https://news.detik.com/internasional/3600122/tunda-serangan-ke-guam-kim-jong-un-
ingin-awasi-aksi-bodoh-as?_ga=2.173781795.169301627.1502778180-934929991.1502778180
Selasa 15 Agustus 2017, 11:56 WIB
Tunda Serangan ke Guam, Kim Jong-Un
Ingin Awasi Aksi Bodoh AS
Novi Christiastuti - detikNews
Share *0*
<https://news.detik.com/internasional/3600122/tunda-serangan-ke-guam-kim-jong-un-ingin-awasi-aksi-bodoh-as?_ga=2.173781795.169301627.1502778180-934929991.1502778180#>
Tweet
<https://news.detik.com/internasional/3600122/tunda-serangan-ke-guam-kim-jong-un-ingin-awasi-aksi-bodoh-as?_ga=2.173781795.169301627.1502778180-934929991.1502778180#>
Share *0*
<https://news.detik.com/internasional/3600122/tunda-serangan-ke-guam-kim-jong-un-ingin-awasi-aksi-bodoh-as?_ga=2.173781795.169301627.1502778180-934929991.1502778180#>
15 komentar
<https://news.detik.com/internasional/3600122/tunda-serangan-ke-guam-kim-jong-un-ingin-awasi-aksi-bodoh-as?_ga=2.173781795.169301627.1502778180-934929991.1502778180#>
Tunda Serangan ke Guam, Kim Jong-Un Ingin Awasi Aksi Bodoh AS Ilustrasi
(Kiagoos Auliansyah/detikcom)
<https://news.detik.com/internasional/3600122/tunda-serangan-ke-guam-kim-jong-un-ingin-awasi-aksi-bodoh-as?_ga=2.173781795.169301627.1502778180-934929991.1502778180#><https://news.detik.com/internasional/3600122/tunda-serangan-ke-guam-kim-jong-un-ingin-awasi-aksi-bodoh-as?_ga=2.173781795.169301627.1502778180-934929991.1502778180#><https://news.detik.com/internasional/3600122/tunda-serangan-ke-guam-kim-jong-un-ingin-awasi-aksi-bodoh-as?_ga=2.173781795.169301627.1502778180-934929991.1502778180#><https://news.detik.com/internasional/3600122/tunda-serangan-ke-guam-kim-jong-un-ingin-awasi-aksi-bodoh-as?_ga=2.173781795.169301627.1502778180-934929991.1502778180#>
*Pyongyang* - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un menunda serangan
rudal ke Guam, dengan alasan ingin mengawasi tindakan bodoh Amerika
Serikat (AS) lebih lama. Hal ini merujuk pada latihan militer gabungan
yang akan digelar AS dengan sekutunya, Korea Selatan (Korsel), dalam
waktu dekat.
Dalam pernyataan yang dirilis kantor berita resmi Korut, /Korean Central
News Agency/ (KCNA), seperti dilansir /CNN/, Selasa (15/8/2017), Kim
Jong-Un seolah-olah memasrahkan 'bola panas' kepada Presiden AS Donald
Trump.
"Imperialis AS menahan jerat tali di leher mereka karena serangkaian
konfrontasi militer sembrono mereka. Dia (Kim Jong-Un) akan lebih lama
mengawasi aksi bodoh dan tolol Yankees (sebutan untuk AS) dalam
menghadapi masa-masa sulit yang menimpa kumpulan orang-orang mereka yang
menyedihkan," sebut KCNA mengutip pernyataan Kim Jong-Un.
*Baca juga: *Kim Jong-Un Tunda Serangan Rudal ke Guam
<https://news.detik.com/read/2017/08/15/102228/3600006/1148/kim-jong-un-tunda-serangan-rudal-ke-guam>
CNN mengasumsikan, 'tindakan bodoh' yang dimaksud adalah latihan militer
gabungan AS dengan Korsel, yang disebut '/Ulchi-Freedom Guardian/', yang
dijadwalkan akan digelar pada 21 Agustus mendatang. Latihan militer
tahunan ini selalu memicu kemarahan Korut.
Rezim Korut meyakini, AS dan Korsel tengah bersiap untuk melakukan
invasi ke wilayahnya dengan latihan gabungan itu. Namun kedua negara itu
selalu menegaskan bahwa latihan militer itu bersifat defensif, bukan
ofensif.
"Jika aksi unjuk kekuatan menyerang yang telah direncanakan, tetap
dilakukan karena AS semakin sembrono, maka akan menjadi momen bersejarah
paling menyenangkan saat prajurit Hwasong (nama rudal balistik Korut)
menekan batang tenggorokan Yankees dan mengarahkan belati ke leher
mereka," ucap Kim Jong-Un seperti dikutip KCNA.
*Baca juga: *Presiden Korsel: Jangan Ada Perang Lagi di Semenanjung
Korea
<https://news.detik.com/read/2017/08/14/184424/3599508/1148/presiden-korsel-jangan-ada-perang-lagi-di-semenanjung-korea>
Menurut CNN, AS dan Korsel telah mengkonfirmasi bahwa latihan militer
gabungan itu akan tetap berjalan sesuai rencana.
Setelah memeriksa dan membahas rencana serangan ke Guam dengan pejabat
militer Korut, Kim Jong-Un memutuskan menunda serangan hingga waktu yang
tak ditentukan. Namun dia memuji rencana yang disusun militer Korut itu,
dengan menyebutnya sebagai 'rencana yang teliti dan hati-hati'.
Kim Jong-Un memperingatkan AS untuk mengambil tindakan yang tepat agar
tidak memperburuk situasi. "Demi mengurangi ketegangan dan mencegah
konflik militer berbahaya di Semenanjung Korea, diperlukan bagi AS untuk
pertama, memilih opsi yang tepat dan menunjukkannya melalui tindakan,"
imbau Kim Jong-Un seperti dikutip KCNA.
*(nvc/ita)
*