Anda ingat saja bung Djie, saya kira tidak ada yang taruh perhatian. Kalau 
diperhatikan methode dari experiment anak2 Univ. Diponegoro itu mirip2 dgn yg 
diajukan BPPT. Mirip banget boleh dibilang setali tiga uang. Apakah BPPT 
nyontek UnDip atau mereka itu sekarang kerja sama BPPT. 
Ini dari experiment UnDip:
First of all, sea water was naturally flowed to stabilization pond and 
evaporation pond, respectively.The concentration of sea water in the last stage 
of evaporation pond was within the range 15-17 oBe. Thereafter, theseawater was 
transported to the concentration pond using a pump powered by wind energy. In 
concentration pond,the sea water was further evaporated. The concentrated sea 
water was then flowed to the crystallization pond. 
http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1878029615000286


Ini BPPT:
Di atas lahan seluas itu, Eniya memaparkan, proses produksi akan dilakukan di 
empat area dan meliputi area untuk penampungan air laut, area untuk penguapan 
atau evaporasi, area hasil evaporasi ditampung menjadi air tua, dan area 
rekristalisasi.https://groups.yahoo.com/neo/groups/GELORA45/conversations/messages/211766



---In [email protected], <djiekh@...> wrote :

Bung Jonatahan sebenarnya sudah pernah mengirim singkatan hasil experimen 
kerjasama bagian Kimia Teknik Uni.Diponegoro dan bagian Perikanan dan Kelautan 
Universitas yang sama. Hasil experimen ini langsung dari lapangan pembuatan 
garam di Jepara, dianggap penting oleh penerbit majallah ilmu pengetahuan 
Elsevier di Nederland. Preciesnya, lebih lengkapnya dari pada yang pernah 
dikirim oleh bung Jonathan, bisa lihat di bawah ini :http://ac.els-cdn.com/ 
S1878029615000286/1-s2.0- S1878029615000286-main.pdf?_ 
tid=54e62362-7b94-11e7-8e26- 00000aacb35e&acdnat= 1502126447_ 
ede3e6b56542748e2f819f5f68a176 d4Selain itu ada literatur lain, yang kalau 
digabung dengan experiment di atas, akan memberi hasil lebih baik lagi : 
https://www.google.com/ 
patents/WO2013150546A1?cl=enhttp://www.fao.org/docrep/003/ 
W3732E/w3732e0q.htmhttp://conferences.gnest.org/ Conferences/Saltworks_post/ 
011-030.pdfSecara industri, penguapan paling efficient dengan multiple effect 
evaporator seperti di pabrik2 gula.Prinsipnya :
2017-08-07 18:10 GMT+02:00 Jonathan Goeij jonathangoeij@... [GELORA45] 
<[email protected]>:



Kelihatannya begitulah tehnologi yg dipakai, seperti dilihat pada gambar 
dibawah:

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengklaim punya terobosan untuk 
mempercepat waktu produksi garam, dan mencegah dilakukannya impor. (ANTARA 
FOTO/Saiful Bahri)

---In [email protected], <lusi_d@...> wrote :

Kalau pengetahuan yang semacam itu saja orang biasa di Madura pun sejak
kecil dan nggak usah sekolah yah sudah ngerti. BPPT itu dibawah
bimbingan Luhut itu? Wah kasian sekali deh.



Am Mon, 7 Aug 2017 14:50:49 +0200 schrieb "Sunny
ambon ilmesengero@... [GELORA4 5]" <[email protected]>:


> *Apa teknologinya air laut diuapi oleh panas sinar matahari dimana
> air asin mengkristal menjadi apa yang disebut garam seperti pada
> gambar tertera dibawah ini. Proses pembuataan ini sudah sejak zaman
> bahula.*
> 
> 
> 
> http://www.antaranews.com/be rita/644399/bppt-ternyata-suda 
>h-punya-teknologi-atasi-kelang kaan-garam
> 
> 
> *BPPT ternyata sudah punya teknologi atasi kelangkaan garam*
> 
> Kamis, 3 Agustus 2017 15:02 WIB | 3.772 Views
> 
> Pewarta: Ade Irma Junida
> 
> [image: BPPT ternyata sudah punya teknologi atasi kelangkaan garam]
> 
> (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)
> 
> Ternyata bisa, murah meriah, cost (biaya) rendah. Tanpa melihat cuaca
> 
> Jakarta (ANTARA News) - Di tengah heboh masalah garam yang langka
> ditemui di beberapa wilayah, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman
> Luhut Binsar Pandjaitan menyebut Badan Pengkajian dan Penerapan
> Teknologi (BPPT) memiliki teknologi untuk mengatasi kelangkaan garam.
> 
> "Ternyata BPPT itu sudah sangat bisa bikin garam. Selama ini belum.
> Akhirnya tadi saya lapor Wakil Presiden, saya besok rapat dengan ahli
> garam dari tempatnya Pak Menristek Dikti. Ternyata bisa, murah
> meriah, *cost* (biaya) rendah. Tanpa melihat cuaca," kata Luhut
> seusai penganugerahan gelar Perekayasa Utama Kehormatan di Gedung
> BPPT, Jakarta, Kamis.
> 
> Teknologi itu akan dibahas Luhut dalam rapat bersama Menteri Riset,
> Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir.
> 
> Menurut Luhut, jika teknologi itu layak, maka bisa langsung
> diterapkan, terlebih jika benar maka biayanya bisa lebih rendah dan
> tidak terpengaruh cuaca.
> 
> "Sehingga produksinya bisa kita angkat sehingga kita tak perlu impor
> lagi," kata Luhut.
> 
> Teknologi BPPT ini bahkan disebutnya bisa mulai diaplikasikan di
> Kupang, Nusa Tenggara Timur. "Setelah Kupang jadi, langsung kita
> bikin di Madura dan sebagainya," sambung Luhut.
> 
> Kepala BPPT Unggul Priyanto menyatakan lembaganya menaruh perhatian
> khusus kepada krisis garam nasional terutama untuk konsumsi dan
> industri.
> 
> BPPT menyebut pembangunan lahan garam terintegrasi yang memudahkan
> petani panen dengan kadar garam tinggi (hanya 4-5 hari) bisa
> dilakukan dengan cara membangun reservoir air laut bertingkat dan
> mekanisasi metode panen.
> 
> "Perlu juga dilakukan pendirian industri garam multiproduk, selain
> garam bisa dihasilkan produk bittern untuk industri makanan, minuman,
> suplemen, maka akan turut menjawab masalah perekonomian," kata Unggul.
> 
> Sebagai upaya meningkatkan produksi garam nasional, perlu dukungan
> infrastruktur di daerah curah hujan rendah seperti NTT dan Sulawesi
> Selatan yang bisa dijadikan sentra garam nasional.
> 
> Sebelumnya, pemerintah memutuskan menugaskan PT Garam untuk mengimpor
> 75.000 ton garam konsumsi dari Australia guna memenuhi kebutuhan garam
> sekaligus menstabilkan harga.
> 
> Garam impor ini akan tiba di Tanah Air melalui tiga pelabuhan besar;
> Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Pelabuhan Belawan Sumatra, dan
> Pelabuhan Ciwandan Banten, 10 Agustus mendatang.
> 
> PT Garam juga menunggu hasil panen raya garam bulan ini yang
> diharapkan bisa menghasilkan 350 ribu ton, dan panen dari petani bisa
> mencapai satu juta ton sehingga total ada tambahan pasokan garam 1,3
> juta ton.
> 
> Adapun produksi garam di PT Garam per 30 Juni 2017 adalah 3.900 ton.
> 
> 
> *(Baca: **Berkas kasus Dirut PT Garam diserahkan ke Kejari Surabaya*
> <http://www.antaranews.com/ber ita/644398/berkas-kasus-dirut- 
> pt-garam-diserahkan-ke-kejari- surabaya>
> *)*



Kirim email ke