A*pakah kalau menteri dibunuh, sang pembunuh di hari kemudian akan masuk
surga dan dihadiahkan 72 bidadari?*


http://politik.rmol.co/read/2017/08/14/302911/KPAI-Prihatin-Ada-Yang-Sengaja-Manfaatkan-Santri-NU,-Demo-Teriak-Bunuh-Menteri-



KPAI Prihatin Ada Yang Sengaja Manfaatkan Santri NU, Demo Teriak "Bunuh
Menteri"

*Politik*  SENIN, 14 AGUSTUS 2017 , 09:27:00 WIB | *LAPORAN*: ZULHIDAYAT
SIREGAR



[image: KPAI Prihatin Ada Yang Sengaja Manfaatkan Santri NU, Demo Teriak
"Bunuh Menteri"]
<http://rmol.co/images/berita/normal/202215_09260414082017_santri.jpg>

*RMOL. *Komisi Perlindungan Anak Indonesia menyayangkan dan prihatin atas
pelibatan anak-anak dalam aksi demonstrasi menolak Permendikbud Nomor 23
Tahun 2017 tentang Hari Sekolah. Sebab, masih ada cara lain yang lebih
efektif untuk menyampaikan aspirasi atas suatu kebijakan.

Berita Terkait
<http://politik.rmol.co/read/2017/08/14/302911/KPAI-Prihatin-Ada-Yang-Sengaja-Manfaatkan-Santri-NU,-Demo-Teriak-Bunuh-Menteri-#>

KPAI Minta Video Kekerasan Di Sekolah Tidak Disebarkan
<http://nusantara.rmol.co/read/2017/08/14/302936/KPAI-Minta-Video-Kekerasan-Di-Sekolah-Tidak-Disebarkan->

KPAI Tepis Anggapan PBNU FDS Membuat Anak-Anak Jadi Radikal
<http://politik.rmol.co/read/2017/08/14/302908/KPAI-Tepis-Anggapan-PBNU-FDS-Membuat-Anak-Anak-Jadi-Radikal->

KPAI Kutuk Guru Agama Yang Cabuli Siswinya Di Kelas
<http://nusantara.rmol.co/read/2017/08/13/302828/KPAI-Kutuk-Guru-Agama-Yang-Cabuli-Siswinya-Di-Kelas->

<http://malambudaya.rmol.co/>
"Ucapan atau ujaran kasar yang dilontarkan anak-anak dalam aksi sebagaimana
cuplikan video tersebut sangat tidak patut dan berbahaya bagi tumbuh
kembang anak. Pasalnya, anak-anak dididik dan disekolahkan agar nantinya
mereka dapat lebih beradab dan berkasih sayang  untuk hidup bermasyarakat,"
tegas Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty pagi ini.

Pernyataannya ini terkait unjuk rasa sekelompok santri yang videonya viral
di media sosial beberapa hari belakangan ini. Karena dalam unjuk rasa
menolak Permendikbud 23/2017 tersebut, para santri mengeluarkan kata-kata
yang bernada ancaman

Pada aksi tersebut, terlihat anak-anak menggunakan baju koko, sarung dan
kopiah tengah dilengkapi spanduk dan membawa bendera NU seraya meneriakkan
takbir dan memekikkan ucapan "bunuh, bunuh, bunuh menterinya, bunuh
menterinya sekarang juga."

KPAI melihat dengan adanya ucapan atau ujaran kasar sebagaimana dimaksud
tidak sesuai dengan etika dan moral kebangsaan kita. Apalagi hingga
berteriak 'membunuh' hanya untuk menolak suatu kebijakan.

"Membunuh tidaklah dibenarkan dalam ajaran agama apapun, bertentangan
dengan tata aturan perundang-undangan, dan bukan cerminan murni jiwa
anak-anak," tegasnya.

Dengan adanya ucapan tidak patut dari anak-anak tersebut, KPAI prihatin
adanya pihak-pihak yang sengaja memanfaatkan anak untuk kepentingan
tertentu, seolah rasa kasih sayang di antara sesama anak bangsa sudah mulai
luntur.

Karena itu, KPAI mengimbau agar semua pihak menahan diri dan tidak
memanfaatkan anak untuk kegiatan atau aktivitas yang sangat membahayakan
tumbuh kembangnya.

"Sebaiknya saluran aspirasi penolakan atas suatu kebijakan diganti dari
melakukan aksi turun ke jalan, menjadi dialog untuk mencapai kesepakatan.
KPAI percaya negara mendengar setiap aspirasi warga negaranya asalkan
disampaikan dengan santun dan membuka diri untuk berdialog," tandasnya.

Sebagaimana diketahui aksi penolakan FDS tersebut dimotori oleh PBNU.
Bahkan PBNU mengnstruksikan kadernya untuk menggelar aksi penolakan
terhadap kebijakan lima hari sekolah dalam sepekan tersebut. *[zul] *

Kirim email ke