kata2 ketua ICMI itu bercabang "Kecuali memang ada masalah dalam pembangunannya; tidak ada izin dan sebagainya. ...." siapapun tahu ijin ini permainan belaka.
---In [email protected], <ilmesengero@...> wrote : Ketidak setujuan ketua ICMI ( baca : Itch Me) adalah kemajemukan yang dibanggakan oleh Menlu. hehehehehe 2017-08-13 5:50 GMT+02:00 Chalik Hamid chalik.hamid@... mailto:chalik.hamid@... [nasional-list] <[email protected] mailto:[email protected]>: [Attachment(s) #m_-4102683789493408493_TopText from Chalik Hamid included below] Tampilkan pesan asli Pada Minggu, 13 Agustus 2017 1:49, "'Chan CT' SADAR@... mailto:SADAR@... [GELORA45]" <[email protected] mailto:[email protected]> menulis: Ketua ICMI Tak Setuju Patung di Kelenteng Tuban Dirobohkan Rabu, 09 Agustus 2017 | 17:49 WIB image: https://cdn.tmpo.co/data/2017/ 08/07/id_630081/630081_620.jpg Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Tuban, Jawa Timur, menutup patung Dewa Perang Kongco Kwan Sing Tee Koen dengan kain putih di Kelenteng Kwan Swie Bio, 6 Agustus 2017. Penutupan patung dilakukan karena adanya penolakan dari sejumlah elemen masyarakat. ANTARA/Aguk Sudarmojo. TEMPO.CO http://TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie, tidak setuju apabila patung jenderal perang Cina, Kwan Sing Tee Koen atau patung https://nasional.tempo.co/read/news/2017/08/07/058897807/pembongkaran-patung-di-kelenteng-tuban-didemo-ormas-jawa-timurGuan Yu di Kelenteng Kwan Sing Bio, Tuban https://nasional.tempo.co/read/news/2017/08/08/058897986/generasi-muda-khonghucu-tolak-patung-di-kelenteng-tuban-sebab, Jawa Timur, dirobohkan. Alasannya, masyarakat tidak berhak merobohkan sesuatu hanya karena tidak sependapat. Yang penting, kata Jimly, patung itu tidak digunakan untuk upacara dan dibiarkan dalam keadaan terbungkus seperti sekarang. "Kalau sampai harus dirobohkan, itu salah. itu harus dicegah. Tidak boleh. karena tidak ada hak warga masyarakat yang berbeda pendapat merobohkan hak orang sepanjang itu udah ada izin, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata Jimly Asshiddiqie kepada wartawan di Kantor Pusat Kegiatan ICMI, Jakarta, Rabu, 9 Agustus 2017. Baca juga: Massa di Jatim Demo Tuntut Patung di Kelenteng Tuban Dirobohkan "Kecuali memang ada masalah dalam pembangunannya; tidak ada izin dan sebagainya. tapi yang bertindak tidak boleh masyarakat, harus aparat penegak hukum. jadi tetep masyarakat dari Surabaya, dari mana-mana, itu harus bersabar, jangan bertindak main hakim sendiri," katanya. “Ini kan sudah dibangun, udah tanggung, dari sejuta masalah yang kita hadapi di Indonesia sekarang, ini ada patung sudah berdiri, ya sudahlah, gak usahlah harus dirobohkan," kata Jimly. Ia berharap, ulama di Jatim bisa meredakan kelompok penentang patung. “Sebaiknya tokoh-tokoh masyarakat umat Islam di Jawa Timur membantu meredakan umat, jangan dirobohkan,” kata Jimly. Menurut Jimly, kontroversi seputar patung setinggi 30 meter tersebut bisa dijadikan pelajaran bagi semua. “Saya rasa ini harus jadi pelajaran bagi semua tokoh,” kata Jimly. Jimly menyebutkan bahwa sense of crisis atau sensitivitas semua tokoh yang terlibat adalah bahan pelajaran yang penting. Baik dari kaum minoritas dan kaum mayoritas harus menjaga ketenangan, karena itu adalah maksud utama dari toleransi. Patung Guan Yu, menurut massa dari gabungan lembaga swadaya masyarakat yang berdemonstrasi memprotes keberadaanya Senin lalu, tidak ada kaitan sejarah dengan bangsa Indonesia. Baca juga: Pemuda Khonghucu Tolak Patung di Kelenteng Tuban Patung yang berdiri di wilayah tempat beribadah itu dinilai merupakan salah satu bentuk penjajahan Cina di Indonesia. Massa datang hampir satu bulan setelah patung yang kini ditutup dengan kain putih itu diresmikan pada 17 Juli 2017 oleh Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan. Guan Yu sendiri merupakan jenderal yang turut membangun negara Shu Han pada masa Tiga Kerajaan di Cina. Adapun patung https://nasional.tempo.co/read/news/2017/08/07/058897807/pembongkaran-patung-di-kelenteng-tuban-didemo-ormas-jawa-timurtersebut masih berstatus sengketa karena, menurut Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Tuban https://nasional.tempo.co/read/news/2017/08/08/058897986/generasi-muda-khonghucu-tolak-patung-di-kelenteng-tuban-sebab Hari Sunarno, IMB belum bisa dikeluarkan karena masalah hukum pada kepengurusan kelenteng lama dan baru. STANLEY WIDIANTO Read more at https://www.tempo.co/read/ news/2017/08/09/058898498/ ketua-icmi-tak-setuju-patung- di-kelenteng-tuban-dirobohkan# b6Tm8sPSvq0YGpCF.99 https://www.tempo.co/read/news/2017/08/09/058898498/ketua-icmi-tak-setuju-patung-di-kelenteng-tuban-dirobohkan#b6Tm8sPSvq0YGpCF.99 Nyoman Nuarta Kecewa Patungnya Dirobohkan Kamis, 29 Juli 2010 | 05:42 WIB https://m.tempo.co/read/news/ 2010/07/29/083267130/nyoman- nuarta-kecewa-patungnya- dirobohkan Sejumlah pekerja membongkar patung Tiga Mojang untuk dipotong di Komplek Perumahan Harapan Indah, Bekasi, Jawa Barat, (28/7) Patung tersebut akan dipindahkan ke ke sebuah hotel di Yogyakarta. TEMPO/Tony Hartawan TEMPO Interaktif, Bekasi - Pemahat Nyoman Nuarta mengaku kecewa lantaran patung karyanya yang berjudul "Tiga Mojang" harus dirobohkan karena diprotes oleh sebuah organisasi kemasyarakatan Islam Kota Bekasi. Dia menilai organisasi itu dan pemerintah daerah tidak memahami seni. Menurut Nyoman, isu SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan) yang diusung untuk merobohkan patung di Perumahan Kota Harapan Indah, Bekasi, itu tidak berdasar. Seperti simbol trinitas dan Bunda Maria. "Itu mengada-ada, saya tidak tertarik memahat simbol agama," kata Nyoman kepada Tempo kemarin. Lebih menyedihkan, Nyoman melanjutkan, patung Tiga Mojang diklaim mengandung unsur pornografi sehingga tidak pantas berdiri di Kota Bekasi, yang masyarakatnya agamais. Pasalnya, kata dia, tidak ada unsur pornografi dalam karyanya itu. Ide patung tersebut merupakan hasil dari eksplorasi budaya masyarakat Priangan yang memakai kemben sebagai pakaian adat pada hari-hari istimewa. Pakaian itu juga biasa digunakan seorang dara saat menyambut tamu yang dihormati. "Orang yang menolak Tiga Mojang lupa terhadap budayanya sendiri," ucapnya. Menurut Nyoman, upaya paksa merobohkan patung Tiga Mojang merupakan bukti bahwa ormas Islam Bekasi tidak percaya pada keyakinannya sendiri. Patung Tiga Mojang saat ini sedang dipotong-potong di belakang kantor pemasaran Perumahan Kota Harapan Indah. Pekerjaan tersebut diperkirakan selesai dalam sepekan. Patung selanjutnya dipindahkan ke sebuah hotel bintang lima di Yogyakarta milik PT Hasana Damai Putra Grup, yang juga pengembang Perumahan Kota Harapan Indah. Menurut Nyoman, patung Tiga Mojang dipotong-potong dengan ukuran 130 sentimeter supaya mudah diangkut. Kemudian potongan-potongan itu disambung memakai las api sehingga kembali berdiri utuh. HAMLUDDIN Read more at https://metro.tempo.co/read/ news/2010/07/29/083267130/ nyoman-nuarta-kecewa- patungnya-dirobohkan# zJZtUsblmqeW47br.99 https://metro.tempo.co/read/news/2010/07/29/083267130/nyoman-nuarta-kecewa-patungnya-dirobohkan#zJZtUsblmqeW47br.99
