Dulu Dibilang ‘Klemar-Klemer’, Presiden Jokowi: Sekarang Tegakkan Hukum 
Dibilang DiktatorOleh: Humas ;  Diposkan pada: 9 Aug 2017 ;  18312 Views  
Kategori: Berita 
http://setkab.go.id/dulu-dibilang-klemar-klemer-presiden-jokowi-sekarang-tegakkan-hukum-dibilang-diktator/
   
Presiden Jokowi didampingi Gubernur Jateng dan Walikota Solo menjawab wartawan 
usai meresmikan Museum Keris Nusantara Surakarta, di Jalan Bhayangkara, 
Surakarta, Rabu (9/8) siang. (Foto: Anggun/Humas)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku tidak habis mengerti, pada awal-awal 
memimpin negara ini dirinya dikatakan ndeso dan klemar-klemer, tidak tegas. 
Namun begitu, saat ingin menegakkan Undang-Undang (UU), menegakan hukum, malah 
dirinya disebut menjadi otoriter, menjadi diktator.

“Yang benar yang mana?,� kata Presiden Jokowi dengan nada bertanya menjawab 
wartawan usai meresmikan Museum Keris Nusantara Surakarta, di Jalan 
Bhayangkara, Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (9/8) siang.

Presiden menegaskan, bahwa  Indonesia adalah negara hukum yang demokratis, dan 
masing-masing lembaga mempunyai peran sendiri-sendiri. “Mana yang mengontrol, 
mana yang mengawasi, mana yang melaksanakan program-program yang ada,� 
ujarnya.

Eksekutif misalnya dan lembaga-lembaga yang lain yang ada, lembaga negara yang 
ada, juga ada pers, media, ada lembaga swadaya masyarakat ada. Ada masyarakat 
itu sendiri. “Semuanya mengawasi,� terang Presiden.

Presiden menegaskan bahwa negara ini negara hukum yang demokratis, yang itu 
dijamin oleh konstitusi, dan tidak akan ada yang namanya diktator dan otoriter.

“Tidak akan ada yang namanya diktator dan otoriter. Tidak akan ada,� tegas 
Presiden. (DND/GUN/ES)

Kirim email ke