Luhut ungkap keengganan putra Presiden Jokowi terlibat proyek pemerintah
Senin, 21 Agustus 2017 15:46 WIB | 913 Views Pewarta: Yashinta DifaMenko Bidang 
Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
 ...kita mau cari manusia seperti apa lagi? Presiden kita ini sudah berani, 
tegas, dan mau mendengar terhadap berbagai masukan 
 Jakarta (ANTARA News) - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar 
Pandjaitan mengungkap keengganan putra pertama Presiden Joko Widodo (Jokowi), 
Gibran Rakabuming Raka, untuk terlibat dalam proyek-proyek pemerintah.

 Pada Ramadan lalu, Luhut yang hadir dalam acara buka puasa dengan Presiden, 
mengaku sempat bertemu Gibran dan menawarinya membantu suplai makanan katering 
untuk proyek-proyek penambangan dan pengolahan minyak lepas pantai.

 "Oh tidak makasih om, saya tidak mau berbisnis dengan pemerintah," ujar Luhut 
menirukan ucapan Gibran saat menjadi pembicara dalam Pertemuan Diaspora 
Indonesia ke-4 (IDN-4 Global Summit) di Jakarta, Senin.

 Alih-alih tertarik dengan tawaran Luhut, Gibran justru menceritakan bisnis 
kulinernya yang semakin berkembang, termasuk Martabak Kota Barat (Markobar) 
yang telah memiliki 21 gerai di 13 kota besar Tanah Air.

 Bahkan Presiden Jokowi menceritakan bahwa Gibran sudah menolak tawaran-tawaran 
katering untuk acara pemerintah sejak dirinya masih menjabat sebagai Wali Kota 
Solo.

 Pengakuan tersebut, menurut Luhut, menunjukkan bahwa Presiden Jokowi dan 
keluarganya terbiasa hidup jujur, bersih, dan sederhana.

 Saat menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Menteri ESDM selama dua bulan, Luhut juga 
mengatakan tidak melihat sedikit pun keterlibatan Presiden Jokowi ataupun 
keluarganya dalam proyek-proyek energi dan sumber daya mineral.

 "Jadi kita mau cari manusia seperti apa lagi? Presiden kita ini sudah berani, 
tegas, dan mau mendengar terhadap berbagai masukan. Dia juga berani memutuskan 
sesuatu dan bertanggungjawab atas keputusannya," ujar Menko Luhut.

 Prinsip transparansi, profesionalitas, dan kerja keras itulah yang menurut 
Luhut membawa perubahan bagi Indonesia semenjak pemerintahan Jokowi.

 Bukan hanya pemerataan pembangunan di berbagai daerah di Tanah Air dan 
pertumbuhan ekonomi yang meningkat hingga lebih dari lima persen, tetapi 
kepercayaan masyarakat kepada pemerintah juga semakin bertambah.

 "Negeri ini kaya, dengan mekanisme pemerintahan yang semakin baik dan aset 
luar biasa termasuk dari diaspora Indonesia, saya yakin sinergi ini akan 
membantu Indonesia berkembang lebih baik lagi," tutur Luhut.

Editor: AA Ariwibowo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Kirim email ke