Kalau ada kekuasaan absolut, ya SBY tidak bisa ngoceh...

2017-07-29 11:11 GMT+02:00 'j.gedearka' [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:

>
>
>
>
> http://www.antaranews.com/berita/643189/jokowi-tanggapi-
> sby-pernyataan-ada-kekuasaan-
>
> absolut-sangat-berlebihan?utm_source=populer_home&utm_
> medium=populer&utm_campaign=news
>
> *Jokowi tanggapi SBY: pernyataan ada kekuasaan * *absolut sangat
> berlebihan*
> Jumat, 28 Juli 2017 12:56 WIB | 20.612 Views
> Pewarta: Desca Lidya Natalia
> [image: Jokowi tanggapi SBY: pernyataan ada kekuasaan absolut sangat
> berlebihan]
> Presiden Joko Widodo. (ANTARA News/Bayu Prasetyo)
>
> jangan dibesarbesarkan hal yang sebetulnya tidak ada
>
> Cikarang, Jawa Barat (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa
> di Indonesia tidak ada kekuasaan yang absolut dan pihak yang menyebutkan
> ada praktik kekuasaan yang absolut sebagai sangat berlebihan.
>
> "Perlu saya sampaikan bahwa saat ini tidak ada kekuasaan absolut atau
> kekuasaan mutlak, kan ada pers, ada media, ada juga LSM, ada juga yang
> mengawasi di DPR, pengawasannya kan dari mana-mana, rakyat juga bisa
> mengawasi langsung," kata Presiden Jokowi di Cikarang, Jumat
>
> Pernyataan itu merespon pesan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono
> bahwa para pemegang kekuasaan tidak boleh tanpa batas menyalahgunakan
> kekuasaannya.
>
> "*Power must not go unchecked*. Artinya kami harus memastikan bahwa
> penggunaan kekuasaan oleh para pemegang kekuasaan tidak melampaui batas,
> sehingga tidak masuk apa yang disebut abuse of power. Banyak pelajaran di
> negara ini, manakala penggunaan kekuasaan melampaui batasnya masuk wilayah
> abuse of power, maka rakyat menggunakan koreksinya sebagai bentuk koreksi
> kepada negara," kata SBY di Bogor, kemarin (27/7).
>
> Sebaliknya Presiden Jokowi memastikan tidak ada kekuasaan absolut di
> Indonesia termasuk saat pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah
> Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi
> Kemasyarakatan.
>
> "Dan juga perlu saya sampaikan, Perppu itu kan produk undang-undang, dan
> dalam mengeluarkan Perppu kan juga ada mekanismenya. Setelah Presiden
> mengeluarkan Perppu, kan ada mekanisme lagi di DPR dan di situ ada
> mekanisme yang demokratis, ada fraksi-fraksi entah setuju dan tidak setuju.
> Artinya sekarang tidak ada kekuasaan absolut atau mutlak, (kekuasaan
> absolut) dari mana? Tidak ada," tegas Presiden.
>
> Presiden menilai pihak-pihak yang menyampaikan bahwa ada kekuasaan absolut
> di negara ini adalah berlebihan.
>
> "(Pernyataan itu) sangat berlebihan, apalagi setelah di dewan nanti ada
> proses lagi, kalau tidak setuju bisa ke MK, iya kan? Kita ini kan negara
> demokrasi sekaligus negara hukum, jadi proses-proses itu sangat terbuka
> sekali. Kalau ada tambahan demo juga tidak apa-apa, jadi jangan
> dibesarbesarkan hal yang sebetulnya tidak ada," jelas Presiden.
>
> Jokowi menyebut pertemuan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang
> Yudhoyono dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Soebianto sebagai
> pertemuan biasa.
>
> "Pertemuan tokoh-tokoh, pertemuan partai saya kira biasa-biasa saja,
> sangat baik. Tapi perlu saya sampaikan bahwa sebagai bangsa kita sudah
> menyepakati secara demokratis untuk menyelesaikan setiap perbedaan, setiap
> permasalahan dengan musyawarah dan mufakat," ungkap Presiden.
>
> Perppu No 2 tahun 2017 adalah perubahan atas UU No 17 tahun 2013 tentang
> Organisasi Kemasyarakatan (Perppu Ormas).
>
> Perppu Ormas itu diterbitkan karena pemerintah menilai Undang-Undang Nomor
> 17 Tahun 2013 tidak lagi memadai dalam mencegah meluasnya ideologi yang
> bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.
>
> Dampak dari perppu ini adalah Kementerian Hukum dan HAM memiliki
> kewenangan untuk mencabut atau membatalkannya status hukum dari ormas yang
> dinilai bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945 termasuk pencabutan
> badan hukum ormas Hizbut Tharir Indonesia mulai 19 Juli 2017.
>
> Editor: Jafar M Sidik
>
> COPYRIGHT © ANTARA 2017
>
>
>
> 
>

Kirim email ke