kayaknya irama yg dipakai lagu "menanam jagung" yg juga jadi irama aksi 411, 
212 dlsb. apa betul? dan ini NU? anak2 kok sudah ditanamkan iming-iming 72 
bidadari?

kutipan berita: Pada aksi tersebut, terlihat anak-anak menggunakan baju koko, 
sarung dan kopiah tengah dilengkapi spanduk dan membawa bendera NU seraya 
meneriakkan takbir dan memekikkan ucapan "bunuh, bunuh, bunuh menterinya, bunuh 
menterinya sekarang juga."

---In [email protected], <ilmesengero@...> wrote :

 
 
 Apakah kalau menteri dibunuh, sang pembunuh di hari kemudian akan masuk surga 
dan dihadiahkan 72 bidadari?
 
 
 
http://politik.rmol.co/read/2017/08/14/302911/KPAI-Prihatin-Ada-Yang-Sengaja-Manfaatkan-Santri-NU,-Demo-Teriak-Bunuh-Menteri-
 
http://politik.rmol.co/read/2017/08/14/302911/KPAI-Prihatin-Ada-Yang-Sengaja-Manfaatkan-Santri-NU,-Demo-Teriak-Bunuh-Menteri-
 
 
 
 
 KPAI Prihatin Ada Yang Sengaja Manfaatkan Santri NU, Demo Teriak "Bunuh 
Menteri" Politik  SENIN, 14 AGUSTUS 2017 , 09:27:00 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT 
SIREGAR 
 
 
 
 
 
 http://rmol.co/images/berita/normal/202215_09260414082017_santri.jpg 
 RMOL. Komisi Perlindungan Anak Indonesia menyayangkan dan prihatin atas 
pelibatan anak-anak dalam aksi demonstrasi menolak Permendikbud Nomor 23 Tahun 
2017 tentang Hari Sekolah. Sebab, masih ada cara lain yang lebih efektif untuk 
menyampaikan aspirasi atas suatu kebijakan. 
 Berita Terkait 
 KPAI Minta Video Kekerasan Di Sekolah Tidak Disebarkan
 KPAI Tepis Anggapan PBNU FDS Membuat Anak-Anak Jadi Radikal
 KPAI Kutuk Guru Agama Yang Cabuli Siswinya Di Kelas
 http://malambudaya.rmol.co/
 "Ucapan atau ujaran kasar yang dilontarkan anak-anak dalam aksi sebagaimana 
cuplikan video tersebut sangat tidak patut dan berbahaya bagi tumbuh kembang 
anak. Pasalnya, anak-anak dididik dan disekolahkan agar nantinya mereka dapat 
lebih beradab dan berkasih sayang  untuk hidup bermasyarakat," tegas Komisioner 
KPAI Sitti Hikmawatty pagi ini.

Pernyataannya ini terkait unjuk rasa sekelompok santri yang videonya viral di 
media sosial beberapa hari belakangan ini. Karena dalam unjuk rasa menolak 
Permendikbud 23/2017 tersebut, para santri mengeluarkan kata-kata yang bernada 
ancaman

Pada aksi tersebut, terlihat anak-anak menggunakan baju koko, sarung dan kopiah 
tengah dilengkapi spanduk dan membawa bendera NU seraya meneriakkan takbir dan 
memekikkan ucapan "bunuh, bunuh, bunuh menterinya, bunuh menterinya sekarang 
juga."

KPAI melihat dengan adanya ucapan atau ujaran kasar sebagaimana dimaksud tidak 
sesuai dengan etika dan moral kebangsaan kita. Apalagi hingga berteriak 
'membunuh' hanya untuk menolak suatu kebijakan. 

"Membunuh tidaklah dibenarkan dalam ajaran agama apapun, bertentangan dengan 
tata aturan perundang-undangan, dan bukan cerminan murni jiwa anak-anak," 
tegasnya.

Dengan adanya ucapan tidak patut dari anak-anak tersebut, KPAI prihatin adanya 
pihak-pihak yang sengaja memanfaatkan anak untuk kepentingan tertentu, seolah 
rasa kasih sayang di antara sesama anak bangsa sudah mulai luntur.

Karena itu, KPAI mengimbau agar semua pihak menahan diri dan tidak memanfaatkan 
anak untuk kegiatan atau aktivitas yang sangat membahayakan tumbuh kembangnya.

"Sebaiknya saluran aspirasi penolakan atas suatu kebijakan diganti dari 
melakukan aksi turun ke jalan, menjadi dialog untuk mencapai kesepakatan. KPAI 
percaya negara mendengar setiap aspirasi warga negaranya asalkan disampaikan 
dengan santun dan membuka diri untuk berdialog," tandasnya.

Sebagaimana diketahui aksi penolakan FDS tersebut dimotori oleh PBNU. Bahkan 
PBNU mengnstruksikan kadernya untuk menggelar aksi penolakan terhadap kebijakan 
lima hari sekolah dalam sepekan tersebut. [zul] 


  

Kirim email ke