Pada Jumat, 4 Agustus 2017 0:15, "[email protected]"
<[email protected]> menulis:
Tugas pembantu Presiden itu bukan menjegal, tetapi mestinya harus
melaksanakan program yg sudah diputuskan Presiden.Lokakarya itu sejatinya
merupakan bentuk partisipasi warga dlm kegiatannya untuk ikut mendukung
pelaksanaan program pemerintah dlm komitmennya menuntaskan kasus pelanggaran
HAM masa lalu. .Karena itu, pembubaran lokakarya oleh aparat negara pantas
dikecam dan yang bertanggung jawab harus ditindak tegas, agar kejadian serupa
jangan terulang kembali. " .. Sejak Wiranto menjabat, tidak ada satu inisiatif
pun untuk menindaklanjuti hasil Simposium ’65. Rekomendasi itu sampai sekarang
masih di-peties-kan ........ Pemerintah sebenarnya telah berkomitmen
menuntaskan kasus pelanggaran HAM. . Dalam Nawacita, Jokowi berkomitmen
menyelesaikan secara berkeadilan kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu. Sebut
saja Kerusuhan Mei 1998, tragedi Trisakti, Semanggi 1 dan 2, Penghilangan Paksa
selama Orde Baru, Tragedi Talang Sari-Lampung, Tragedi Tanjung Priok, dan
tentunya Tragedi 1965. Komitmen kembali ditunjukkan dengan digelarnya Simposium
’65 April 2016 silam. .Simposium ini adalah tindak lanjut keputusan sidang IPT
’65 di Den Haag, Belanda, 10-13 November 2015. Sidang tersebut memutuskan
Negara bersalah atas sepuluh kejahatan HAM berat. . .Kejahatan tersebut adalah
pembunuhan massal, pemusnahan, pemenjaraan, perbudakan, penyiksaan,
penghilangan paksa, kekerasan seksual, pengasingan, propaganda palsu,
keterlibatan negara lain, dan genosida. Hanya saja, hingga kini hasil
rekomendasi Simposium ’65 belum juga keluar. ."
Selengkapnya:
https://tirto.id/lokakarya-dibubarkan-ipt-03965-desak-jokowi-copot-wiranto-ctNM
A.H.
Gesendet mit Telekom Mail - kostenlos und sicher für alle!--
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "Jaringan Kerja Indonesia" di
Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke [email protected].
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.