatan yg lebih rendah sedikit pd Ahok 
ataupun Joshua
Wong. 
 
Ahok saya pandang lebih dari 
seorang
tahanan politik daripada 
kriminal penista agama. Kesalahan beliau 
karena sebagai
orang Tionghoa dan juga 
non Islam berani2nya terjun 
kedalam dunia politik dan
mempunyai prospek
besar 
jadi presiden sehingga 
hanya kasus omongan yg sebenarnya
tidak ada
apa2nya 
dipolitisir dan 
kriminalisasi sedemikian rupa.
 
Tentang pengobatan di Tiongkok 
memang
ada kemungkinan besar 
dalam beberapa bidang tertentu justru lebih 
maju dari
pengobatan dunia barat 
mengingat sejarah pengobatan yg 
sedemikian lama, hal yg juga
terbukti dgn

menangnya Tu Youyou dalam Nobel 
Medicine.
 
Yg saya angkat
bukanlah masalah apakah
pengobatan di 
Tiongkok 
maju atau tidak, tetapi apakah Liu

mendapat perhatian dan 
perawatan yg 
sepantasnya. 

---In [email protected], 
<bhjo@...> wrote 
:


Kalau
bukan di 
politisasi, apalagi??? Doctor from
MD Anderson 
Cancer Center
in Houston/Texas 
and doctor from University of Heidelberg 
in Germany HAS NO
BUSSINESS to come to 
China to see Liu 
(pemberontak-teroris). 
 
1) Di China, ada ribuan atau 
ratusan
ribuan orang yg. kena 
kanker hati sebab di China (dan juga di 
Asia) banyak yg.
kena infeksi kronis 
hati (Chronic Hepatitis) sebagai 
penyebab kanker hati.
Kenapa mereka tidak di

datangi oleh dokter dari 
Amerika atau Jerman? Karena Liu
pemenang
Hadiah Nobel 
maka dia di datangi 
utk. propaganda Barat. Selain itu,
apakah
bukan suatu 
diskriminasi 
terhadap penderita2 kanker hati lain di China,
yg. disebut saja 
tidak 
(tidak ada harganya)?
 
2)
Karena China banyak penderita 
kanker
hati, belum tentu 
terapi di Amerika dan Jerman lebih baik
daripada 
di China
karena dokter2 China 
lebih banyak berpengalaman dalam bidang 
penyakit ini,
terutama dibidang 
operasinya. Jadi juga propaganda utk 
menjelekkan
China.
 
BH Jo

---In [email protected],

<jonathangoeij@...> wrote 
:



Yg

meminta
dirawat di Jerman atau Amerika itu Liu 
sendiri
"He

said his first preference would be Germany, but
if 
that
wasn’t workable, then 
the United States would be fine, too." 

California pernah di-sued oleh keluarga
inmate yg
meninggal dipenjara 

karena tidak mendapat perawatan pengobatan
yg selayaknya, di
pengadilan 

California kalah dan akibatnya diadakan
overhaul penanganan
kesehatan 
inmate2 
itu. Saat ini masalah kesehatan
diperhatikan penuh bahkan
banyak 
yg menyindir 
perawatan tingkat Kaiser
Permanente bagi inmate. 
Masalah
sindiran itu benar atau 
tidak saya tidak tahu jelas, tetapi dalam 
pandangan saya
inmate itu tidak punya 
kebebasan mencari perawatan dokter 
atau rumah sakit sehingga
sudah selayaknya

penanganan kesehatan dijamin 
sepenuhnya oleh negara.
 
Tidak tahu bagaimana dgn 
Tiongkok?
---


The

doctors, Joseph M. Herman of the 
University of Texas MD
Anderson Cancer
Center 
and Markus Büchler of the 
University of Heidelberg, who
evaluated Mr.
Liu on 
Saturday, said he had 
indicated that he wanted to be sent
abroad
for the 
remainder of his 
treatment.
“While
a degree
of 
risk always exists in the movement of 
any patient, both
physicians believe Mr. 
Liu can be safely transported 
with appropriate medical
evacuation care and

support,” the doctors said 
in a joint statement.
They added that they

were willing to provide Mr. 
Liu such care.
Shang

Baojun, a lawyer who represented Mr. Liu at his

trial in
2009 on charges of 
state subversion, said by phone, “He
said 
his first 
preference would be Germany, but
if that wasn’t workable,
then 
the United States 
would be fine, too.”
https://www.nytimes.com/2017/07/09/world/asia/liu-xiaobo-china-cancer.html

---In 

[email protected], <bhjo@...> 
wrote :


Benar

inilah
kejahatan negara2 Barat dimana kematian 
si
pemberontak-teroris LiuXB 
dipolitisasi. Dia meninggal karena kanker 
hati. Di Amerika
atau Eropa, orang yg. 
kena kanker hati juga biasanya 
akan mati dgn. terapi apa
saja. Koq katanya
mesti 
dirawat di Amerika atau 
Jerman, ya juga si pemberontak akan
mati
disana. Kecuali 
kalau 
kanker/tumornya masih kecil dan belum menyebar ke
organ2 lain, yg. jarang 

sekali terjadi (dimana terapinya adalah
transplantasi
hati).

BH 

Jo

---In
[email protected], <SADAR@...>
wrote 
:





Yaaa
jelaslah, bahwa masalah Liu Xiaobo
ini 
dipotisasi oleh 
barat saja, dari
pengangkatan Hadiah Nobel, 
sampai
kematian-nya kemarin ini. 
Tapi mereka TIDAK BERHASIL melihat 
kenyataan
kelemahan/kegagalan fatal LiuXB

yang mereka usung pejuang HAM 
itu! LiuXB gagal mengatasi
beban pikirannya

sendiri! Beban pikiran hidup 
dalam penjara itulah yang
membuat kena
kanker dan 
mati-muda, 
...
 
Pertama, sebagai
pejuang HAM yang
mengatas namakan 

kemanusiaan, jelas tokoh2 pegiat DEMOKRASI
dalam
melancarkan aksi Tian An 

Men, 4 Juni 1989 itu, justru yang
mengabaikan kemanusiaan!
TIDAK lebih 
dahulu 
mengambil keputusan MENYELAMATKAN
pendemo! Sebaliknya,
justru 
mengambil sikap 
hendak mengorbankan
pendemo2, darah mereka yang 
meembanjiri
lapangan Tian An Men 
untuk menekan roboh Pemerintah Tiongkok! 
Itulah seruan Chai
Ling, pimpinan-aksi 
lapangan Tian An Men, yang 
menyerukan pendemo BERTAHAN,
tidak mundur
sampai 
batas ultimatum 
membersihkan lapangan Tian An Men! Dan
akhirnya membuat Chai 
Ling 
bertobat menjadi Kristianis-taat, menyimpulkan
seandainya saja dia ketika 

itu sudah mengenal TUHAN, tentu harus lebih
dahulu
menyelamatkan kawan 

seperjuangan, membubarkan dan mempersihkan
pendemo-pendemo
di lapangan 
Tian An 
Men sebelum jam ultimatum tiba dan
dengan demikian TIDAK
teerjadi 
seorang korban 
pun! Itupula teriak seorang
ibu yang anaknya jadi KORBAN 
di
Lapangan Tian An 
Men,
pada saat Wu Erkaisi menghibur ibu ini, jangan 
kalian
besar-besarkan angka 
korban dimalam hari itu! Makin besar angka 
KORBAN makin
BESAR TANGGUNGJAWAB 
kalian! 
 
Chai Ling sebagai 
Kristianis bahkan
berani mengklaim, selama

25 tahun ini (memperingati 
Tragedi Tian An Men ditahun 2014
– BBC),
warga 
Tiongkok sudah lebih 100 
juta yang menganut agama Kristen!
Bahkan
sesumbar, 
yakin RRT akan berubah 
beradab dengan maraknya agama Kristen
didaratan TIongkok, 
... dan 
akhirnya mengalahkan paham komunis. Heheheee,
...
Chai 
Ling
menyembayangi korban Tian An Men.   
Chai Ling
ditahun 
2014 – Ming Bao/Harian 
Ming
 
Sayang, seribu sayang,
sekalipun 
tokoh2
utama Pegiat DEMOKRASI 
di lapangan Tian An Men ini sudah 
“menyadari KESALAHAN”
perjuangan mereka,
tapi 
nampaknya BELUM ada 
KEBERANIAN membuat satu KESIMPULAN
bersama
dimana KESALAHAN 
dan bagaimana 
seharusnya melancarkan perjuangan dan
memenangkan perjuangan 
mencapai 
TUJUAN! Hanya sekali-kali suaranya TETAP digunakan
untuk terus membakar 

kegiatan demokrat, khususnya menentang
pemerintah Tiongkok
yang masih 
komunis 
itu!
 
Setiap orang boleh2 saja 
mempunyai
pikiran/pendapat berbeda, 
bahkan menentang Pemerintah pusat 
sekalipun. Hanya saja
harus dipikirkan 
baik-baik bagaimana memperjuangkan 
dan memenangkan dengan
pengorbanan sekecil

mungkin, tidak asal seruduk 
tanpa mempedulikan berapa besar
korban yang
terjadi! 
Tanpa peduli 
mengambil jalan BUNUH DIRI dengan tidak
pedulikan berapa besar 
KORBAN 
yang jatuh! Itu namanya membenturkan telor pada batu.
Setelah jatuh 

korban, ... berapapun angka sesungguhnya,
kenyataan TIDAK
SATU pun tokoh2 

utamanya jatuh KORBAN! Semua lolos dan
akhirnya hanya
mencari hidup 

menyelamatkan diri sendiri2 tanpa membuat
kesimpulan agar
pejuang lain 
tidak 
meneruskan kesalahan mereka. Dan
ternyata kesalahan mereka
itu 
justru yang 
dilanjutkan oleh pejuang
DEMOKRAT di HK 
denganmelancarkan
aksi demo mengangkangi 
jalan2 utama di HK akhir tahun 
2014! Masih beruntung lah
pejuang2 Demokrat
HK, 
pemerintah Pusat dan HK 
ketika itu, telah merubah sikap
perjuangan,
TIDAK 
MENINDAS dengan 
KEKERASAN! Membiarkan mereka kewalahan
sendiri harus hidup-tidur 
dijalan 
dan akhirnya menyerah sendiri setelah hampir 2
bulan! 
 
Kedua, 
Ada pendapat sementara dokter,
termasuk
sinshe (dokter 
tradisional 
Tionghoa) menyatakan pikiran manusia SANGAT
menentukan KESEHATAN 

seseorang! Pikiran sedih, kecewa, stress,
... yang merupakan
beban 
pikiran 
berkepanjangan itulah yang
mengakibatkan bermacam penyakit!
Siapa 
bisa mengobati 
dan mencegah perkembangan
penyakit LiuXB? Ya, ... 
Liu
sendirilah! Tiada obat 
mujarab kecuali Liu berhasil melepas beban 
pikiran hidup
dipenjara! Liu seorang 
pejuang yang tidak memperhitungkan 
konsekwensi perjuangan,
sikap yang
dijalankan 
selama ini dalam melawan 
Pemerintah. Setelah dijatuhi
hukuman dan
melewati 
kehidupan di penjara, 
jelas Liu TIDAK berhasil melepas BEBAN
PIKIRAN nya dan 
akibatnya kena

kanker! Artinya pengobatan sebaik apapun
TIDAK akan menyembuhkan, 
kecuali 
dia diberi KEBEBASAN diluarnegeri! Dan itu tentunya
menyalahi HUKUM, 

...
 
Mengapa pihak kedokteran Tiongkok
terlambat mengetahui 
kanker 
LiuXB, diketahui setelah serius ddn
dimasa akhir? Mungkin
masih 
bisa 
diperdebatkan, ... tapi pernyataan
pihak RS tidak tepat
membawa Liu 
berobat 
diLN, adalah keputusan TEPAT!
Buktinya tidak lebih beberapa
hari 
penyakit Liu 
merosot drastis dan mati juga!
Itulah kenyataan 
yang
terjadi, kecuali memang 
menghendaki Liu mati diatas pesawat??? 
Bukankah dengan
begitu lebih tidak 
manusiawi??? Atau memang bertujuan 
bikin ribuuuut
saja!
 
Kematian Liu Xiao Bao sepenuhnya 
adalah
akibat KESALAHAN 
dirinya sendiri, ... tidak ada yang perlu 
dibesarbesarkan
apalagi dipuja-puji 
dan dihormati! Biarlah LiuXB pergi 
meninggalkan dunia fana
ini dengan penuh 
ketenangan dan seperti abangnya 
menyatakan, atas nama
keluarga Liu bersyukur
dan 
berterimakasih pada 
Pemerintah dan PKT tetap
memperlakukannya
sebagai manusia 
yang perlu 
dilayani pengobatan dan menyelesaikan
akhir-hidupnya. 

 
Salam,
ChanCT
 
 


 

From: 
jonathangoeij@...
[GELORA45] 
Sent: Sunday, July 16, 2017 
1:22
AM
 
 







Dunia
internasional 
kritik perlakuan Cina terhadap pegiat HAM 
yang

wafat





14

Juli 
2017


Tautan

eksternal dan akan terbuka di layar baru 

Bagikan

artikel ini dengan Facebook  Bagikan

artikel ini 
dengan Twitter  Bagikan

artikel ini dengan Messenger  
Bagikan

artikel ini dengan
Email  Kirim

Hak

atas 
fotoLIU

XIA /
HANDOUTImage

captionLiu

Xiaobo meraih Nobel 
Perdamaian 2010. Dia meninggal dunia
akibat
kanker 
liver. 

Cina

menghadapi berbagai kritik dari dunia
internasional 
atas
perlakuan terhadap Liu 
Xiaobo, pegiat hak asasi yang meninggal dunia 
pada usia 61
tahun akibat kanker 
liver.
Komite

Nobel di 
Norwegia mengatakan pemerintah Cina menanggung
'tanggung jawab besar' 

atas kematian Liu yang diganjar Nobel
Perdamaian 
pada
2010.
Di

samping menyebut kematian Liu
"terlalu 
dini",
Komite Nobel juga menyatakan
sikap 
Cina yang menolak kepergian Liu 
untuk berobat ke luar negeri
"sangat 

mengganggu".
Menanggapi

kritik itu, pemerintah Cina menegaskan 
bahwa penanganan Liu
adalah urusan dalam 
negeri dan negara-negara lain 
"tidak berada dalam
posisi untuk
membyat 
pernyataan yang tidak 
patut".
Duka
pemimpin
dunia atas wafatnya pembangkang Cina, Liu 
Xiaobo 

Pembangkang
Cina dibebaskan
untuk berobat kanker 
Seruan
agar Cina 
bebaskan Liu Xiaobo
Menteri

Luar Negeri Jerman, Sigmar
Gabriel, 
menyesali Liu tidak bisa
berobat ke luar 
negeri.
"Cina

kini 
punya tanggung jawab untuk menjawab pertanyaan secara
cepat, transparan, 

dan masuk akal mengapa penyakit kankernya
tidak diketahui
jauh 
sebelumnya," kata 
Gabriel.Hak

atas 
fotoHANDOUPT/AFPImage

captionLiu

Xiaobo dan istrinya, Liu Xia, 
pada tahun 2002. Sejumlah
pihak kini
mendesak 
pemerintah Cina membebaskan 
Liu Xia untuk bepergian ke luar
negeri. 
Pernyataan

senada 
dikemukakan Menteri Luar Negeri Inggris, Boris
Johnson.
"Liu

Xiaobo 
seharusnya diizinkan memilih perawatan medis di luar
negeri, yang 

berulang kali ditolal aparat Cina. Ini
tindakan yang salah
dan kini saya 

mendesak mereka mencabut semua pelarangan
terhadap janda
Liu," kata 
Johnson.
Pemerintah

Cina melarang Liu hijrah ke luar negeri untuk 
menjalani
perawatan. Larangan itu 
disertai pernyataan para ahli kesehatan 
Cina yang menegaskan
bahwa dia sudah 
terlalu sakit untuk melakukan 
perjalanan.
Namun

seorang dokter Jerman dan Amerika
Serikat—yang 
beberapa
waktu lalu mengunjungi 
dan memeriksanya di sebuah rumah sakit 
di
Shenyang—berpendapat Liu Xiaobo masih

mampu melakukan 
perjalanan.
Setelah

Liu Xiaobo meninggal dunia, Jerman, Inggris,
AS, 
dan Prancis
meminta kepada Cina 
untuk membolehkan jandanya, Liu Xia 
bertolak ke luar
negeri.
Permintaan

ini
mendapat dukungan 
Komisioner Tinggi PBB untuk HAM, Zeid
Ra'ad Al Hussein, 
yang
mendesak 
Cina "menjamin kebebasan pergerakan Liu
Xia."Hak

atas 
fotoGETTYImage

captionLiu

Xiabo pertama kali dikenal pada masa 
unjuk rasa terkenal di
Lapangan Tiananmen,

Beijing, tahun 1989. 

'Kekuatan

Barat' mempolitisasi
Pernyaan

resmi
Kementerian 
Luar Negeri Cina menyebutkan:
"Penanganan kasus Liu Xiaobo 
merupakan 
urusan dalam negeri Cina dan negara-negara asing
tidak berada dalam 

posisi untuk membuat pernyataan yang tidak 
patut".
Sebagaimana

dikutip kantor berita Xinhua,

juru bicara 
Kementerian Luar Negeri Cina, Geng Shuang,
menambahkan bahwa pejabat 

kesehatan Cina telah mengerahkan upaya
penuh untuk 
merawat
Liu.
Sebuah

surat kabar yang dikelola
pemerintah 
menerbitkan editorial
yang menuding 
'kekuatan Barat' mempolitisasi 
peristiwa itu.
Sejumlah

koresponden mengatakan peliputan kematian Liu 
Xiabo di Cina
sangat sepi. Kantor 
berita Xinhua

dan 
CCTV

hanya merilis
pernyataan singkat pada situs berbahasa
Inggris 
bahwa Liu 
Xiaobo, sang 'terpidana
subversif, telah 
meninggal
dunia.
Harian

Global

Times yang merupakan corong 
Partai Komunis Cina
menerbitkan editorial

berbahasa Inggris bahwa Liu 
Xiaobo adalah "korban
penyesatan"
Barat.
"Pihak

Cina senantiasa 
berfokus pada perawatan Liu, tapi beberapa
kekuatan Barat selalu 
mencoba 
mengalihkan ke isu politik dan membesar-besarkan
perawatannya sebagai 
isu 
'hak asasi'."
Di

media sosial, reaksi atas
kematian Liu Xiaobo 
telah
disensor. Sejumlah komentar 
dihapus, termasuk pesan berbunyi 'RIP' 
dan 
emoji
lilin.












#yiv3662792485 
#yiv3662792485 --
#yiv3662792485ygrp-mkp
{
border:1px solid 
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px
0;padding:0 
10px;}

#yiv3662792485
#yiv3662792485ygrp-mkp hr {
border:1px solid

#d8d8d8;}

#yiv3662792485
#yiv3662792485ygrp-mkp #yiv3662792485hd 
{
color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}

#yiv3662792485 
#yiv3662792485ygrp-mkp #yiv3662792485ads 
{
margin-bottom:10px;}

#yiv3662792485 #yiv3662792485ygrp-mkp 
.yiv3662792485ad {
padding:0 0;}

#yiv3662792485
#yiv3662792485ygrp-mkp 
.yiv3662792485ad p {
margin:0;}

#yiv3662792485
#yiv3662792485ygrp-mkp 
.yiv3662792485ad a {
color:#0000ff;text-decoration:none;}
#yiv3662792485 
#yiv3662792485ygrp-sponsor
#yiv3662792485ygrp-lc 
{
font-family:Arial;}

#yiv3662792485 
#yiv3662792485ygrp-sponsor
#yiv3662792485ygrp-lc #yiv3662792485hd 
{
margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}

#yiv3662792485 
#yiv3662792485ygrp-sponsor
#yiv3662792485ygrp-lc .yiv3662792485ad 
{
margin-bottom:10px;padding:0 0;}

#yiv3662792485 
#yiv3662792485actions {
font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px

0;}

#yiv3662792485
#yiv3662792485activity 
{
background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}

#yiv3662792485 
#yiv3662792485activity span {
font-weight:700;}

#yiv3662792485 
#yiv3662792485activity span:first-child 
{
text-transform:uppercase;}

#yiv3662792485
#yiv3662792485activity 
span a {
color:#5085b6;text-decoration:none;}

#yiv3662792485 
#yiv3662792485activity span span {
color:#ff7900;}

#yiv3662792485 
#yiv3662792485activity span
.yiv3662792485underline 
{
text-decoration:underline;}

#yiv3662792485
.yiv3662792485attach 
{
clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}

#yiv3662792485 
.yiv3662792485attach div a {
text-decoration:none;}

#yiv3662792485 
.yiv3662792485attach img 
{
border:none;padding-right:5px;}

#yiv3662792485
.yiv3662792485attach 
label {
display:block;margin-bottom:5px;}

#yiv3662792485 
.yiv3662792485attach label a {
text-decoration:none;}

#yiv3662792485 
blockquote {
margin:0 0 0 4px;}

#yiv3662792485
.yiv3662792485bold 
{
font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}

#yiv3662792485 
.yiv3662792485bold a {
text-decoration:none;}

#yiv3662792485 
dd.yiv3662792485last p a 
{
font-family:Verdana;font-weight:700;}

#yiv3662792485 
dd.yiv3662792485last p span 
{
margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}

#yiv3662792485 
dd.yiv3662792485last p
span.yiv3662792485yshortcuts 
{
margin-right:0;}

#yiv3662792485 div.yiv3662792485attach-table
div 
div a {
text-decoration:none;}

#yiv3662792485 
div.yiv3662792485attach-table {
width:400px;}

#yiv3662792485 
div.yiv3662792485file-title a, #yiv3662792485
div.yiv3662792485file-title 
a:active, #yiv3662792485
div.yiv3662792485file-title a:hover, 
#yiv3662792485
div.yiv3662792485file-title
a:visited 
{
text-decoration:none;}

#yiv3662792485 div.yiv3662792485photo-title 
a,
#yiv3662792485
div.yiv3662792485photo-title a:active,
#yiv3662792485 
div.yiv3662792485photo-title a:hover,
#yiv3662792485 
div.yiv3662792485photo-title a:visited 
{
text-decoration:none;}

#yiv3662792485 
div#yiv3662792485ygrp-mlmsg
#yiv3662792485ygrp-msg p a 
span.yiv3662792485yshortcuts 
{
font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}

#yiv3662792485 
.yiv3662792485green {
color:#628c2a;}

#yiv3662792485 
.yiv3662792485MsoNormal {
margin:0 0 0
0;}

#yiv3662792485 o 
{
font-size:0;}

#yiv3662792485 #yiv3662792485photos div 
{
float:left;width:72px;}

#yiv3662792485
#yiv3662792485photos div div 
{
border:1px 
solid
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}

#yiv3662792485 
#yiv3662792485photos div label 
{
color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}

#yiv3662792485 
#yiv3662792485reco-category {
font-size:77%;}

#yiv3662792485 
#yiv3662792485reco-desc {
font-size:77%;}

#yiv3662792485 
.yiv3662792485replbq {
margin:4px;}

#yiv3662792485 
#yiv3662792485ygrp-actbar div a:first-child 
{
margin-right:2px;padding-right:5px;}

#yiv3662792485 
#yiv3662792485ygrp-mlmsg {
font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, 
clean,
sans-serif;}

#yiv3662792485 #yiv3662792485ygrp-mlmsg table 
{
font-size:inherit;font:100%;}

#yiv3662792485 
#yiv3662792485ygrp-mlmsg select,
#yiv3662792485 input, #yiv3662792485 
textarea {
font:99% Arial, Helvetica, clean,

sans-serif;}

#yiv3662792485
#yiv3662792485ygrp-mlmsg pre, 
#yiv3662792485
code {
font:115% monospace;}

#yiv3662792485 
#yiv3662792485ygrp-mlmsg * {
line-height:1.22em;}

#yiv3662792485 
#yiv3662792485ygrp-mlmsg #yiv3662792485logo 
{
padding-bottom:10px;}


#yiv3662792485
#yiv3662792485ygrp-msg p a 
{
font-family:Verdana;}

#yiv3662792485 
#yiv3662792485ygrp-msg
p#yiv3662792485attach-count span 
{
color:#1E66AE;font-weight:700;}

#yiv3662792485 
#yiv3662792485ygrp-reco
#yiv3662792485reco-head 
{
color:#ff7900;font-weight:700;}

#yiv3662792485 
#yiv3662792485ygrp-reco 
{
margin-bottom:20px;padding:0px;}

#yiv3662792485 
#yiv3662792485ygrp-sponsor #yiv3662792485ov
li a 
{
font-size:130%;text-decoration:none;}

#yiv3662792485 
#yiv3662792485ygrp-sponsor #yiv3662792485ov
li 
{
font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px
0;}

#yiv3662792485 
#yiv3662792485ygrp-sponsor #yiv3662792485ov
ul {
margin:0;padding:0 0 0 
8px;}

#yiv3662792485
#yiv3662792485ygrp-text 
{
font-family:Georgia;}

#yiv3662792485 #yiv3662792485ygrp-text p 
{
margin:0 0 1em 0;}

#yiv3662792485 #yiv3662792485ygrp-text tt 
{
font-size:120%;}

#yiv3662792485 #yiv3662792485ygrp-vital ul 
li:last-child {
border-right:none 
!important;
}
#yiv3662792485


#yiv5047374779 #yiv5047374779 --
   #yiv5047374779ygrp-mkp {
border:1px solid #d8d8d8;font-family:arial;margin:10px
0;padding:0 10px;}

#yiv5047374779 #yiv5047374779ygrp-mkp hr {
border:1px solid #d8d8d8;}

#yiv5047374779 #yiv5047374779ygrp-mkp #yiv5047374779hd {
color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}

#yiv5047374779 #yiv5047374779ygrp-mkp #yiv5047374779ads {
margin-bottom:10px;}

#yiv5047374779 #yiv5047374779ygrp-mkp .yiv5047374779ad {
padding:0 0;}

#yiv5047374779 #yiv5047374779ygrp-mkp .yiv5047374779ad p {
margin:0;}

#yiv5047374779 #yiv5047374779ygrp-mkp .yiv5047374779ad a {
color:#0000ff;text-decoration:none;}
#yiv5047374779 #yiv5047374779ygrp-sponsor
#yiv5047374779ygrp-lc {
font-family:arial;}

#yiv5047374779 #yiv5047374779ygrp-sponsor
#yiv5047374779ygrp-lc #yiv5047374779hd {
margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}

#yiv5047374779 #yiv5047374779ygrp-sponsor
#yiv5047374779ygrp-lc .yiv5047374779ad {
margin-bottom:10px;padding:0 0;}

#yiv5047374779 #yiv5047374779actions {
font-family:verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}

#yiv5047374779 #yiv5047374779activity {
background-color:#e0ecee;float:left;font-family:verdana;font-size:10px;padding:10px;}

#yiv5047374779 #yiv5047374779activity span {
font-weight:700;}

#yiv5047374779 #yiv5047374779activity span:first-child {
text-transform:uppercase;}

#yiv5047374779 #yiv5047374779activity span a {
color:#5085b6;text-decoration:none;}

#yiv5047374779 #yiv5047374779activity span span {
color:#ff7900;}

#yiv5047374779 #yiv5047374779activity span
.yiv5047374779underline {
text-decoration:underline;}

#yiv5047374779 .yiv5047374779attach {
clear:both;display:table;font-family:arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}

#yiv5047374779 .yiv5047374779attach div a {
text-decoration:none;}

#yiv5047374779 .yiv5047374779attach img {
border:none;padding-right:5px;}

#yiv5047374779 .yiv5047374779attach label {
display:block;margin-bottom:5px;}

#yiv5047374779 .yiv5047374779attach label a {
text-decoration:none;}

#yiv5047374779 blockquote {
margin:0 0 0 4px;}

#yiv5047374779 .yiv5047374779bold {
font-family:arial;font-size:13px;font-weight:700;}

#yiv5047374779 .yiv5047374779bold a {
text-decoration:none;}

#yiv5047374779 dd.yiv5047374779last p a {
font-family:verdana;font-weight:700;}

#yiv5047374779 dd.yiv5047374779last p span {
margin-right:10px;font-family:verdana;font-weight:700;}

#yiv5047374779 dd.yiv5047374779last p
span.yiv5047374779yshortcuts {
margin-right:0;}

#yiv5047374779 div.yiv5047374779attach-table div div a {
text-decoration:none;}

#yiv5047374779 div.yiv5047374779attach-table {
width:400px;}

#yiv5047374779 div.yiv5047374779file-title a, #yiv5047374779
div.yiv5047374779file-title a:active, #yiv5047374779
div.yiv5047374779file-title a:hover, #yiv5047374779
div.yiv5047374779file-title a:visited {
text-decoration:none;}

#yiv5047374779 div.yiv5047374779photo-title a,
#yiv5047374779 div.yiv5047374779photo-title a:active,
#yiv5047374779 div.yiv5047374779photo-title a:hover,
#yiv5047374779 div.yiv5047374779photo-title a:visited {
text-decoration:none;}

#yiv5047374779 div#yiv5047374779ygrp-mlmsg
#yiv5047374779ygrp-msg p a span.yiv5047374779yshortcuts {
font-family:verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}

#yiv5047374779 .yiv5047374779green {
color:#628c2a;}

#yiv5047374779 .yiv5047374779msonormal {
margin:0 0 0 0;}

#yiv5047374779 o {
font-size:0;}

#yiv5047374779 #yiv5047374779photos div {
float:left;width:72px;}

#yiv5047374779 #yiv5047374779photos div div {
border:1px solid
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}

#yiv5047374779 #yiv5047374779photos div label {
color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}

#yiv5047374779 #yiv5047374779reco-category {
font-size:77%;}

#yiv5047374779 #yiv5047374779reco-desc {
font-size:77%;}

#yiv5047374779 .yiv5047374779replbq {
margin:4px;}

#yiv5047374779 #yiv5047374779ygrp-actbar div a:first-child {
margin-right:2px;padding-right:5px;}

#yiv5047374779 #yiv5047374779ygrp-mlmsg {
font-size:13px;font-family:arial, helvetica, clean,
sans-serif;}

#yiv5047374779 #yiv5047374779ygrp-mlmsg table {
font-size:inherit;font:100%;}

#yiv5047374779 #yiv5047374779ygrp-mlmsg select,
#yiv5047374779 input, #yiv5047374779 textarea {
font:99% arial, helvetica, clean, sans-serif;}

#yiv5047374779 #yiv5047374779ygrp-mlmsg pre, #yiv5047374779
code {
font:115% monospace;}

#yiv5047374779 #yiv5047374779ygrp-mlmsg * {
line-height:1.22em;}

#yiv5047374779 #yiv5047374779ygrp-mlmsg #yiv5047374779logo {
padding-bottom:10px;}


#yiv5047374779 #yiv5047374779ygrp-msg p a {
font-family:verdana;}

#yiv5047374779 #yiv5047374779ygrp-msg
p#yiv5047374779attach-count span {
color:#1e66ae;font-weight:700;}

#yiv5047374779 #yiv5047374779ygrp-reco
#yiv5047374779reco-head {
color:#ff7900;font-weight:700;}

#yiv5047374779 #yiv5047374779ygrp-reco {
margin-bottom:20px;padding:0px;}

#yiv5047374779 #yiv5047374779ygrp-sponsor #yiv5047374779ov
li a {
font-size:130%;text-decoration:none;}

#yiv5047374779 #yiv5047374779ygrp-sponsor #yiv5047374779ov
li {
font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}

#yiv5047374779 #yiv5047374779ygrp-sponsor #yiv5047374779ov
ul {
margin:0;padding:0 0 0 8px;}

#yiv5047374779 #yiv5047374779ygrp-text {
font-family:georgia;}

#yiv5047374779 #yiv5047374779ygrp-text p {
margin:0 0 1em 0;}

#yiv5047374779 #yiv5047374779ygrp-text tt {
font-size:120%;}

#yiv5047374779 #yiv5047374779ygrp-vital ul li:last-child {
border-right:none !important;
}
#yiv5047374779 

Kirim email ke