*Agaknya Jokowi lupa lihat sejarah Mojopahit. Bukankah kerajaan Mojopahit
adalah kerajaan yang *

*memperbudak warganya dan umbu-umbunya Merah Putih dipakai oleh NKRI
sebagai bendera nasional.Contoh sederhana tentang pengaruh perbudakan masa
silam bisa dilihat dalam buku ”Max Havelaar”, yang ditulis oleh Eduard
Douwes Dekker alias Multatuli.*


* Pada tgl 1 Juli 1863 dengan resmi menghapuskan perbudakan. Belanda
mengangkat kaki dari jajahannya ”Hindia Belanda” 70 lalu. Yang berkuasa di
bekas jajahan Belanda (Hindia Belanda) ialah keturunan adalah keturunan
Mojopahit. Penguasa baru ini yaitu rezim NKRI mengirim sejuta lebih
warganegaranya menjadi buruh dalam kondisi kerja budak belian di Arab Saudi
dan negeri-negeri sekitarnta. Di Arab Saudiada kurang lebih satu juta budak
tsb*.



http://nasional.kompas.com/read/2017/08/16/11384791/jokowi--tinggalkan-warisan-kolonialisme



Jokowi: Tinggalkan Warisan Kolonialisme Bermental Budak dan Pecundang

Ambaranie Nadia Kemala Movanita

Kompas.com - 16/08/2017, 11:38 WIB

[image: Presiden Joko Widodo saat hadir dalam sidang tahunan Majelis
Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Tahun 2017di Kompleks Parlemen,
Senayan, Jakarta, Rabu (16/8/2017).]Presiden Joko Widodo saat hadir dalam
sidang tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Tahun
2017di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8/2017).(KOMPAS.com /
GARRY ANDREW LOTULUNG)



*JAKARTA, KOMPAS.com* - Presiden Joko Widodo menyampaikan pidatonya
dalam Sidang
Bersama DPR RI dan DPD RI
<http://indeks.kompas.com/tag/Sidang-Bersama-DPR-RI-dan-DPD-RI> dalam
rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan ke-72 RI di Kompleks Parlemen, Rabu
(16/8/2017).

Dalam pidatonya, Presiden Joko Widodo mengatakan, Indonesia menjadi negara
besar karena telah teruji oleh sejarah. Setelah 72 tahun mereguk
kemerdekaan, Indonesia masih utuh, tidak terpecah.

Namun, Jokowi <http://indeks.kompas.com/tag/Jokowi> meminta agar masa lalu
yang kelam harus ditinggalkan untuk menghadapi masa depan.

"Kita harus meninggalkan warisan kolonialisme, yang menjadikan bangsa kita
bermental budak, karakter rendah diri, pecundang dan selalu pesimis dalam
melihat hari esok," ujar Jokowi.

(Baca juga: Ungkap Capaian Pemerintah, Jokowi Tak Ingin Cepat Berpuas Diri
<http://nasional.kompas.com/read/2017/08/16/11024251/ungkap-capaian-pemerintah-jokowi-tak-ingin-cepat-berpuas-diri>
)

Jokowi mengatakan, bangsa Indonesia harus membuang jauh mental negatif yang
membuat perpecahan di masyarakat. Ini termasuk hal-hal yang membuat sesama
anak bangsa saling mencela, mengejek dan menfitnah.



"Karena kita adalah bersaudara, saudara sebangsa dan setanah air," kata
Jokowi.

Bangsa Indonesia, kata Jokowi, harus membangun fondasi kultural yang kuat.
Masyarakat diminta bersatu menghadapi tantangan dunia yang semakin kompleks
dan ekstrem.

"Hanya bangsa yang cepatlah yang akan memenangi persaingan global," kata
Jokowi.

Kirim email ke