http://internasional.kompas.com/read/2017/08/15/06042401/bagi-isis-perempuan-yazidi-adalah-barang-
dagangan-dan-budak-seks
Bagi ISIS, Perempuan Yazidi adalah "Barang
Dagangan" dan Budak Seks
Kompas.com - 15/08/2017, 06:04 WIB
<javascript:void(0);>
<javascript:void(0);>
<javascript:void(0);>
Perempuan Yazidi dijual oleh kelompok bandit dan teroris Negara Islam di
Irak dan Suriah (ISIS)
Perempuan Yazidi dijual oleh kelompok bandit dan teroris Negara Islam di
Irak dan Suriah (ISIS)(Youtube)
*KOMPAS.com –* INI kisah orang-orang yang mencoba membebaskan para
perempuan <http://indeks.kompas.com/tag/perempuan> Yazidi
<http://indeks.kompas.com/tag/Yazidi> yang ditangkap untuk dijadikan
barang dagangan dan budak seks <http://indeks.kompas.com/tag/budak-seks>
oleh militan Negara Islam di Irak <http://indeks.kompas.com/tag/Irak>
dan Suriah ( ISIS <http://indeks.kompas.com/tag/ISIS>) saat mereka
menyerbu kawasan Irak utara tiga tahun lalu.
Ketika itu ISIS menangkap ribuan perempuan Yazidi. "Bagi ISIS, para
perempuan Yazidi adalah barang dagangan,” kata Dr Mirza Dinnayi.
Dinnayi adalah salah satu perunding yang mengontak milisi tertentu untuk
membebaskan perempuan-perempuan Yazidi yang disekap ISIS.
“Saat ISIS mundur (akibat gempuran kekuatan anti-ISIS), mereka mambawa
serta barang-barang berharga, seperti emas dan uang kontan," kata Dinnayi.
" Perempuan <http://indeks.kompas.com/tag/perempuan>-perempuan yang
mereka sekap juga mereka bawa pergi. Makanya di daerah bekas kekuasaan
ISIS, kami tak menemukan banyak tawanan perempuan. Bagi ISIS, perempuan
bisa dijual," kata Dinnayi.
Dinnayi melacak dan menemukan perempuan-perempuan Yazidi yang melarikan
diri untuk kemudian dirawat dan dibawa ke tempat-tempat perlindungan di
Jerman atau ke negara Eropa lainnya.
Berbeda dengan Dinnayi, Abu Shuja harus mengeluarkan uang untuk
membebaskan perempuan-perempuan Yazidi yang disekap dan diperbudak oleh
ISIS.
Dengan kata lain, ia 'membeli' perempuan Yazidi yang ingin ia bebaskan.
Prosesnya melibatkan perundingan soal harga dan jika disepakati, ia akan
menemui milisi ISIS di Suriah, membayar harga dan kemudian membawa
perempuan tersebut.
"Harga perempuan Yazidi berkisar antara 7.000 hingga 15.000 dollar (atau
sekitar Rp 93 juta hingga Rp 200 juta)," kata Abu Shuja.
Ia menolak bahwa apa yang ia lakukan ini sama saja dengan membantu
kelompok ISIS.
"Uang dari penjualan para perempuan Yazidi tak pernah masuk ke kas
organisasi atau ke para pemimpin mereka," katanya.
"Uang penjualan masuk ke kantong anggota atau milisi di lapangan. Para
pemimpin ISIS tak mengetahui praktik ini."
**
*Nadia Murad Basee Taha, perempuan Yazidi korban kekerasan seksual oleh
kelompok militan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS). Nadia Murad
Basee Taha, perempuan Yazidi korban kekerasan seksual oleh kelompok
militan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS). *
Nadia Murad Basee Taha, perempuan Yazidi korban kekerasan seksual oleh
kelompok militan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS). (BBC/Getty)
*Ada yang tak mau beli*
Menurut Shuja, banyak militan ISIS yang ingin kabur dan meninggalkan
kawasan kekuasaan ISIS.
"Menyekap dan menjual perempuan adalah kejahatan besar. Jika pemimpin
ISIS tahu, pelakunya bisa dihukum berat," kata Abu Shuja.
Lain lagi dengan apa yang dilakukan oleh aktivis bernama Ali Isso. Ia
juga melacak beradaan para perempuan Yazidi yang disekap militan ISIS,
baik di Irak maupun di Suriah.
Tapi ia tidak membeli perempuan yang ia temukan. Semua informasi ia
serahkan kepada lawan ISIS, Angkatan Bersenjata Suriah (SDF) yang
mendapatkan dukungan militer Amerika Serikat.
"SDF adalah entitas yang berwenang untuk menangani kasus-kasus peyekapan
perempuan Yazidi oleh ISIS," kata Isso.
Ada alasan lain mengapa ia menolak membeli perempuan Yazidi yang
ditawarkan militan ISIS.
"Kekhawatiran saya adalah, kita tak pernah tahu apakah yang kita bayar
itu milisi atau hanya perantara," kata Isso.
Upaya untuk membebaskan perempuan-perempuan Yazidi yang disekap ISIS tak
hanya dilakukan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat atau kalangan aktivis.
Pihak keluarga juga secara aktif mencari anggota yang dibawa oleh ISIS,
seperti yang dilakukan oleh Ibrahim Khairo.
Sembilan anggota keluarga dibawa milisi ISIS saat penyerbuan di desanya
tiga tahun lalu.
"Saat itu mereka membawa 600 tawanan perempuan, termasuk sembilan sepupu
saya," kata Khairo.
Para perempuan di desanya sudah bersembunyi, tapi milisi ISIS menemukan
mereka. "Saya tak peduli dengan harta, saya hanya mau anggota-anggota
keluarga saya ditemukan," katanya.
Berbagai pihak mengatakan jumlah perempuan Yazidi yang ditawan ISIS
mencapai antara 2.000 hingga 4.000 orang.
<javascript:void(0);>
<javascript:void(0);>
<javascript:void(0);>
EditorPascal S Bin Saju
SumberBBC Indonesia <http://bbcindonesia.com>,
Tag:
* perempuan <http://indeks.kompas.com/tag/perempuan>
* Irak <http://indeks.kompas.com/tag/Irak>
* Yazidi <http://indeks.kompas.com/tag/Yazidi>
* budak seks <http://indeks.kompas.com/tag/budak-seks>
* ISIS <http://indeks.kompas.com/tag/ISIS>