Sofyan ini lagi ngelindur atau lagi mimpi beneran? Kalau rakyat mau beli sahamnya ya rakyat bisa lakukan sendiri. Wong kalau sahamnya sudah diperjualbelikan di bursa saham, jelas akan diperjualbelikan oleh rakyat.
Mau maksa rakyat beli saham kalau IPO? Ini mah kebangetan! Kenapa ente gak palakin yg kaya2 utk beli saham divestasi itu? Sekali lagi tenang saja. kalau freeport Indonesia sudah jadi perusahaan public, rakyat akan dengan sendirinya bisa jual beli saham2nya. Gak usah disuruh2 atau dikasih2. Mana ada saham perusahaan dikasih2. Logika proses nya kan sangat sederhana. Kalau setelah RI menjadi pemegang mayoritas 51%, ya terserah RI mau diapakan kan saham2nya. Kalau dijual 25% saham2 ini dari 51% itu kan RI jadi minoritas lagi? Gimana bisa feasible jalan pikiran sofyan ini? Kalau gak ada duit utk beli saham divestasi itu ya mbok pinter2 mainin freeport mcmorran yg dipusat sana. Moso’ disuruh ngambil duit dari pasar modal yg akan bikin RI jadi pemegang saham minoritas? Selain kalau memang maunya RI sbg pemegang saham minoritas, ngapain pusing2 dgn kepemilikan 51%? Ayo pikirin mau diapain kalau freeport sdh masuk ke Indonesia dalam bentuk 51% saham? Ini yg harus dipikirkan bangsa Indonesia. Bukannya ribut2 dgn pro dan kontra nya. Dulu maunya begitu. Sekarang lain lagi. Mau apa Indonesia? Pikirin baik2 cost and benefitnya baik kwantitas maupun kwalitatif. Ini bisa dianalisa baik2. Orang Indonesia mampu. Hanya gimana political will nya. Bikinlah keputusan yg bener! Nesare From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Saturday, September 2, 2017 10:44 AM To: [email protected] Subject: [GELORA45] Sofjan Wanandi : Realistisnya 25% Saham Freeport Masuk Pasar Modal Sofjan Wanandi : Realistisnya 25% Saham Freeport Masuk Pasar Modal <http://kabar24.bisnis.com/read/20170831/15/685795/sofjan-wanandi-realistisnya-25-saham-freeport-masuk-pasar-modal> 31 / 2017 00:59 WIB Oleh :Irene Agustine <http://img.bisnis.com/thumb/posts/2017/08/31/685795/world-bank_bank-dunia_kim.jpg?w=600&h=400> Wapres JK mengantar rombongan Presiden World Bank Jim Yong Kim bersama Kepala Setwapres Mohammad Oemar (kiri) dan Ketua Tim Ahli Wakil Presiden Sofjan Wanandi (paling kanan), di Kantor Wakil Presiden, Rabu (26/7/2017). - Bisnis/Irene Agustine Kabar24.com, JAKARTA -- Ketua Tim Ahli Wakil Presiden Sofjan Wanandi menilai opsi divestasi saham PT Freeport Indonesia (PTFI) yang paling realistis adalah dengan menyerahkan sebagian kepemilikan untuk swasta atau lewat pasar modal. Dia menilai pemerintah pusat dan daerah hanya membeli saham Freeport dengan limit tertentu, sehingga opsi menyerahkan sebagian saham ke pasar modal sangat terbuka. "Sebagian kita harus go public itu baru kita ada uang. Kalau enggak bayangkan ya, dia itu kan minta perpanjangan karena ada investasi yang cukup besar, mulai dengan smelter dan eksplorasi dibawah tanah untuk emas," katanya, di Kantor Wakil Presiden, Rabu (30/8/2017). Dengan perkiraan valuasi saham PTFI yang tinggi, dia memprediksi pemerintah pusat hanya mampu menambah kepemilikan sebesar 10% dari kepemilikan saat ini 9%. Ditambah dengan pemerintah daerah, maka total pemerintah menguasai saham freeport diperkirakan mencapai maksimal 25%. "Pokoknya kita setuju 51% saham sebagian itu boleh go public. Realistisnya harus go public, kerena kita gak punya uang," jelasnya Saat ini, dia mengatakan kedua belah pihak sedang menghitung nilai saham PTFI. Adapun, menurutnya divestasi akan dilakukan secara bertahap, tidak bisa langsung terlihat pada tahun ini. Setelah melalui serangkaian perundingan, pemerintah dan PTFI telah mencapai kesepakatan final yang mencakup berubahnya status Freeport dari Kontrak Karya (KK) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK), divestasi saham 51% untuk kepemilikan nasional, pembangunan smelter selama 5 tahun, stabilitas penerimaan negara dan perpanjangan masa operasi maksimal 2x10 tahun hingga tahun 2041 apabila PTFI memenuhi semua ketentuan diatas. Tag : <http://kabar24.bisnis.com/read/20170831/15/685795/sofjan-wanandi-realistisnya-25-saham-freeport-masuk-pasar-modal> Freeport
