Pada Rabu, 16 Agustus 2017 17:00, "Jonathan Goeij [email protected] 
[GELORA45]" <[email protected]> menulis:
 

     
Umpatan 'bunuh menteri' disebut efek pawai obor 'bunuh Ahok'

  
|  
|  
|  
|   |    |

  |

  |
|  
|    |  
Umpatan 'bunuh menteri' disebut efek pawai obor 'bunuh Ahok'...
 Terlepas dari identitas pedemo yang teriak 'bunuh menteri', psikolog sebut 
remaja sulit menyaring inform...  |   |

  |

  |

 
   
   - 7 jam lalu
   
   - Bagikan artikel ini dengan Facebook
    
   - Bagikan artikel ini dengan Twitter
    
   - Bagikan artikel ini dengan Messenger
    
   - Bagikan artikel ini dengan Email
    
   - Kirim
Hak atas fotoYOUTUBEVideo demonstrasi belasan hingga puluhan anak dan remaja 
yang mengenakan sarung dan kopiah beredar viral di media sosial sejak akhir 
pekan lalu.Membentangkan spanduk penolakan terhadap Peraturan Menteri 
Pendidikan dan Kebudayaan 23/2017 yang mengatur sistem lima hari sekolah atau 
full day school, mereka menyanyikan lagu anak Menanam Jagung yang diubah 
liriknya."Bunuh, bunuh, bunuh menterinya, bunuh menterinya sekarang juga," ujar 
anak-anak itu dalam video.Sejumlah pihak percaya aksi itu dilakukan 
santri-santri dari Nahdlatul Ulama dalam aksi protes full day school pada 7 
Agustus di Lumajang, walau NU membantahnya dan menyebut ada pihak yang ingin 
menyudutkan organisasi Islam itu.   
   - Teriakan anak-anak 'bunuh si Ahok' di pawai obor 'bisa berbahaya'
   - Kasus perundungan di Thamrin City dan sisi gelap menjadi 'penonton'
   - Wacana Mendikbud soal 'sekolah sehari penuh' dikritik di media sosial
Terlepas dari identitas pengunjuk rasa, pakar psikologi dari Universitas Gadjah 
Mada Yogyakarta Amitya Kumara menilai kejadian tersebut tidak terlepas dari 
pawai obor di Jakarta, Mei silam, yang diwarnai umpatan 'bunuh si Ahok'."Kalau 
anak dihasut terus-menerus, hal seperti ini akan menjadi kebiasaan baru karena 
tidak ada teguran atau sanksi. Kelakuan ini mudah melebar, isunya bergeser, 
dulu Ahok sekarang menteri," ujar Amitya kepada BBC Indonesia, Selasa 
(15/08).Menurut Amitya, remaja cenderung bertindak tanpa pikir panjang. Para 
pedemo yang meneriakkan 'bunuh menteri', menurutnya tidak menganalisis 
substansi persoalan, termasuk pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut 
full day school tidak wajib diterapkan semua sekolah."Mereka adalah remaja yang 
tidak punya kemampuan untuk menyaring dan menganalisis duduk persoalan. yang 
penting agresif. Usia segitu mudah dipicu isu yang superficial," kata 
Amitya.Untuk menghentikan fenomena seperti itu, Amitya menyebut seluruh pihak 
perlu mengambil peran. Pendidikan karakter yang konsisten menurutnya merupakan 
kunci memperbaiki perilaku sosial remaja."Sebuah aktivitas harus ada 
konsekuensi. Mengajari karakter tidak dengan hukuman atau disiplin kaku, tapi 
persistence, pemaknaan dan refleksi," ucapnya.Hak atas fotoGETTY IMAGES/ULET 
IFANSASTIImage captionNU menolak program full day school karena menilai 
kebijakan itu akan berdampak negatif ke berbagai pondok pesantren.Dalam 
sejumlah laporan, Sekretaris Jenderal Nahdlatul Ulama Helmy Faishal Zaini 
menyebut para remaja dalam video itu bukanlah santri-santri dari lembaganya 
yang mengikuti demonstrasi Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan Indonesia. 
Helmy menduga sejumlah pihak ingin mengambinghitamkan NU melalui video 
itu.Sementara itu, Sekretaris Kabinet Pramono Anung berharap kepolisian 
menindaklanjuti dugaan ujaran kebencian 'bunuh menteri'. Ia berkata, video itu 
berisi peristiwa nyata alias bukan hoax.Tak hanya itu, Pramono menyebut 
pendidikan karakter vital untuk menjauhkan anak-anak dari kebencian terhadap 
seseorang maupun kelompok tertentu."Kita juga harus memberikan pendidikan 
kepada anak-anak untuk tidak membenci kemudian melakukan tindakan yang 
berlebihan," ujar Pramono kepada pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 
Selasa siang.  #yiv1313105597 #yiv1313105597 -- #yiv1313105597ygrp-mkp 
{border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 
10px;}#yiv1313105597 #yiv1313105597ygrp-mkp hr {border:1px solid 
#d8d8d8;}#yiv1313105597 #yiv1313105597ygrp-mkp #yiv1313105597hd 
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px 
0;}#yiv1313105597 #yiv1313105597ygrp-mkp #yiv1313105597ads 
{margin-bottom:10px;}#yiv1313105597 #yiv1313105597ygrp-mkp .yiv1313105597ad 
{padding:0 0;}#yiv1313105597 #yiv1313105597ygrp-mkp .yiv1313105597ad p 
{margin:0;}#yiv1313105597 #yiv1313105597ygrp-mkp .yiv1313105597ad a 
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv1313105597 #yiv1313105597ygrp-sponsor 
#yiv1313105597ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv1313105597 
#yiv1313105597ygrp-sponsor #yiv1313105597ygrp-lc #yiv1313105597hd {margin:10px 
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv1313105597 
#yiv1313105597ygrp-sponsor #yiv1313105597ygrp-lc .yiv1313105597ad 
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv1313105597 #yiv1313105597actions 
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv1313105597 
#yiv1313105597activity 
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv1313105597
 #yiv1313105597activity span {font-weight:700;}#yiv1313105597 
#yiv1313105597activity span:first-child 
{text-transform:uppercase;}#yiv1313105597 #yiv1313105597activity span a 
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv1313105597 #yiv1313105597activity span 
span {color:#ff7900;}#yiv1313105597 #yiv1313105597activity span 
.yiv1313105597underline {text-decoration:underline;}#yiv1313105597 
.yiv1313105597attach 
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px 
0;width:400px;}#yiv1313105597 .yiv1313105597attach div a 
{text-decoration:none;}#yiv1313105597 .yiv1313105597attach img 
{border:none;padding-right:5px;}#yiv1313105597 .yiv1313105597attach label 
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv1313105597 .yiv1313105597attach label a 
{text-decoration:none;}#yiv1313105597 blockquote {margin:0 0 0 
4px;}#yiv1313105597 .yiv1313105597bold 
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv1313105597 
.yiv1313105597bold a {text-decoration:none;}#yiv1313105597 dd.yiv1313105597last 
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv1313105597 dd.yiv1313105597last p 
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv1313105597 
dd.yiv1313105597last p span.yiv1313105597yshortcuts 
{margin-right:0;}#yiv1313105597 div.yiv1313105597attach-table div div a 
{text-decoration:none;}#yiv1313105597 div.yiv1313105597attach-table 
{width:400px;}#yiv1313105597 div.yiv1313105597file-title a, #yiv1313105597 
div.yiv1313105597file-title a:active, #yiv1313105597 
div.yiv1313105597file-title a:hover, #yiv1313105597 div.yiv1313105597file-title 
a:visited {text-decoration:none;}#yiv1313105597 div.yiv1313105597photo-title a, 
#yiv1313105597 div.yiv1313105597photo-title a:active, #yiv1313105597 
div.yiv1313105597photo-title a:hover, #yiv1313105597 
div.yiv1313105597photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv1313105597 
div#yiv1313105597ygrp-mlmsg #yiv1313105597ygrp-msg p a 
span.yiv1313105597yshortcuts 
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv1313105597 
.yiv1313105597green {color:#628c2a;}#yiv1313105597 .yiv1313105597MsoNormal 
{margin:0 0 0 0;}#yiv1313105597 o {font-size:0;}#yiv1313105597 
#yiv1313105597photos div {float:left;width:72px;}#yiv1313105597 
#yiv1313105597photos div div {border:1px solid 
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv1313105597 
#yiv1313105597photos div label 
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv1313105597
 #yiv1313105597reco-category {font-size:77%;}#yiv1313105597 
#yiv1313105597reco-desc {font-size:77%;}#yiv1313105597 .yiv1313105597replbq 
{margin:4px;}#yiv1313105597 #yiv1313105597ygrp-actbar div a:first-child 
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv1313105597 #yiv1313105597ygrp-mlmsg 
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv1313105597 
#yiv1313105597ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv1313105597 
#yiv1313105597ygrp-mlmsg select, #yiv1313105597 input, #yiv1313105597 textarea 
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv1313105597 
#yiv1313105597ygrp-mlmsg pre, #yiv1313105597 code {font:115% 
monospace;}#yiv1313105597 #yiv1313105597ygrp-mlmsg * 
{line-height:1.22em;}#yiv1313105597 #yiv1313105597ygrp-mlmsg #yiv1313105597logo 
{padding-bottom:10px;}#yiv1313105597 #yiv1313105597ygrp-msg p a 
{font-family:Verdana;}#yiv1313105597 #yiv1313105597ygrp-msg 
p#yiv1313105597attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv1313105597 
#yiv1313105597ygrp-reco #yiv1313105597reco-head 
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv1313105597 #yiv1313105597ygrp-reco 
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv1313105597 #yiv1313105597ygrp-sponsor 
#yiv1313105597ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv1313105597 
#yiv1313105597ygrp-sponsor #yiv1313105597ov li 
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv1313105597 
#yiv1313105597ygrp-sponsor #yiv1313105597ov ul {margin:0;padding:0 0 0 
8px;}#yiv1313105597 #yiv1313105597ygrp-text 
{font-family:Georgia;}#yiv1313105597 #yiv1313105597ygrp-text p {margin:0 0 1em 
0;}#yiv1313105597 #yiv1313105597ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv1313105597 
#yiv1313105597ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none 
!important;}#yiv1313105597 

   

Kirim email ke