P*ancasila tidak dirubah, tetapi penerapannya mencong selama ini, hanya
menjadi sepuhan lidah penguasa. Hehehehe*


http://headline.indopos.co.id/read/2017/08/05/105953/Panglima-TNI-Pancasila-Tidak-Boleh-Diubah



Panglima TNI: Pancasila Tidak Boleh Diubah

*Sabtu, 05 Agustus 2017 | 10:37*


BERITA TERKAIT

   -


   
<http://nasional.indopos.co.id/read/2017/07/18/104408/Ulama-Sepuh-Kharismatik-Ajak-Umat-Islam-Ikut-Aksi-Kasih-Sayang-TNI-171717>


*INDOPOS.CO.ID <http://INDOPOS.CO.ID>* - Pancasila sebagai ideologi negara
tidak boleh diubah dan sudah final. Pancasila dirumuskan dengan nilai-nilai
Ketuhanan yang sudah disepakati oleh para pemuka agama pada awal
kemerdekaan.

Penegasan itu disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo di
hadapan 1.651 peserta Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I Partai Hanura di
The Stone Hotel, Jalan Raya Pantai Kuta, Banjar Legian Kelod, Bali, Jumat
(4/8).

“Untuk mempertahankan keutuhan dan kedaulatan negara Republik Indonesia
sepanjang masa kita harus menguatkan persatuan dan kesatuan dalam bingkai
Bhinneka Tunggal Ika. Inilah landasan dan semangat kebangsaan yang harus
kita yakini dan Pancasila sebagai dasar negara masih tetap kuat,” tegas
Jenderal Gatot Nurmantyo.

Lebih lanjut, Panglima TNI mengatakan Pancasila sebagai dasar negara
merupakan hasil kesepakatan bersama para pendiri bangsa yang kemudian
sering disebut sebagai sebuah Perjanjian Luhur Bangsa Indonesia.

“Kalau ada Ulama, Pendeta atau siapapun dia yang akan mengubah Pancasila
dengan ideologi lain, dia pasti orang-orang yang sudah disusupi dari luar
dan dibayar untuk merusak atau memecah belah bangsa Indonesia,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Jenderal Gatot menyampaikan pula bahwa
perkembangan penduduk dunia luar biasa, sementara itu energi dan pangan
makin berkurang. Hal ini dapat menyebabkan persaingan global antar negara
di dunia, karena dunia tidak bertambah luas tetapi semakin sempit.

“Apabila hal ini tidak terkontrol, dikhawatirkan kebutuhan sumber daya alam
berupa energi dan pangan dimasa mendatang akan menimbulkan konflik,”
katanya.

Panglima TNI menambahkan bahwa menurut teori Maltus (1798) perkembangan
populasi penduduk meningkat seperti deret ukur, sedangkan ketersediaan
pangan meningkat ibarat deret hitung. Apabila garis pertambahan penduduk
dengan garis ketersediaan pangan bersinggungan di suatu titik, maka
disitulah terjadinya titik kritis.

“Kalau kita analisa teori tersebut maka ketersediaan pangan dan energi akan
sangat terbatas, karena jumlah penduduknya berkembang secara pesat, ini
merupakan warning bagi Indonesia dimasa yang akan datang,” ungkapnya.

Panglima TNI mengatakan bahwa Bung Karno pernah mengingatkan kita tentang
kekayaan alam Indonesia akan membuat iri negara-negara lain di dunia.
Demikian juga Presiden RI Joko Widodo pada saat disumpah di Senayan dalam
sambutannnya mengatakan kaya akan sumber daya alam justru akan menjadi
petaka.

“Jadi Presiden RI Pertama dan Presiden RI saat ini mengingatkan kita
semuanya harus waspada,” tutupnya.*(fri/jpnn)*

Kirim email ke