http://news.liputan6.com/read/3064205/3-pekerja-pt-freeport-diduga-tertembak-saat-unjuk-rasa




3 Pekerja PT Freeport Diduga Tertembak Saat Unjuk Rasa


Katharina Janur <http://www.liputan6.com/me/katharina.janur>

20 Agu 2017, 13:12 WIB





Unjuk rasa mantan karyawan PTFI di cek point 28 Kota Timika

*Liputan6.com, Jayapura* Tiga orang pekerja PT Freeport
<https://news.liputan6.com/read/3063930/polda-papua-kantongi-nama-provokator-aksi-anarkistis-di-freeport>
Indonesia (PTFI) diduga kena tembakan senjata api, saat pembubaran unjuk
rasa dari 1000-an pekerja PTFI yang dirumahkan.

Tiga orang tersebut adalah Sapsuha Sahadil yang terkena luka tembak di
bagian pantat, lalu John Yawang terkena luka tembak di ibu jari kaki kiri
dan mendapatkan tiga jahitan, kemudian Yudas yang terkena luka tembakan di
kaki kiri di atas tumit.

Baca Juga

   -

   Ribuan Karyawan Freeport Ngamuk Bakar 2 Trailer
   
<http://news.liputan6.com/read/3063979/ribuan-karyawan-freeport-ngamuk-bakar-2-trailer>
   -

   1.000 Mantan Karyawan Freeport Mengamuk di Mile 28, Ada Apa?
   
<http://regional.liputan6.com/read/3063637/1000-mantan-karyawan-freeport-mengamuk-di-mile-28-ada-apa>
   -

   Ini Senjata yang Memperkuat OPM Yapen Selama di Hutan
   
<http://regional.liputan6.com/read/3062935/ini-senjata-yang-memperkuat-opm-yapen-selama-di-hutan>

Tak hanya itu, istri pekerja yang ikut berunjuk rasa bernama Ansye Lumenta
terkena pukulan petugas keamanan dan mengakibatkan luka pada tangan kiri
dan kaki.

Hingga kini, ketiga pekerja dan istri pekerja Freeport
<https://regional.liputan6.com/read/3063637/1000-mantan-karyawan-freeport-mengamuk-di-mile-28-ada-apa>
itu masih dirawat di RSUD Mimika.

Sekretaris Hubungan Industrial Serikat Pekerja PTFI, Tri Puspital
menyebutkan, penembakan terjadi saat polisi membubarkan massa di Check
Point 28, pukul 18.00 WIT, Sabtu 19 Agustus 2017. Saat massa sedang
berzikir, polisi melepaskan tembakan peringatan dan menyemprotkan air
dengan *water canon* ke arah pekerja dan disusul dengan tembakan rentetan
untuk membubarkan massa.

Ribuan pekerja tersebut sempat mengamuk dan merusak sejumlah kendaraan
serta membakar kontainer dan mobil tangki air saat unjuk rasa
<https://regional.liputan6.com/read/3062641/ada-12-peluru-di-lokasi-penembakan-mobil-di-area-freeport>
.

"Aksi ini dilakukan karena berlarutnya proses penyelesaian dari program
Furlough (merumahkan) dan PHK sepihak, terhadap mogok kerja yang sah,
sehingga berdampak pada keresahan di kalangan pekerja PTFI, privatisasi dan
kontraktor," kata Tri yang dihubungi *Liputan6.com*, Minggu (20/8/2017).

Sampai siang ini, karyawan tidak ada lagi yang berkumpul. Sementara aparat
kepolisian membongkar posko pekerja yang berada di Jalan Pendidikan Mimika.

Untuk itu, pihaknya mendesak agar pemerintah sebagai aparatur negara,
khususnya Menteri Tenaga Kerja serta Dinas Tenaga Kerja Provinsi Papua
berani untuk menindak PTFI jika ada pelanggaran norma ketenagakerjaan.

"Pemerintah jangan hanya berani menindak perusahaan kecil dan menengah.
Kami yakin, jika pemerintah berani berikan sanksi untuk Freeport, maka
tidak sampai terjadi hal seperti ini," jelas Tri.

Dalam merumahkan karyawan itu, PTFI tak pernah berunding dengan serikat
pekerja dan langsung merumahkan 300 pekerja pada 10 Febuari 2017. Anehnya,
saat itu tak ada kejelasan transparansi kriteria dalam pemilihan pekerja
yang akan dirumahkan.

"Kami menduga merumahkan pekerja yang dilakukan peusahaan adalah PHK yang
terselubung sebelum dilakukan PHK yang sebenarnya," jelas Tri.

Pihaknya mencatat, sampai saat ini pekerja yang dirumahkan mencapai 8.100
orang dan ribuan pekerja lainnya masih menunggu kepastian tentang nasib
mereka.

Sementara itu, Humas PTFI Riza Pratama menyebutkan, unjuk rasa kemarin
dimulai pada Check Point 28 dan bergerak kearah Terminal Gorong-gorong
Timika.

"Unjuk rasa ini telah berakhir pukul 23.00 WIT dan situasi telah diambil
alih oleh aparat keamanan dan mengambil alih lokasi yang dijadikan unjuk
rasa, baik di Check Point 28 dan Gorong-Gorong," kata Riza dalam surat
elektroniknya.

Dalam kejadian tersebut, dua operator mengalami cedera ringan dan telah
dirawat di RS Kuala Kencana.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak
kepolisian setempat.

Kirim email ke