Tampilkan pesan asli Pada Selasa, 15 Agustus 2017 0:35,
"[email protected] [GELORA45]" <[email protected]> menulis:
Setelah gubernur bisa ditingkatkan walikota, bupati, camat, lurah, rw, rt,
dan rakyat ada senjata. Apa sekalian mau adopsi second amendment?
---"Tidak ada kaitan dengan ancaman pemberian senjata kepada gubernur. Tidak
ada. Statusnya adalah untuk pribadi pada yang bersangkutan. Kontrolnya kan ada
suratnya itu, supaya rakyat mengerti bahwa di gubernur itu ada senjata," kata
Komaruddin kepada wartawan usai acara penyerahan di Bali Kamis (10/08) pekan
lalu.
...
Pemberian senjata api kepada gubernur dinilai tak perlu
Sri LestariBBC Indonesia
- 30 menit lalu
- Bagikan artikel ini dengan Facebook
- Bagikan artikel ini dengan Twitter
- Bagikan artikel ini dengan Messenger
- Bagikan artikel ini dengan Email
- Kirim
Hak atas fotoEPAImage captionAturan peredaran senjata api di Indonesia
disarankan diperketat.Pemberian senjata api oleh TNI kepada gubernur Bali, NTT
dan NTB ditentang oleh sejumlah pihak karena dianggap tidak dilandasi alasan
mendesak.Anggota DPR Komisi I Charles Honoris menilai pemberian senjata bagi
tiga gubernur yaitu Bali, NTT dan NTB melanggar undang-undang."Kami
meningkatkan anggaran TNI dari tahun ke tahun agar bisa fokus mempertahankan
keamanan perbatasan, misalnya. Ketika anggaran yang kami tingkatkan untuk
bagikan senjata itu bukan merupakan sesuatu yang kita bahas dalam rapat TNI dan
DPR. Menurut saya, tidak lazim dan melanggar aturan," kata Charles.Charles
mengatakan warga sipil dapat memiliki senjata api tetapi harus melalui
persetujuan dan tes psikologi oleh kepolisian, dan itu pun hanya untuk
digunakan latihan menembak ataupun olahraga.Ditambahkannya pemberian senjata
oleh TNI pada gubernur harus dihentikan."Menurut saya program seperti ini harus
dihapuskan, dan tidak dilanjutkan lagi. Senjata yang dibagikan harus ikut
peraturan Mabes Polri, karena yang boleh menggunakan di dalam negeri itu
penegak hukum yaitu kepolisian dan kalau toh sipil itu harus sesuai dengan
ketentuan yang ditetapkan kepolisian," kata anggota DPR dari Fraksi PDIP ini.
- Perempuan ditembak di vagina saat wujudkan ‘fantasi seks’
- Mengapa kejahatan senjata api di Jepang rendah?
- Tidak benar polisi Indonesia 'menyelundupkan senjata api' dari Sudan
Beberapa hari lalu, Panglima Kodam Udayana Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak
memberikan senjata api genggam atau pistol kepada tiga gubernur setelah para
gubernur mengikuti pelatihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat PPRC di Natuna pada
Mei lalu.
'Untuk pribadi?'
Komarudin dalam keterangan kepada wartawan menyatakan pemberian ini merupakan
bentuk penghargaan bagi para gubernur dan bukan karena ada ancaman."Tidak ada
kaitan dengan ancaman pemberian senjata kepada gubernur. Tidak ada. Statusnya
adalah untuk pribadi pada yang bersangkutan. Kontrolnya kan ada suratnya itu,
supaya rakyat mengerti bahwa di gubernur itu ada senjata," kata Komaruddin
kepada wartawan usai acara penyerahan di Bali Kamis (10/08) pekan lalu.Hak atas
fotoSONNY TUMBELAKA/ GETTY IMAGESImage captionAnggota DPR menyebutkan pemberian
senjata api oleh TNI kepada gubernur melanggar aturan.Di Indonesia, aturan
kepemilikan senjata api merujuk pada Perppu no 20 tahun 1960, dan dua aturan
teknis melalui keputusan Kapolri dan Kementerian Pertahanan. Berdasarkan
Peraturan Menteri Pertahanan No 7/2010, perorangan dapat memiliki senjata api
dengan pembatasan, yaitu pejabat pemerintah tertentu, atlet menembak dan
kolektor.Direktur Imparsial Al Araf mengatakan pemberian senjata api kepada
para gubernur juga tidak tepat karena mereka sudah dikawal kepolisian dan juga
Satpol PP."(dalam aturan) Pejabat tertentu boleh, tetapi yang memang secara
nilai strategis itu dirinya terancam, seperti di Papua itu diperbolehkan. Untuk
di wilayah yang damai perlu dipertimbangkan, yang menilai situasi dan kondisi
terancam kan kepolisian," jelas Al Araf."Panglima itu tidak bisa memberikan
senjata api sebagai hadiah. Itu bahaya," tambah dia.Al Araf mengatakan aturan
untuk mengontrol peredaran senjata api dan juga bahan peledak di Indonesia
masih lemah."Ada dua pintu; satu dari izin kepolisian, dan pengaturan oleh
Kementerian Pertahanan. Terkait dengan hal itu ini harus diperbaiki oleh
pemerintah dengan menbuat setingkat UU masa Orde Lama sekaligus menyelesaikan
persoalan kontroversi senjata dan bahan peledak menjadi satu pintu, tidak dua
pintu lagi."Ini kan harus ditata, supaya penggunaan senjata api di Indonesia
terkontrol dengan baik. Kalau tidak terkontrol itu akan membuka peluang
kejahatan" jelas Al Araf.Al Araf menyatakan aturan kepemilikan senjata api dan
bahan peledak harus diperketat agar tidak ada penyalahgunaan senjata api.
#yiv4939673529 #yiv4939673529 -- #yiv4939673529ygrp-mkp {border:1px solid
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv4939673529
#yiv4939673529ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv4939673529
#yiv4939673529ygrp-mkp #yiv4939673529hd
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}#yiv4939673529 #yiv4939673529ygrp-mkp #yiv4939673529ads
{margin-bottom:10px;}#yiv4939673529 #yiv4939673529ygrp-mkp .yiv4939673529ad
{padding:0 0;}#yiv4939673529 #yiv4939673529ygrp-mkp .yiv4939673529ad p
{margin:0;}#yiv4939673529 #yiv4939673529ygrp-mkp .yiv4939673529ad a
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv4939673529 #yiv4939673529ygrp-sponsor
#yiv4939673529ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv4939673529
#yiv4939673529ygrp-sponsor #yiv4939673529ygrp-lc #yiv4939673529hd {margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv4939673529
#yiv4939673529ygrp-sponsor #yiv4939673529ygrp-lc .yiv4939673529ad
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv4939673529 #yiv4939673529actions
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv4939673529
#yiv4939673529activity
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv4939673529
#yiv4939673529activity span {font-weight:700;}#yiv4939673529
#yiv4939673529activity span:first-child
{text-transform:uppercase;}#yiv4939673529 #yiv4939673529activity span a
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv4939673529 #yiv4939673529activity span
span {color:#ff7900;}#yiv4939673529 #yiv4939673529activity span
.yiv4939673529underline {text-decoration:underline;}#yiv4939673529
.yiv4939673529attach
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}#yiv4939673529 .yiv4939673529attach div a
{text-decoration:none;}#yiv4939673529 .yiv4939673529attach img
{border:none;padding-right:5px;}#yiv4939673529 .yiv4939673529attach label
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv4939673529 .yiv4939673529attach label a
{text-decoration:none;}#yiv4939673529 blockquote {margin:0 0 0
4px;}#yiv4939673529 .yiv4939673529bold
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv4939673529
.yiv4939673529bold a {text-decoration:none;}#yiv4939673529 dd.yiv4939673529last
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv4939673529 dd.yiv4939673529last p
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv4939673529
dd.yiv4939673529last p span.yiv4939673529yshortcuts
{margin-right:0;}#yiv4939673529 div.yiv4939673529attach-table div div a
{text-decoration:none;}#yiv4939673529 div.yiv4939673529attach-table
{width:400px;}#yiv4939673529 div.yiv4939673529file-title a, #yiv4939673529
div.yiv4939673529file-title a:active, #yiv4939673529
div.yiv4939673529file-title a:hover, #yiv4939673529 div.yiv4939673529file-title
a:visited {text-decoration:none;}#yiv4939673529 div.yiv4939673529photo-title a,
#yiv4939673529 div.yiv4939673529photo-title a:active, #yiv4939673529
div.yiv4939673529photo-title a:hover, #yiv4939673529
div.yiv4939673529photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv4939673529
div#yiv4939673529ygrp-mlmsg #yiv4939673529ygrp-msg p a
span.yiv4939673529yshortcuts
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv4939673529
.yiv4939673529green {color:#628c2a;}#yiv4939673529 .yiv4939673529MsoNormal
{margin:0 0 0 0;}#yiv4939673529 o {font-size:0;}#yiv4939673529
#yiv4939673529photos div {float:left;width:72px;}#yiv4939673529
#yiv4939673529photos div div {border:1px solid
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv4939673529
#yiv4939673529photos div label
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv4939673529
#yiv4939673529reco-category {font-size:77%;}#yiv4939673529
#yiv4939673529reco-desc {font-size:77%;}#yiv4939673529 .yiv4939673529replbq
{margin:4px;}#yiv4939673529 #yiv4939673529ygrp-actbar div a:first-child
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv4939673529 #yiv4939673529ygrp-mlmsg
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv4939673529
#yiv4939673529ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv4939673529
#yiv4939673529ygrp-mlmsg select, #yiv4939673529 input, #yiv4939673529 textarea
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv4939673529
#yiv4939673529ygrp-mlmsg pre, #yiv4939673529 code {font:115%
monospace;}#yiv4939673529 #yiv4939673529ygrp-mlmsg *
{line-height:1.22em;}#yiv4939673529 #yiv4939673529ygrp-mlmsg #yiv4939673529logo
{padding-bottom:10px;}#yiv4939673529 #yiv4939673529ygrp-msg p a
{font-family:Verdana;}#yiv4939673529 #yiv4939673529ygrp-msg
p#yiv4939673529attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv4939673529
#yiv4939673529ygrp-reco #yiv4939673529reco-head
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv4939673529 #yiv4939673529ygrp-reco
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv4939673529 #yiv4939673529ygrp-sponsor
#yiv4939673529ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv4939673529
#yiv4939673529ygrp-sponsor #yiv4939673529ov li
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv4939673529
#yiv4939673529ygrp-sponsor #yiv4939673529ov ul {margin:0;padding:0 0 0
8px;}#yiv4939673529 #yiv4939673529ygrp-text
{font-family:Georgia;}#yiv4939673529 #yiv4939673529ygrp-text p {margin:0 0 1em
0;}#yiv4939673529 #yiv4939673529ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv4939673529
#yiv4939673529ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none
!important;}#yiv4939673529