Rupanya suaranya GEMAKU kurang bergema di MATAKIN.
MATAKIN keluari pernyataan lain.

2017-08-22 6:23 GMT+02:00 Chalik Hamid [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:

>
>
>
>
> Pada Selasa, 22 Agustus 2017 4:03, "[email protected] [GELORA45]" <
> [email protected]> menulis:
>
>
>
>
> KrisTan ketua Gemaku ngomong ini sebelum MATAKIN berkata apa2, tetapi
> apakah sekarang masih berpendapat yang sama?
>
> ---In [email protected], <SADAR@...> wrote :
>
> Ada pendapat berbeda bahkan dari GEMAKU (Generasi Muda Konghuchu
> Indonesia) ikut menentang/menolak didirikannya patung Kwan Kong, Guan Yu
> Chang di Tuban itu. Tapi, bagaimana sikap kita menghadapi kenyataan
> konkrit, setelah PATUNG itu selesai dibangun tegak berdiri dengan gagahnya
> di Tuban, bahkan telah diresmikan 17 Juli 2017 lalu oleh Ketua MPR RI
> Zulkifli Hasan, dengan dinobatkan sebagai PATUNG DEWA terbesar di Asia
> Tenggara itu?! Ada-kah jalan keluar yang lebih baik dari keharusan
> dirobohkan??? Mari kita melihat alasan-alasan yang diajukan kelompok yang
> menentang/menolak didirikannya patung Kwan Kong di Tuban ini. 1.      Cukup
> menarik yang diajukan GEMAKU ini dengan point, dalam tradisi Khonghucu
> yang menjadi substansi religiusitas dan spiritualitas seseorang adalah
> bukan pada penyembahan terhadap benda-benda mati. "Melainkan itu harus
> diejawantahkan dalam mencontoh prilaku dan meneladani sikap yang ditunjukan
> oleh Kwan Seng Tee Koen (Kwan Kong) yang kebetulan memang figur yang di
> anggap sebagai tokoh yang menjunjung tinggi Zhi, Ren, dan Yong yaitu
> Kebijaksanaan, Cinta kasih, dan Kebenaran," Satu pernyataan yang tepat
> dan jitu, dengan penekanan pada meneladani sikap Kwan Kong yang telah di
> Dewa kan itu, bukan pada pemujaan benda mati, patungnya! Tapi, jangan lupa
> setiap umat dalam pemujaan pada Dewa, atau Tuhannya seringkali harus
> gunakan gambar atau patung dalam melaksanakan pujaannya itu! Begitulah kita
> bisa melihat adanya patung Jesus, patung bunda Maria atau hanya salib bagi
> umat Kristiani. Jadi jelas, kehadiran PATUNG Dewa disini TETAP dibutuhkan
> bagi banyak umat ber Agama, terkecuali agama Islam yang mengHARAMkan
> pematungan, gambar bagi umat hidup.2.     Bagi Konghuchu sama sekali
> tidak dikenal doktrin membangun ikon patung yang megah. Juga TIDAK SALAH!
> Setujuuu, penekanan dalam mendirikan patung Dewa yang dipuja sesama umatnya
> itu, bukan pada BESAR, TINGGI dan MEGAH nya, seharusnya diutamakan INDAH
> dan ANGGUN nya patung itu setelah bergiri tegak! Dilihat sepintas,
> foto-foto yang tertampilkan didunia internet, saya melihat wajah patung
> Kwan Kong di Tuban ini, tidak segagah patung Kwan Kong yang penah saya
> lihat. Entah Pematung yang kurang ahli atau kurang pas dalam
> mengekspresikan wajah Kwan Kong disitu, setidaknya seperti terlihat wajah
> sangar yang menyeramkan disitu, … bukan Kwan Kong yang gagah-perkasa dan
> bijaksana!Tentu dilihat dari sudut keMEGAHan, bisa dinobatkan menjadi
> patung Dewa tertinggi di Asia-Tenggara, tentu bisa menjadi rasa kebanggaan
> sekelompok warga bahkan mungkin saja berhasil menyedot lebih banyak turis
> dinegara tetangga untuk bertamasya ke Tuban, tapi, … kenyataan “KEMEGAHAN”
> yang dicapai telah menyinggung bahkan menyakiti kelompok warga lain, ini
> yang kurang mendapatkan perhatian klenteng Kwan Sing Bio saat merancang
> membangun patung Kwan Kong itu di Tuban. Satu KESALAHAN yang tidak
> seharusnya terjadi, …!Sebenarnya saja berapa tinggi patung itu dibangun,
> tidak menjadi persoalan! Selama bangunan itu tidak mengganggu keselamatan
> dan kenyamanan hidup warga disekitarnya, … Bukankah kenyataan sudah ada
> patung Bunda Maria di Ambarawa yang dinobatkan menjadi patung Bunda Maria
> tertinggi didunia, dan selama ini TIDAK PERNAH terdengar diprotes, ditolak
> apalagi hendak dirobohkan!( http://www.kompasiana.com/
> bamset2014/patung-bunda-maria-tertinggi-di-dunia-ada-di-ambarawa_
> 55d22bae719373fe048b4567 )Jadi, bisa juga dikatakan, patung Kwan Kong di
> Tuban ini menjadi heboh, hanya karena dipolitisasi, adalah ulah kelompok
> yang sedang merongrong dan menggoyang kekuasaan Jokowi, dimana terakhir ini
> pemerintah Jokowi difitnah menjadi antek Asing dan Aseng saja, …!3.     
> Menghadapi
> kenyataan Patung Kwan Kong sudah berdiri TEGAK di Tuban dengan menghabiskan
> biaya lebih 2,5M itu, pemerintah hendaknya bersikap lebih BIJAKSANA dalam
> menemukan jalan keluar yang terbaik, berlakukan HUKUM dan jangan ragu-ragu
> menindak tegas kelompok anarkis yang berusaha merusak bahkan merobohkan
> patung Kwan Kong itu, ... Syukurlah kalau akhirnya patung Kwan Kong itu
> bisa TETAP TEGAK BERDIRI dengan gagah di Tuban dan sebagai imbalan entah
> dimana yang dianggap lebih TEPAT dibangun juga patung Raden Wijaya, …
> Salam,ChanCT   Gemaku Tolak Didirikannya Patung Guan Yu Chang di Klenteng
> Tuban
> Bayu Primanda Putra <http://akurat.co/penulis-Bayu%20Primanda%20Putra>
> Minggu, 06 Agustus 2017 19:18 WIB
> http://news.akurat.co/id-55561-read-gemaku-tolak-
> didirikannya-patung-guan-yu-chang-di-klenteng-tuban
> [image: image]Bentuk Patung Guan Yu Chang yang telah berdiri sejak 2016
> silam di Provinsi Hubei, Tiongkok. *istimewa*
> *AKURAT.CO <http://AKURAT.CO>,* Pembangunan Patung Guan Yu Chang yang
> bergelar Kwan Seng Tee Koen
> <http://akurat.co/tag-Kwan%20Seng%20Tee%20Koen> di dalam Kelenteng Tuban,
> Jatim, ditentang oleh umat Khonghucu <http://akurat.co/tag-Khonghucu>yang
> tergabung dalam Generasi Muda Khonghucu <http://akurat.co/tag-Khonghucu>
> Indonesia.
>
> Ketua Presidium Generasi Muda Khonghucu <http://akurat.co/tag-Khonghucu>
> Indonesia (gemaku.org) Kris Tan dalam keterangan tertulis di Jakarta,
> Minggu(6/8), menyatakan pembangunan patung <http://akurat.co/tag-patung>
> di dalam Kompleks Kelenteng Tuban <http://akurat.co/tag-Tuban> merupakan
> sikap yang tidak peka terhadap keutuhan berbangsa dan bernegara.
>
> "Tuduhan yang beredar bahwa itu diprakarsai oleh umat Khonghucu
> <http://akurat.co/tag-Khonghucu> adalah sebuah kekeliruan dan fitnah
> besar bagi penganut Khonghucu," katanya.
>
> Ia menegaskan, dalam tradisi ajaran leluhur Tionghoa sama sekali tidak
> dikenal doktrin membangun ikon patung <http://akurat.co/tag-patung> yang
> megah dan absurd yang bahkan menuju pada praktik-praktik menduakan Tuhan
> Yang Maha Esa.
>
> Menurut dia, dalam tradisi Khonghucu <http://akurat.co/tag-Khonghucu>
> yang menjadi substansi religiusitas dan spiritualitas seseorang adalah
> bukan pada penyembahan terhadap benda-benda mati.
>
> "Melainkan itu harus diejawantahkan dalam mencontoh prilaku dan meneladani
> sikap yang ditunjukan oleh Kwan Seng Tee Koen
> <http://akurat.co/tag-Kwan%20Seng%20Tee%20Koen> (Kwan Kong) yang
> kebetulan memang figur yang di anggap sebagai tokoh yang menjunjung tinggi
> Zhi, Ren, dan Yong yaitu Kebijaksanaan, Cinta kasih, dan Kebenaran,"
> katanya.
>
> Fenomena pengkultusan yang berlebihan kata dia, justru telah menodai
> doktrin utama ajaran leluhur Tionghoa yang menyatakan "Tiada tempat lain
> meminta doa kecuali kepada Tian Tuhan Yang Maha Esa.
>
> "Maka Generasi Muda Khonghucu <http://akurat.co/tag-Khonghucu> Indonesia
> gemaku.org mengimbau dan mendesak pihak Kelenteng Tuban
> <http://akurat.co/tag-Tuban> untuk segera membatalkan rencana atau
> membongkar patung <http://akurat.co/tag-patung> tersebut karena sama
> sekali tidak sesuai dengan prinsip tradisi etnis Tionghoa yang
> mengedepankan kemanusiaan dan cinta kasih. Dan daripada mencederai
> kehidupan berbangsa maka sebaiknya segera patung
> <http://akurat.co/tag-patung> tersebut di bongkar saja," katanya.
>
> Ia menjelaskan bahwa ketika Kwan Seng Tee Koen
> <http://akurat.co/tag-Kwan%20Seng%20Tee%20Koen> menjadi gubernur di
> daerah Jingzhou justru menganjurkan pada seluruh pengikutnya untuk
> menghargai apa yang memang menjadi aturan rakyat Jingzhou.
>
> Kwan Seeng Tee Koen juga merupakan salah seorang tokoh yang mengajarkan
> seseorang harus mengabdi dan cinta pada tanah air yang ditinggali olehnya
> dimanapun dia berada.
>
> "Jika patung <http://akurat.co/tag-patung> tersebut justru mencederai
> prinsip berbangsa maka Shen Ming Kwan Seng Tee Koen
> <http://akurat.co/tag-Kwan%20Seng%20Tee%20Koen> pun dipastikan tidak akan
> pernah sependapat jika dirinya disejajarkan dengan Sang Pencipta sebab ia
> adalah tokoh yang justru dijunjung tinggi karena kesetiaannya kepada
> persahabatan sejati dan patriotisme dimana bumi dipijak di situ langit
> dijunjung," katanya.
>
> Sementara soal pernyataan yang mengkaitkan Partai Komunis
> <http://akurat.co/tag-Partai%20Komunis> Tiongkok
> <http://akurat.co/tag-Tiongkok>dengan patung <http://akurat.co/tag-patung>
> tersebut kata dia, adalah hal yang absurd karena zaman pada saat Kwan
> Seng Tee Koen <http://akurat.co/tag-Kwan%20Seng%20Tee%20Koen> hidup
> justru Republik Rakyat Tiongkok <http://akurat.co/tag-Tiongkok> yang
> didirikan oleh Partai Komunis <http://akurat.co/tag-Partai%20Komunis>
> Tiongkok <http://akurat.co/tag-Tiongkok> belum lahir dan belum ada.
>
> "Bahkan kakeknya ketua Mao Zedong pun belum lahir pada zaman dan era Kwan
> Seng Tee Koen <http://akurat.co/tag-Kwan%20Seng%20Tee%20Koen> hidup yaitu
> pada zaman dinasti Han akhir yang dikenal pada zaman Sam Kok
> <http://akurat.co/tag-Sam%20Kok> (Three Kingdom) pada tahun 221 M,"
> katanya.
>
> Oleh karena itu Generasi Muda Khonghucu <http://akurat.co/tag-Khonghucu>
> Indonesia(gemaku.org) mengimbau kepada seluruh etnis Tionghoa Indonesia
> untuk selalu meneladani sikap Kwan Seng Tee Koen
> <http://akurat.co/tag-Kwan%20Seng%20Tee%20Koen> dengan sikap terpuji dan
> rasional dengan teladan prilaku, bukan justru menyembah patung
> <http://akurat.co/tag-patung> dan menduakan sang Pencipta.
>
> Sebelumnya patung <http://akurat.co/tag-patung> dewa raksasa di Kelenteng
> Kwan Sing Bio Tuban <http://akurat.co/tag-Tuban>menghebohkan lini masa
> selain karena ukurannya yang menjulang hampir 30 m juga karena ternyata
> belum mengantongi izin dari Pemda setempat.
>
> Patung Kong Co Kwan Sing Tee Koen itu berdiri gagah di sebelah selatan
> lokasi area parkir kompleks kelenteng dan diinformasikan menghabiskan dana
> Rp2,5 miliar untuk pembangunannya.[]
>
>
>
> 
>

Kirim email ke