aPakah suara dubes ri untuk Myanmar ini merupakan suara resmi pemerintah 
RI?HOMEPAGE / DUNIA ISLAM / APA??? DUBES RI UNTUK MYANMAR NYATAKAN TIDAK ADA 
PEMBANTAIAN MUSLIM DI ROHINGYA???
Apa??? Dubes RI Untuk Myanmar Nyatakan Tidak Ada Pembantaian Muslim di 
Rohingya???
By Admin BeritaViral.coPosted on 2 September 2017Laporan adanya genosida 
terhadap Muslim Rohingya dari Organisasi HAM internasional, dibantah Duta Besar 
Indonesia untuk Myanmar, Ito Sumardi Djunisanyoto. Ito menyebut, ada informasi 
yang keliru terkait informasi genosida Muslim Rohingya yang belakangan menjadi 
perhatian masyarakat Indonesia.“Saya orang yang langsung ke lapangan selama 
tujuh hari, bersama perwakilan Kedubes RI dan perwakilan UN. Pada awal 
November, kita rombongan delegasi yang baru pertama kali diberi akses melihat 
dan bertanya dengan Muslim Rohingya,” kata dia, kepada Republika.co.id, Senin 
(21/11).
| 
|  |  |

 |  | 
| 
 |  |

 |

Menyinggung isu pembakaran kampung, di Rakhine, Ito menjelaskan, khususnya di 
dekat Maungdaw memang betul ada rumah-rumah yang dibakar, tapi sebagian kecil 
saja. Ia mencontohkan, ada satu kampung yang berjumlah 260-an rumah, kemudian 
13 rumah yang dibakar di wilayah dekat Maungdaw.“Dan lokasi pembakaran itu 
betul-betul kosong tidak ada bekas cangkir, piring. Jadi, betul-betul rumah itu 
dibakar dalam keadaan kosong,” kata dia.Kemudian, pertanyaannya siapa yang 
membakar, tentu ini harus dibuktikan. Menurutnya, kalau memang tentara atau 
polisi di sana berniat ingin membakar, pasti bisa saja satu kampung dibakar 
habis.Dan pada saat pembakaran, laporan yang diterima pihak Kedubes RI di 
Yangoon, memang saat itu kampung betul-betul kosong. “Sampai kita datang, baru 
warga berbondong-bondong keluar dari persembunyian,” ujarnya.Ito menegaskan, 
kalau memang betul ada pembantaian, tentu ada bekas-bekasnya. Karena, sebagai 
mantan polisi dan pernah juga bertugas di Bosnia saat tragedi genosida di sana, 
ia pastikan bisa membedakan apakah benar ada pembantaian itu atau tidak. 
“Karena kalau ada genosida bisa dilihat bekasnya,” ujar dia.Tapi, yang terjadi 
tidak seperti itu. Konflik dan pembakaran rumah di desa sekitar Maungdaw itu, 
menurutnya, semua bermula dari serangan kelompok RSO (Rohingya Solidarity 
Organisation). Kelompok RSO ini bagi pemerintah Myanmar merupakan separatis, 
karena ingin memisahkan diri dari pemerintahan Myanmar yang sah.Baca juga:  
Gara-Gara Sembelih Sapi Kurban, Ekstremis Hindu India Bakar Tiga Rumah 
MuslimAlasan yang digunakan karena mereka Muslim dan etnis minoritas yang 
ditindas oleh pemerintah Myanmar. Padahal kata dia, sebenarnya ada beberapa 
kelompok Muslim di Myanmar yang bisa hidup berdampingan dengan kelompok 
mayoritas agama dan etnis di sana. Dan pimpinan kelompok RSO itu memang 
alumni-alumni dari Taliban, Pakitan, dan Afganistan.Terkait sikap pemerintah 
Myanmar, mantan Kepala Bareskrim pengganti Susno Duadji ini menilai, sebenarnya 
Aung San Suu Kyi sudah lebih mengakomodiasi kelompok Muslim di Myanmar, 
termasuk Muslim Rohingya. Suu Kyi telah mengubah paradigma agar Muslim Rohingya 
itu disebut sebagai Kelompok Muslim Rakhine agar tidak terjadi 
diskriminasi.Selain itu, Suu Kyi juga telah membungkam kelompok-kelompok Budha 
radikal yang digerakkan oleh Biksu Ashin Wirathu, yang juga dikenal dengan 
kelompok 969. Sekarang, kelompok Budha Radikal itu sudah tidak difasilitasi 
oleh pemerintahan Suu Kyi dan mereka tidak bisa berbuat banyak, seperti pada 
masa pemerintahan sebelumnya. | www.republika.co.id

Kirim email ke