buah dari pohon MUI

---In [email protected], <SADAR@...> wrote :

 Anak-anak Teriak Bunuh Mendikbud, MUI Kecam Penggerak Demo
Selasa, 15 Agustus 2017 | 8:29
 
http://sp.beritasatu.com/home/anak-anak-teriak-bunuh-mendikbud-mui-kecam-penggerak-demo/120033
 Logo MUI (google) 


 Berita Terkait
 §  Rencana PKB Tak Dukung Jokowi karena Program 5 Hari Sekolah Dinilai 
Berlebihan
 §  Menag Berharap Program 5 Hari Sekolah Tak Diterapkan Menyeluruh
  
 [JAKARTA] Ketua Komisi pendidikan dan Kaderisasi MUI Sudarnoto Abdul Hakim 
mengecam penggerak demonstrasi yang melibatkan anak-anak untuk menentang 
kebijakan Lima Hari Sekolah (LHS) dengan teriakan yang sangat mengejutkan 
"bunuh Mendikbud".
 Menurut Sudarnoto, demo tersebut mencerminkan ketidakpedulian terhadap akhlaq 
karimah dan kepribadian luhur yang seharusnya dibangun dan diperkuat oleh 
lembaga pendidikan, para guru, orang tua dan semua pihak.
 "Penggerak demo anak-anak telah mengeksploitasi secara tidak bertanggung jawab 
anak-anak dan merusak prinsip luhur pendidikan sebagaimana yang ditekankan 
dalam Pancasila untuk kepentingan menentang LHS," ujar Sudarnoto di Jakarta, 
Senin (14/8).
 Demo anak-anak yang videonya sudah beredar luas tersebut, kata dia jelas-jelas 
sekali menanamkan benih sikap kekerasan baik kekerasan berpikir, sikap dan 
ucapan di kalangan anak-anak. Menurut dia, ini tidak sekedar merusak atau 
menghancurkan kepribadian anak-anak, akan tetapi juga membahayakan orang lain.
 "Kekerasan dalam bentuk apapun, sangat bertentangan dengan nilai luhur dan 
prinsip ajaran Islam, menentang Pancasila sekaligus merusak martabat. Apa yang 
dilakukan anak-anak saat melakukan demonstrasi, juga merusak cita-cita 
demokrasi," tandas dia.
 Anak anak, lanjut Sudarnoto sejak awal diajari untuk menentang secara all out 
bahkan dengan cara-cara paksaan dan melakukan tindakan kekerasan terhadap siapa 
saja yang pandangan dan sikapnya berbeda. Demonstrasi tersebut mengajarkan 
tindakan-tindakan intimidasi dan teror.
 "Penggerak demo, benar-benar tidsk waras. Seharusnya, anak anak diajari 
kesopanan dan bersikap luhur apalagi sepertinya yang mendemo adalah santri," 
ungkap salah satu Wakil Ketua PP Muhammadiyah ini.
 Dia menyerukan kepada semua guru, pendidik, ustadz, lembaga pendidikan dan 
kekuatan-kekuatan ormas Islam untuk bersedia menentramkan dan menciptakan 
kesejukan agar kehidupan berbangsa dan bernegara bisa berjalan dengan baik, 
terbebas dari intimidasi oleh siapapun, terbebas dari fitnah dan caci maki yang 
akhir-akhir ini muncul siapapun yang melakukan. Rakyat atau masyarakat rindu 
dan membutuhkan keteladanan.
 "Saya berharap info dan video demo anak-anak tersebut adalah hoax. Tapi jika 
benar terjadi, maka otak dan penggeraknya harus diproses secara hukum. Pihak 
yang berwenang harus menelusuri kebenaran berita ini," pungkas dia. [YUS]
  




Kirim email ke