*Terorisme di NKRI berlambang agama tertentu. Di NKRI ada kementrian agama dan majelis agama. Kementrian Agama diberikan biaya dua kali kementrian Agraria. Tetapi rupanya rezim neo-Mojopahit ini bermain lempar batu sembunyi tangan, sebab kalau benar-benar rezim cerdik dan tahu bahwa teroris berlambang agama berbahaya untuk masyarakat, maka sudah dielimasi sejak lama, tetapi dalam permainan kongkalikong takut tidak masuk surga nan fana, maka mereka dipelihara, antara lain kirim laskar jahat untuk membasmi kaum Nasrani di Sulawesi Tengah dan Maluku, dan bukan itu saja dengan terang-terang dan tersembunyi dikirim teroris bertopeng sukarelawan ke Afghanistan, Syria dan Bosnia pada waktu perang Balkan. Tugas mereka di Balkan mendapat kunjungan presiden NKRI Soeharto, dan Suharto menjanjikan mendirikan rumah ibadah . Apakah janji pemebangunan rumah ibadah agama telah selesai dibagun, hinggaa kini tak jelas khabarnya. *
*Apakah konperensi anti terorisme ini berlatarbelakang mau minta fulus?* http://www.antaranews.com/berita/643225/enam-negara-bahas-masalah-terorisme-di-manado *Terorisme di NKRI berlambang agama tertentu. Di NKRI ada kementrian agama dan majelis agama. Kementrian Agama diberikan biaya dua kali kementrian Agraria. Tetapi rupanya rezim neo-Mojopahit ini bermain lempar batu sembunyi tangan, sebab kalau benar-benar rezim cerdik dan tahu bahwa teroris berlambang agama berbahaya untuk masyarakat, maka sudah dielimasi sejak lama, tetapi dalam permainan kongkalikong takut tidak masuk surga nan fana, maka mereka dipelihara, antara lain kirim laskar jahat untuk membasmi kaum Nasrani di Sulawesi Tengah dan Maluku, dan bukan itu saja dengan terang-terang dan tersembunyi dikirim teroris bertopeng sukarelawan ke Afghanistan, Syria dan Bosnia pada waktu perang Balkan. Tugas mereka di Balkan mendapat kunjungan presiden NKRI Soeharto, dan Suharto menjanjikan mendirikan rumah ibadah . Apakah janji pemebangunan rumah ibadah agama telah selesai dibagun, hinggaa kini tak jelas khabarnya. * *Apakah konperensi anti terorisme ini berlatarbelakang mau minta fulus?* http://www.antaranews.com/berita/643225/enam-negara-bahas-masalah-terorisme-di-manado *Enam negara bahas masalah terorisme di Manado* Jumat, 28 Juli 2017 15:26 WIB | 757 Views Pewarta: Nancy Lynda Tigauw [image: Enam negara bahas masalah terorisme di Manado]Dokumentasi Menkopolhukam Wiranto menjawab pertanyaan wartawan seusai menerima Presiden RI keenam, Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam), Jakarta, Selasa (1/11/2016). Pertemuan tersebut sama sekali tidak membahas perkembangan isu terkini dan hanya membahas tugas dan fungsi Menkopolhukam. (ANTARA /Reno Esnir ) Besok (29/7) enam negara yakni New Zealand, Australia, Brunei Darusalam, Malaysia, Filipina, dan Indonesia akan membahas masalah teroris di Manado." Manado (ANTARA News) - Enam negara akan membahas masalah teroris di Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). "Besok (29/7) enam negara yakni New Zealand, Australia, Brunei Darusalam, Malaysia, Filipina, dan Indonesia akan membahas masalah teroris di Manado," kata Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto di Manado, Jumat. Wiranto mengatakan sebelumnya telah dilakukan rapat koordinasi tentang kesiapan pelaksanaan Sub Regional Meeting on Foreign Terrorist Fighters and Cross Border Terrorism (SRM FTF-CBT). Dalam acara ini, Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan konferensi yang membicarakan masalah melawan terorisme di kawasan Asia Tenggaran. Dia mengatakan, materi dalam pertemuan tersebut difokuskan pada bagaimana mempelajari anatomi, kondisi, situasai yang terjadi di Filipina Selatan untuk bersama-sama menanggulanginya. Ia menagaskan bahwa semua negara di Asia Tenggara sepakat untuk tidak mau wilayahnya dijadikan sebagai basis baru dari ISIS. Dan, saat ini (28/7) sementara dilakukan meeting dengan New Zealand. Editor: B Kunto Wibisono COPYRIGHT © ANTARA 2017 *Enam negara bahas masalah terorisme di Manado* Jumat, 28 Juli 2017 15:26 WIB | 757 Views Pewarta: Nancy Lynda Tigauw [image: Enam negara bahas masalah terorisme di Manado]Dokumentasi Menkopolhukam Wiranto menjawab pertanyaan wartawan seusai menerima Presiden RI keenam, Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam), Jakarta, Selasa (1/11/2016). Pertemuan tersebut sama sekali tidak membahas perkembangan isu terkini dan hanya membahas tugas dan fungsi Menkopolhukam. (ANTARA /Reno Esnir ) Besok (29/7) enam negara yakni New Zealand, Australia, Brunei Darusalam, Malaysia, Filipina, dan Indonesia akan membahas masalah teroris di Manado." Manado (ANTARA News) - Enam negara akan membahas masalah teroris di Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). "Besok (29/7) enam negara yakni New Zealand, Australia, Brunei Darusalam, Malaysia, Filipina, dan Indonesia akan membahas masalah teroris di Manado," kata Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto di Manado, Jumat. Wiranto mengatakan sebelumnya telah dilakukan rapat koordinasi tentang kesiapan pelaksanaan Sub Regional Meeting on Foreign Terrorist Fighters and Cross Border Terrorism (SRM FTF-CBT). Dalam acara ini, Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan konferensi yang membicarakan masalah melawan terorisme di kawasan Asia Tenggaran. Dia mengatakan, materi dalam pertemuan tersebut difokuskan pada bagaimana mempelajari anatomi, kondisi, situasai yang terjadi di Filipina Selatan untuk bersama-sama menanggulanginya. Ia menagaskan bahwa semua negara di Asia Tenggara sepakat untuk tidak mau wilayahnya dijadikan sebagai basis baru dari ISIS. Dan, saat ini (28/7) sementara dilakukan meeting dengan New Zealand. Editor: B Kunto Wibisono COPYRIGHT © ANTARA 2017
