KrisTan ketua Gemaku ngomong ini sebelum MATAKIN berkata apa2, tetapi apakah sekarang masih berpendapat yang sama?
---In [email protected], <SADAR@...> wrote : Ada pendapat berbeda bahkan dari GEMAKU (Generasi Muda Konghuchu Indonesia) ikut menentang/menolak didirikannya patung Kwan Kong, Guan Yu Chang di Tuban itu. Tapi, bagaimana sikap kita menghadapi kenyataan konkrit, setelah PATUNG itu selesai dibangun tegak berdiri dengan gagahnya di Tuban, bahkan telah diresmikan 17 Juli 2017 lalu oleh Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, dengan dinobatkan sebagai PATUNG DEWA terbesar di Asia Tenggara itu?! Ada-kah jalan keluar yang lebih baik dari keharusan dirobohkan??? Mari kita melihat alasan-alasan yang diajukan kelompok yang menentang/menolak didirikannya patung Kwan Kong di Tuban ini. 1. Cukup menarik yang diajukan GEMAKU ini dengan point, dalam tradisi Khonghucu yang menjadi substansi religiusitas dan spiritualitas seseorang adalah bukan pada penyembahan terhadap benda-benda mati. "Melainkan itu harus diejawantahkan dalam mencontoh prilaku dan meneladani sikap yang ditunjukan oleh Kwan Seng Tee Koen (Kwan Kong) yang kebetulan memang figur yang di anggap sebagai tokoh yang menjunjung tinggi Zhi, Ren, dan Yong yaitu Kebijaksanaan, Cinta kasih, dan Kebenaran," Satu pernyataan yang tepat dan jitu, dengan penekanan pada meneladani sikap Kwan Kong yang telah di Dewa kan itu, bukan pada pemujaan benda mati, patungnya! Tapi, jangan lupa setiap umat dalam pemujaan pada Dewa, atau Tuhannya seringkali harus gunakan gambar atau patung dalam melaksanakan pujaannya itu! Begitulah kita bisa melihat adanya patung Jesus, patung bunda Maria atau hanya salib bagi umat Kristiani. Jadi jelas, kehadiran PATUNG Dewa disini TETAP dibutuhkan bagi banyak umat ber Agama, terkecuali agama Islam yang mengHARAMkan pematungan, gambar bagi umat hidup. 2. Bagi Konghuchu sama sekali tidak dikenal doktrin membangun ikon patung yang megah. Juga TIDAK SALAH! Setujuuu, penekanan dalam mendirikan patung Dewa yang dipuja sesama umatnya itu, bukan pada BESAR, TINGGI dan MEGAH nya, seharusnya diutamakan INDAH dan ANGGUN nya patung itu setelah bergiri tegak! Dilihat sepintas, foto-foto yang tertampilkan didunia internet, saya melihat wajah patung Kwan Kong di Tuban ini, tidak segagah patung Kwan Kong yang penah saya lihat. Entah Pematung yang kurang ahli atau kurang pas dalam mengekspresikan wajah Kwan Kong disitu, setidaknya seperti terlihat wajah sangar yang menyeramkan disitu, … bukan Kwan Kong yang gagah-perkasa dan bijaksana! Tentu dilihat dari sudut keMEGAHan, bisa dinobatkan menjadi patung Dewa tertinggi di Asia-Tenggara, tentu bisa menjadi rasa kebanggaan sekelompok warga bahkan mungkin saja berhasil menyedot lebih banyak turis dinegara tetangga untuk bertamasya ke Tuban, tapi, … kenyataan “KEMEGAHAN” yang dicapai telah menyinggung bahkan menyakiti kelompok warga lain, ini yang kurang mendapatkan perhatian klenteng Kwan Sing Bio saat merancang membangun patung Kwan Kong itu di Tuban. Satu KESALAHAN yang tidak seharusnya terjadi, …! Sebenarnya saja berapa tinggi patung itu dibangun, tidak menjadi persoalan! Selama bangunan itu tidak mengganggu keselamatan dan kenyamanan hidup warga disekitarnya, … Bukankah kenyataan sudah ada patung Bunda Maria di Ambarawa yang dinobatkan menjadi patung Bunda Maria tertinggi didunia, dan selama ini TIDAK PERNAH terdengar diprotes, ditolak apalagi hendak dirobohkan! ( http://www.kompasiana.com/bamset2014/patung-bunda-maria-tertinggi-di-dunia-ada-di-ambarawa_55d22bae719373fe048b4567 ) Jadi, bisa juga dikatakan, patung Kwan Kong di Tuban ini menjadi heboh, hanya karena dipolitisasi, adalah ulah kelompok yang sedang merongrong dan menggoyang kekuasaan Jokowi, dimana terakhir ini pemerintah Jokowi difitnah menjadi antek Asing dan Aseng saja, …! 3. Menghadapi kenyataan Patung Kwan Kong sudah berdiri TEGAK di Tuban dengan menghabiskan biaya lebih 2,5M itu, pemerintah hendaknya bersikap lebih BIJAKSANA dalam menemukan jalan keluar yang terbaik, berlakukan HUKUM dan jangan ragu-ragu menindak tegas kelompok anarkis yang berusaha merusak bahkan merobohkan patung Kwan Kong itu, ... Syukurlah kalau akhirnya patung Kwan Kong itu bisa TETAP TEGAK BERDIRI dengan gagah di Tuban dan sebagai imbalan entah dimana yang dianggap lebih TEPAT dibangun juga patung Raden Wijaya, … Salam, ChanCT Gemaku Tolak Didirikannya Patung Guan Yu Chang di Klenteng Tuban Bayu Primanda Putra http://akurat.co/penulis-Bayu%20Primanda%20Putra Minggu, 06 Agustus 2017 19:18 WIB http://news.akurat.co/id-55561-read-gemaku-tolak-didirikannya-patung-guan-yu-chang-di-klenteng-tuban http://news.akurat.co/id-55561-read-gemaku-tolak-didirikannya-patung-guan-yu-chang-di-klenteng-tuban Bentuk Patung Guan Yu Chang yang telah berdiri sejak 2016 silam di Provinsi Hubei, Tiongkok. istimewa AKURAT.CO, Pembangunan Patung Guan Yu Chang yang bergelar Kwan Seng Tee Koen http://akurat.co/tag-Kwan%20Seng%20Tee%20Koen di dalam Kelenteng Tuban, Jatim, ditentang oleh umat Khonghucu http://akurat.co/tag-Khonghucuyang tergabung dalam Generasi Muda Khonghucu http://akurat.co/tag-Khonghucu Indonesia. Ketua Presidium Generasi Muda Khonghucu http://akurat.co/tag-Khonghucu Indonesia (gemaku.org) Kris Tan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu(6/8), menyatakan pembangunan patung http://akurat.co/tag-patung di dalam Kompleks Kelenteng Tuban http://akurat.co/tag-Tuban merupakan sikap yang tidak peka terhadap keutuhan berbangsa dan bernegara. "Tuduhan yang beredar bahwa itu diprakarsai oleh umat Khonghucu http://akurat.co/tag-Khonghucu adalah sebuah kekeliruan dan fitnah besar bagi penganut Khonghucu," katanya. Ia menegaskan, dalam tradisi ajaran leluhur Tionghoa sama sekali tidak dikenal doktrin membangun ikon patung http://akurat.co/tag-patung yang megah dan absurd yang bahkan menuju pada praktik-praktik menduakan Tuhan Yang Maha Esa. Menurut dia, dalam tradisi Khonghucu http://akurat.co/tag-Khonghucu yang menjadi substansi religiusitas dan spiritualitas seseorang adalah bukan pada penyembahan terhadap benda-benda mati. "Melainkan itu harus diejawantahkan dalam mencontoh prilaku dan meneladani sikap yang ditunjukan oleh Kwan Seng Tee Koen http://akurat.co/tag-Kwan%20Seng%20Tee%20Koen (Kwan Kong) yang kebetulan memang figur yang di anggap sebagai tokoh yang menjunjung tinggi Zhi, Ren, dan Yong yaitu Kebijaksanaan, Cinta kasih, dan Kebenaran," katanya. Fenomena pengkultusan yang berlebihan kata dia, justru telah menodai doktrin utama ajaran leluhur Tionghoa yang menyatakan "Tiada tempat lain meminta doa kecuali kepada Tian Tuhan Yang Maha Esa. "Maka Generasi Muda Khonghucu http://akurat.co/tag-Khonghucu Indonesia gemaku.org mengimbau dan mendesak pihak Kelenteng Tuban http://akurat.co/tag-Tuban untuk segera membatalkan rencana atau membongkar patung http://akurat.co/tag-patung tersebut karena sama sekali tidak sesuai dengan prinsip tradisi etnis Tionghoa yang mengedepankan kemanusiaan dan cinta kasih. Dan daripada mencederai kehidupan berbangsa maka sebaiknya segera patung http://akurat.co/tag-patung tersebut di bongkar saja," katanya. Ia menjelaskan bahwa ketika Kwan Seng Tee Koen http://akurat.co/tag-Kwan%20Seng%20Tee%20Koen menjadi gubernur di daerah Jingzhou justru menganjurkan pada seluruh pengikutnya untuk menghargai apa yang memang menjadi aturan rakyat Jingzhou. Kwan Seeng Tee Koen juga merupakan salah seorang tokoh yang mengajarkan seseorang harus mengabdi dan cinta pada tanah air yang ditinggali olehnya dimanapun dia berada. "Jika patung http://akurat.co/tag-patung tersebut justru mencederai prinsip berbangsa maka Shen Ming Kwan Seng Tee Koen http://akurat.co/tag-Kwan%20Seng%20Tee%20Koen pun dipastikan tidak akan pernah sependapat jika dirinya disejajarkan dengan Sang Pencipta sebab ia adalah tokoh yang justru dijunjung tinggi karena kesetiaannya kepada persahabatan sejati dan patriotisme dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung," katanya. Sementara soal pernyataan yang mengkaitkan Partai Komunis http://akurat.co/tag-Partai%20Komunis Tiongkok http://akurat.co/tag-Tiongkokdengan patung http://akurat.co/tag-patung tersebut kata dia, adalah hal yang absurd karena zaman pada saat Kwan Seng Tee Koen http://akurat.co/tag-Kwan%20Seng%20Tee%20Koen hidup justru Republik Rakyat Tiongkok http://akurat.co/tag-Tiongkok yang didirikan oleh Partai Komunis http://akurat.co/tag-Partai%20Komunis Tiongkok http://akurat.co/tag-Tiongkok belum lahir dan belum ada. "Bahkan kakeknya ketua Mao Zedong pun belum lahir pada zaman dan era Kwan Seng Tee Koen http://akurat.co/tag-Kwan%20Seng%20Tee%20Koen hidup yaitu pada zaman dinasti Han akhir yang dikenal pada zaman Sam Kok http://akurat.co/tag-Sam%20Kok (Three Kingdom) pada tahun 221 M," katanya. Oleh karena itu Generasi Muda Khonghucu http://akurat.co/tag-Khonghucu Indonesia(gemaku.org) mengimbau kepada seluruh etnis Tionghoa Indonesia untuk selalu meneladani sikap Kwan Seng Tee Koen http://akurat.co/tag-Kwan%20Seng%20Tee%20Koen dengan sikap terpuji dan rasional dengan teladan prilaku, bukan justru menyembah patung http://akurat.co/tag-patung dan menduakan sang Pencipta. Sebelumnya patung http://akurat.co/tag-patung dewa raksasa di Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban http://akurat.co/tag-Tubanmenghebohkan lini masa selain karena ukurannya yang menjulang hampir 30 m juga karena ternyata belum mengantongi izin dari Pemda setempat. Patung Kong Co Kwan Sing Tee Koen itu berdiri gagah di sebelah selatan lokasi area parkir kompleks kelenteng dan diinformasikan menghabiskan dana Rp2,5 miliar untuk pembangunannya.[]
