http://www.antaranews.com/berita/648118/pelantang-suara-mesjid-di-qinghai-diturunkan-hindari-polusi-suara
*Pelantang suara mesjid di Qinghai diturunkan
*
*hindari polusi suara*
Selasa, 22 Agustus 2017 14:57 WIB | 595 Views
Pewarta: M Irfan Ilmie
Pelantang suara mesjid di Qinghai diturunkan hindari polusi suara
Ilustrasi mesjid. (wikipedia.org)
Beijing (ANTARA News) - Pemerintah Kota Otonomi Hualong, Provinsi
Qinghai, China, menurunkan lebih dari 1.000 unit pelantang atau pengeras
suara dari sejumlah masjid guna menghindari polusi suara, demikian
laporan media lokal, Haidong Times.
Sejumlah pelantang itu diturunkan dari 355 masjid di kota wilayah barat
laut daratan Tiongkok yang mayoritas penduduknya muslim itu dalam waktu
tiga hari, demikian laporan Haidong Times, Jumat (18/8), yang belakangan
sudah dihapus itu namun menurut Global Times cuplikan gambar
(/screenshot/) laporan itu masih beredar dalam jaringan.
Jajaran pemerintah Hualong bersama-sama Asosiasi Islam di China (CIA)
setempat mengatasi persoalan polusi suara dari sejumlah masjid.
Pengawas lingkungan pemerintah daerah setempat menerima keluhan atau
komplain dari warga masyarakat terkait polusi suara yang ditimbulkan
pelantang di beberapa masjid pada tahun ini, demikian Global Times, di
Beijing, Selasa.
Pemerintah Distrik Ledu, Kota Haidong, pada bulan ini memublikasikan
imbauan pengawas setempat mengenai kasus polusi suara di salah satu
masjid di Niambo, terutama pada malam hari.
Keluhan lain mengenai polusi suara di wilayah barat laut China itu pada
tahun ini semakin banyak.
Warga yang tinggal di dekat masjid mengeluhkan suara azan Subuh dan
dalam beberapa kasus dianggap memperburuk kondisi penderita penyakit
jantung.
Lembaga perlindungan sosial masyarakat biasannya langsung bertindak
untuk mengatasi hal itu.
Menjalankan ibadah tidak dilarang dan umat Islam di segala penjuru
daratan China dapat dengan bebas mengerjakan ritual keagamaan, demikian
menurut harian milik partai berkuasa di China itu.
Penurunan pelantang di Hualong itu memang menimbulkan kekecewaan dari
beberapa pemeluk agama Islam, namun beberapa pengguna internet menyambut
positif solusi mengatasi polusi suara itu dan mendorong pemerintah
daerah setempat bertindak adil.
Global Times mendapati penggunaan pelantang suara telah menimbulkan
kontroversi di sejumlah negara, termasuk negara Islam atau negara
berpenduduk mayoritas muslim.
Bahkan harian tersebut mengutip laporan Kantor Berita AFP bahwa pada
2012 Wakil Presiden RI Boediono menyerukan penurunan pelantang di masjid
setelah adanya keluhan dari masyarakat sekitar.
Pemerintah Arab Saudi melarang masjid menggunakan pelantang pada shalat
malam bulan Ramadhan tahun 2012 sebagaimana laporan Arab News.
Sementara itu, di beberapa mesjid di Kota Beijing, pelantang suaranya
hanya terdengar jemaah yang berada di dalam bangunan utama masjid.
Kalaupun muazin menyuarakan azan di luar pintu utama bangunan mesjid,
maka suara pelantang hanya terdengar di bagian dalam saja.
Apalagi rata-rata halaman mesjid di Beijing sangat luas dan dikelilingi
pagar tinggi sehingga jangan harap Anda yang berada di luar areal masjid
akan mendengarkan suara azan dan ritual lainnya.
Editor: Ade Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2017