Kalau hanya jadi sepuhan lidah, kan jadi Panca ilat (lidah)? 2017-08-07 14:57 GMT+02:00 Sunny ambon [email protected] [GELORA45] < [email protected]>:
> > > > P*ancasila tidak dirubah, tetapi penerapannya mencong selama ini, hanya > menjadi sepuhan lidah penguasa. Hehehehe* > > > http://headline.indopos.co.id/read/2017/08/05/105953/ > Panglima-TNI-Pancasila-Tidak-Boleh-Diubah > > > > Panglima TNI: Pancasila Tidak Boleh Diubah > > *Sabtu, 05 Agustus 2017 | 10:37* > > > BERITA TERKAIT > > - > > > > <http://nasional.indopos.co.id/read/2017/07/18/104408/Ulama-Sepuh-Kharismatik-Ajak-Umat-Islam-Ikut-Aksi-Kasih-Sayang-TNI-171717> > > > *INDOPOS.CO.ID <http://INDOPOS.CO.ID>* - Pancasila sebagai ideologi > negara tidak boleh diubah dan sudah final. Pancasila dirumuskan dengan > nilai-nilai Ketuhanan yang sudah disepakati oleh para pemuka agama pada > awal kemerdekaan. > > Penegasan itu disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo di > hadapan 1.651 peserta Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I Partai Hanura di > The Stone Hotel, Jalan Raya Pantai Kuta, Banjar Legian Kelod, Bali, Jumat > (4/8). > > “Untuk mempertahankan keutuhan dan kedaulatan negara Republik Indonesia > sepanjang masa kita harus menguatkan persatuan dan kesatuan dalam bingkai > Bhinneka Tunggal Ika. Inilah landasan dan semangat kebangsaan yang harus > kita yakini dan Pancasila sebagai dasar negara masih tetap kuat,” tegas > Jenderal Gatot Nurmantyo. > > Lebih lanjut, Panglima TNI mengatakan Pancasila sebagai dasar negara > merupakan hasil kesepakatan bersama para pendiri bangsa yang kemudian > sering disebut sebagai sebuah Perjanjian Luhur Bangsa Indonesia. > > “Kalau ada Ulama, Pendeta atau siapapun dia yang akan mengubah Pancasila > dengan ideologi lain, dia pasti orang-orang yang sudah disusupi dari luar > dan dibayar untuk merusak atau memecah belah bangsa Indonesia,” tegasnya. > > Pada kesempatan tersebut, Jenderal Gatot menyampaikan pula bahwa > perkembangan penduduk dunia luar biasa, sementara itu energi dan pangan > makin berkurang. Hal ini dapat menyebabkan persaingan global antar negara > di dunia, karena dunia tidak bertambah luas tetapi semakin sempit. > > “Apabila hal ini tidak terkontrol, dikhawatirkan kebutuhan sumber daya > alam berupa energi dan pangan dimasa mendatang akan menimbulkan konflik,” > katanya. > > Panglima TNI menambahkan bahwa menurut teori Maltus (1798) perkembangan > populasi penduduk meningkat seperti deret ukur, sedangkan ketersediaan > pangan meningkat ibarat deret hitung. Apabila garis pertambahan penduduk > dengan garis ketersediaan pangan bersinggungan di suatu titik, maka > disitulah terjadinya titik kritis. > > “Kalau kita analisa teori tersebut maka ketersediaan pangan dan energi > akan sangat terbatas, karena jumlah penduduknya berkembang secara pesat, > ini merupakan warning bagi Indonesia dimasa yang akan datang,” ungkapnya. > > Panglima TNI mengatakan bahwa Bung Karno pernah mengingatkan kita tentang > kekayaan alam Indonesia akan membuat iri negara-negara lain di dunia. > Demikian juga Presiden RI Joko Widodo pada saat disumpah di Senayan dalam > sambutannnya mengatakan kaya akan sumber daya alam justru akan menjadi > petaka. > > “Jadi Presiden RI Pertama dan Presiden RI saat ini mengingatkan kita > semuanya harus waspada,” tutupnya.*(fri/jpnn)* > > >
