Buku KamiAhok, 18 Penulis Bercerita tentang Ahok


  
|  
|   
|   
|   |    |

   |

  |
|  
|   |  
Buku KamiAhok, 18 Penulis Bercerita tentang Ahok
 Tindakan dan ucapan Ahok selama menjadi Gubernur DKI Jakarta sering kali 
menjadi kontroversial.  |   |

  |

  |

 

KAMIS, 27 JULI 2017 | 18:45 WIB   
   - 
   - 
   - 
   - 
Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya (tengah), menjadi 
pembicara dalam peluncuran buku #kamiAhok di Toko Buku Gramedia, Central Park, 
Jakarta Barat. TEMPO/ChitraTEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah penulis menganggap 
Basuki Tjahja Purnama alias Ahok adalah sosok yang unik. Tindakan dan ucapannya 
selama menjadi Gubernur DKI Jakarta sering kali menjadi kontroversial. Karena 
itulah para penulis ini tertarik untuk membuat buku yang sepenuhnya bercerita 
tentang Ahok. Buku kumpulan tulisan dari perspektif masing-masing penulis itu 
kemudian diberi judul #kamiAhok. 

"Buku ini bukan sekadar puja-puji kepada Ahok, tetapi gambaran yang cukup adil 
tentang siapa diri Ahok yang dipandang dari sudut pandang tidak biasa," kata 
Threes Emir dalam peluncuran buku #kamiAhok di Toko Buku Gramedia, Central 
Park, Jakarta Barat, Kamis, 27 Juli 2017. 

Threes Emir adalah satu dari 18 penulis yang terlibat dalam penerbitan 
#kamiAhok. Penulis lain yang juga terlibat, adalah dr. Abrijanto M.Si., A. 
Bobby Pr., Aji "Chen" Bromokusumo, Amanda Setiorini, Anang YB, Dr. Asvi Warman 
Adam, Bondan Winarno, Bunga Mega, Dr. C.B. Kusmaryanto, SCJ, Igantius Haryanto, 
Imelda Bachtiar, Margareta Astaman, Orchida Ramadhania, Riadi Ngasiran, Rizal 
Badudu, Simon Boyke Sinaga, dan Zuhairi Misrawi.

Menurut Threes, ide untuk membuat buku ini muncul dalam perbincangan di grup 
percakapan Whatsapp pada Mei 2017. Hanya dalam waktu tiga pekan, 
tulisan-tulisan tentang Ahok itu sudah terkumpul. Para pencetus ide segera 
menindaklanjuti dengan mencetak dan menerbitkan #kamiAhok. 
 
Baca: Berita Terkini Ahok di Tahanan: Rajin Menulis dan Ingin Buat Buku

Threes mengatakan, keuntungan yang diperoleh dari penjualan buku  nantinya 
disumbangkan kepada Gerakan Pemuda Anshor. Alasannya, organisasi ini dianggap 
sebagai kelompok yang berkomitmen kuat untuk menjaga kebhinekaan di Indonesia.
 
Dalam peluncuran buku #kamiAhok, Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia  
Yunarto Wijaya mengatakan, mengatakan buku ini  memiliki subjektivitas yang 
berjarak. Karena para penulis bukan orang-orang yang berada di lingkaran 
terdekat Ahok. "Buku ini terasa lebih santai berbicara tentang Ahok," katanya.

CHITRA PARAMAESTI

Kirim email ke