Potong anggaran Kementerian Agama bahkan kalau perlu dihapus saja. Urusan agama 
biar jadi urusan masyarakat sepenuhnya.

---In [email protected], <inengahk@...> wrote :

Saya lebih cendrung memotong anggaran dibidang ini, kadang angaran seperti 
disalah gunakan. Kementerian Keuangan juga tak mungkin memangkas anggaran 
bantuan sosial seperti program keluarga harapan (PKH).Subsidi Elpiji, subsidi 
pupuk dll mengingat dilapangan bidang ini paling sering diselewengkan.Kemarin 
di tv ada berita untuk kartu Jakarta pintar banyak dipakai untuk membeli 
kebutuhan rumah tangga  From: [email protected] 
[mailto:[email protected]] 
Sent: Friday, July 28, 2017 12:04 PM
To: GELORA_In <[email protected]>
Subject: [**EXTERNAL**] [GELORA45] Sri Mulyani: Jika Indonesia Tak Berutang...  
Sri Mulyani: Jika Indonesia Tak Berutang...
KURNIA SARI AZIZAKompas.com - 28/07/2017, 10:40 WIBMenteri Keuangan Sri Mulyani 
di diskusi Forum Merdeka Barat 9, Gedung Kemenkominfo, Jakarta Pusat, Kamis 
(27/7/2017).(Kompas.com/Kurnia Sari Aziza)JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri 
Keuangan (Menkeu) Sri Mulyanimengatakan, adalah memungkinkan jika pembangunan 
Indonesia dilakukan tanpa menggunakan utang. Namun konsekuensinya, akan banyak 
anggaran yang dipangkas.Dia mencontohkan, penerimaan negara tahun 2017 sebesar 
Rp 1.736 triliun, dan belanja negara sebesar Rp 2.133,2 triliun.Dengan 
demikian, defisit anggaran pada 2017 diperkirakan Rp 397,2 triliun atau 2,92 
persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).Jika ingin Anggaran Pendapatan 
Belanja Negara (APBN) tanpa utang maka Kementerian Keuangan harus memotong 
sekitar Rp 397,2 triliun. Adapun hingga Juni 2017, utang pemerintah tercatat 
mencapai Rp 3.706,52 triliun."Kira-kira kalau (anggaran yang dipangkas) hampir 
Rp 400 triliun, (anggaran) apa dulu yang kami potong? Saya minta, kita buat 
polling," kata Sri Mulyani, di Forum Merdeka Barat 9, Jakarta Pusat, Kamis 
(27/7/2017).Padahal, di sisi lain, banyak kementerian dan lembaga yang meminta 
peningkatan anggaran dalam pos mereka masing-masing. Dia mengimbau, masyarakat 
tak khawatir terhadap kebijakan pemerintah untuk berutang.(Baca: Jawab Kritik, 
Sri Mulyani Beberkan Rapor Kinerja APBN) Sebab, lanjut dia, utang merupakan 
responsibility choice dan strategi agar keuangan negara tetap stabil, namun 
seluruh kebutuhan masyarakat tetap bisa terpenuhi."Gaji kan enggak mungkin saya 
potong. Kalau gaji, bayar listrik, gaji TNI/Polri, gaji guru enggak boleh saya 
potong, apa anggaran pendidikan atau kesehatan boleh saya potong?" kata 
perempuan yang akrab disapa Ani tersebut.Selain itu, Kementerian Keuangan juga 
tak mungkin memangkas anggaran bantuan sosial seperti program keluarga harapan 
(PKH). Ani juga menegaskan dirinya tak dapat memangkas anggaran pembangunan 
infrastruktur.Sebab jika dipangkas, maka proyek-proyek seperti Mass Rapid 
Transit (MRT) dan Light Rail Transit (LRT) dapat mangkrak."Nanti Anda semua 
kena macet terus, enggak apa-apa? Pokoknya kan pemerintah enggak utang yang 
penting ya," kata Ani menyindir.Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini 
menceritakan dirinya yang tengah menyusun RAPBN 2018 bersama DPR.Dalam membahas 
anggaran, legislatif yang merupakan wakil rakyat akan mengusulkan penambahan 
anggaran untuk kementerian/lembaga atau daerah-daerah.Misalnya penambahan 
anggaran untuk TNI/Polri dalam rangka menjaga pertahanan perbatasan, penambahan 
anggaran untuk Kementerian Hukum dan HAM dalam rangka penambahan sel di lapas, 
dan lain-lain.Jika pemerintah tak berutang, penerimaan negara melalui pajak 
harus ditingkatkan. Dengan demikian, pemerintah juga akan gencar mengawasi dan 
"mengejar" kewajiban Wajib Pajak."Dibilang, 'Ibu membuat keresahan', kan 
garuk-garuk saya jadinya. That's the problem, tapi itu political choice and 
strategic choice. You want to invest or you just stop to do anything hanya for 
the sake ofuntuk tidak utang saja," kata Ani. 

Kirim email ke