Kalau kementrian agama diberikan anggraran belanja dua kali  lebih besar
dari kementrian agraria, berarti rezim bekuasa menghendaki agar di ladang
teroris tumbuh rumput-rumput jahat lebih banyak dari ladang untuk mengisi
perut  rakyat, terutama beras. Jadi rezim berkuasa ini bisa dikatakan main
kayu. hehehe

2017-07-28 14:00 GMT+02:00 kh djie [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:

>
>
> Kalau kementerian peertanian ngurusi orang2 supaya kerja baik di sawah dan
> ladang.
> Kalau kementerian agama ngurusi ulama supaya kerja baik di ladang Allah.
> Yang tumbuh kok rumput2 liar HTI, FPI
>
> 2017-07-28 11:58 GMT+02:00 Sunny ambon [email protected] [GELORA45] <
> [email protected]>:
>
>>
>>
>>
>> *Terorisme di NKRI berlambang agama tertentu. Di NKRI ada kementrian
>> agama dan majelis agama. Kementrian Agama diberikan biaya dua kali
>> kementrian Agraria. Tetapi rupanya rezim neo-Mojopahit ini bermain lempar
>> batu sembunyi tangan, sebab kalau benar-benar rezim cerdik dan tahu bahwa
>> teroris berlambang agama berbahaya untuk masyarakat, maka sudah dielimasi
>> sejak lama, tetapi dalam permainan kongkalikong takut tidak masuk surga nan
>> fana, maka mereka dipelihara, antara lain kirim laskar jahat untuk membasmi
>> kaum Nasrani di Sulawesi Tengah dan Maluku, dan bukan itu saja dengan
>> terang-terang dan tersembunyi dikirim teroris bertopeng sukarelawan ke
>> Afghanistan, Syria dan Bosnia pada waktu perang Balkan. Tugas mereka di
>> Balkan mendapat kunjungan presiden NKRI Soeharto, dan Suharto menjanjikan
>> mendirikan rumah ibadah . Apakah janji pemebangunan rumah ibadah agama
>> telah selesai dibagun, hinggaa kini tak jelas khabarnya. *
>>
>>
>> *Apakah konperensi anti terorisme ini berlatarbelakang mau minta fulus?*
>>
>>
>> http://www.antaranews.com/berita/643225/enam-negara-bahas-
>> masalah-terorisme-di-manado
>>
>>
>> *Terorisme di NKRI berlambang agama tertentu. Di NKRI ada kementrian
>> agama dan majelis agama. Kementrian Agama diberikan biaya dua kali
>> kementrian Agraria. Tetapi rupanya rezim neo-Mojopahit ini bermain lempar
>> batu sembunyi tangan, sebab kalau benar-benar rezim cerdik dan tahu bahwa
>> teroris berlambang agama berbahaya untuk masyarakat, maka sudah dielimasi
>> sejak lama, tetapi dalam permainan kongkalikong takut tidak masuk surga nan
>> fana, maka mereka dipelihara, antara lain kirim laskar jahat untuk membasmi
>> kaum Nasrani di Sulawesi Tengah dan Maluku, dan bukan itu saja dengan
>> terang-terang dan tersembunyi dikirim teroris bertopeng sukarelawan ke
>> Afghanistan, Syria dan Bosnia pada waktu perang Balkan. Tugas mereka di
>> Balkan mendapat kunjungan presiden NKRI Soeharto, dan Suharto menjanjikan
>> mendirikan rumah ibadah . Apakah janji pemebangunan rumah ibadah agama
>> telah selesai dibagun, hinggaa kini tak jelas khabarnya. *
>>
>>
>> *Apakah konperensi anti terorisme ini berlatarbelakang mau minta fulus?*
>>
>>
>> http://www.antaranews.com/berita/643225/enam-negara-bahas-
>> masalah-terorisme-di-manado
>>
>>
>>
>> *Enam negara bahas masalah terorisme di Manado*
>>
>> Jumat, 28 Juli 2017 15:26 WIB | 757 Views
>>
>> Pewarta: Nancy Lynda Tigauw
>>
>> [image: Enam negara bahas masalah terorisme di Manado]Dokumentasi
>> Menkopolhukam Wiranto menjawab pertanyaan wartawan seusai menerima Presiden
>> RI keenam, Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Kementerian Koordinator
>> Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam), Jakarta, Selasa
>> (1/11/2016). Pertemuan tersebut sama sekali tidak membahas perkembangan isu
>> terkini dan hanya membahas tugas dan fungsi Menkopolhukam.
>>
>>
>> (ANTARA /Reno Esnir )
>>
>> Besok (29/7) enam negara yakni New Zealand, Australia, Brunei Darusalam,
>> Malaysia, Filipina, dan Indonesia akan membahas masalah teroris di Manado."
>>
>> Manado (ANTARA News) - Enam negara akan membahas masalah teroris di Kota
>> Manado Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
>>
>> "Besok (29/7) enam negara yakni New Zealand, Australia, Brunei Darusalam,
>> Malaysia, Filipina, dan Indonesia akan membahas masalah teroris di Manado,"
>> kata Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto di
>> Manado, Jumat.
>>
>> Wiranto mengatakan sebelumnya telah dilakukan rapat koordinasi tentang
>> kesiapan pelaksanaan Sub Regional Meeting on Foreign Terrorist Fighters and
>> Cross Border Terrorism (SRM FTF-CBT).
>>
>> Dalam acara ini, Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan konferensi
>> yang membicarakan masalah melawan terorisme di kawasan Asia Tenggaran.
>>
>> Dia mengatakan, materi dalam pertemuan tersebut difokuskan pada bagaimana
>> mempelajari anatomi, kondisi, situasai yang terjadi di Filipina Selatan
>> untuk bersama-sama menanggulanginya.
>>
>> Ia menagaskan bahwa semua negara di Asia Tenggara sepakat untuk tidak mau
>> wilayahnya dijadikan sebagai basis baru dari ISIS.
>>
>> Dan, saat ini (28/7) sementara dilakukan meeting dengan New Zealand.
>>
>> Editor: B Kunto Wibisono
>>
>> COPYRIGHT © ANTARA 2017
>>
>>
>> *Enam negara bahas masalah terorisme di Manado*
>>
>> Jumat, 28 Juli 2017 15:26 WIB | 757 Views
>>
>> Pewarta: Nancy Lynda Tigauw
>>
>> [image: Enam negara bahas masalah terorisme di Manado]Dokumentasi
>> Menkopolhukam Wiranto menjawab pertanyaan wartawan seusai menerima Presiden
>> RI keenam, Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Kementerian Koordinator
>> Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam), Jakarta, Selasa
>> (1/11/2016). Pertemuan tersebut sama sekali tidak membahas perkembangan isu
>> terkini dan hanya membahas tugas dan fungsi Menkopolhukam.
>>
>>
>> (ANTARA /Reno Esnir )
>>
>> Besok (29/7) enam negara yakni New Zealand, Australia, Brunei Darusalam,
>> Malaysia, Filipina, dan Indonesia akan membahas masalah teroris di Manado."
>>
>> Manado (ANTARA News) - Enam negara akan membahas masalah teroris di Kota
>> Manado Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
>>
>> "Besok (29/7) enam negara yakni New Zealand, Australia, Brunei Darusalam,
>> Malaysia, Filipina, dan Indonesia akan membahas masalah teroris di Manado,"
>> kata Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto di
>> Manado, Jumat.
>>
>> Wiranto mengatakan sebelumnya telah dilakukan rapat koordinasi tentang
>> kesiapan pelaksanaan Sub Regional Meeting on Foreign Terrorist Fighters and
>> Cross Border Terrorism (SRM FTF-CBT).
>>
>> Dalam acara ini, Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan konferensi
>> yang membicarakan masalah melawan terorisme di kawasan Asia Tenggaran.
>>
>> Dia mengatakan, materi dalam pertemuan tersebut difokuskan pada bagaimana
>> mempelajari anatomi, kondisi, situasai yang terjadi di Filipina Selatan
>> untuk bersama-sama menanggulanginya.
>>
>> Ia menagaskan bahwa semua negara di Asia Tenggara sepakat untuk tidak mau
>> wilayahnya dijadikan sebagai basis baru dari ISIS.
>>
>> Dan, saat ini (28/7) sementara dilakukan meeting dengan New Zealand.
>>
>> Editor: B Kunto Wibisono
>>
>> COPYRIGHT © ANTARA 2017
>>
>>
> 
>

Kirim email ke