Dulu di Surabaya, Ito terkenal jujur dan berani.
Bisa kerja sama baik dengan KKO.
Tetapi mengapa setelah dipromosi jadi Baraskrim kok terbuang jadi duta
besar ?
Orang di Jawa Timur banyak yang tadinya mengira dia bisa jadi Kapolri.

2017-09-04 7:42 GMT+02:00 Chalik Hamid [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:

>
>
> aPakah suara dubes ri untuk Myanmar ini merupakan suara resmi pemerintah
> RI?
> HOMEPAGE <http://www.beritaviral.co/> / DUNIA ISLAM
> <http://www.beritaviral.co/category/dunia-islam> / APA??? DUBES RI UNTUK
> MYANMAR NYATAKAN TIDAK ADA PEMBANTAIAN MUSLIM DI ROHINGYA???
> Laporan adanya genosida terhadap Muslim Rohingya dari Organisasi HAM
> internasional, dibantah Duta Besar Indonesia untuk Myanmar, Ito Sumardi
> Djunisanyoto. Ito menyebut, ada informasi yang keliru terkait informasi
> genosida Muslim Rohingya yang belakangan menjadi perhatian masyarakat
> Indonesia.
> “Saya orang yang langsung ke lapangan selama tujuh hari, bersama
> perwakilan Kedubes RI dan perwakilan UN. Pada awal November, kita rombongan
> delegasi yang baru pertama kali diberi akses melihat dan bertanya dengan
> Muslim Rohingya,” kata dia, kepada Republika.co.id, Senin (21/11).
> <http://ze_ziet_de_sterfdag_van_iedereen_die_u/>
>
> <http://https_cdn_user_api_com_t_gif/>
> [image: Apa??? Dubes RI Untuk Myanmar Nyatakan Tidak Ada Pembantaian
> Muslim di Rohingya???]
> Menyinggung isu pembakaran kampung, di Rakhine, Ito menjelaskan, khususnya
> di dekat Maungdaw memang betul ada rumah-rumah yang dibakar, tapi sebagian
> kecil saja. Ia mencontohkan, ada satu kampung yang berjumlah 260-an rumah,
> kemudian 13 rumah yang dibakar di wilayah dekat Maungdaw.
> “Dan lokasi pembakaran itu betul-betul kosong tidak ada bekas cangkir,
> piring. Jadi, betul-betul rumah itu dibakar dalam keadaan kosong,” kata dia.
> Kemudian, pertanyaannya siapa yang membakar, tentu ini harus dibuktikan.
> Menurutnya, kalau memang tentara atau polisi di sana berniat ingin
> membakar, pasti bisa saja satu kampung dibakar habis.
> Dan pada saat pembakaran, laporan yang diterima pihak Kedubes RI di
> Yangoon, memang saat itu kampung betul-betul kosong. “Sampai kita datang,
> baru warga berbondong-bondong keluar dari persembunyian,” ujarnya.
> Ito menegaskan, kalau memang betul ada pembantaian, tentu ada
> bekas-bekasnya. Karena, sebagai mantan polisi dan pernah juga bertugas di
> Bosnia saat tragedi genosida di sana, ia pastikan bisa membedakan apakah
> benar ada pembantaian itu atau tidak. “Karena kalau ada genosida bisa
> dilihat bekasnya,” ujar dia.
> Tapi, yang terjadi tidak seperti itu. Konflik dan pembakaran rumah di desa
> sekitar Maungdaw itu, menurutnya, semua bermula dari serangan kelompok RSO
> (Rohingya Solidarity Organisation). Kelompok RSO ini bagi pemerintah
> Myanmar merupakan separatis, karena ingin memisahkan diri dari pemerintahan
> Myanmar yang sah.
> Baca juga:  Gara-Gara Sembelih Sapi Kurban, Ekstremis Hindu India Bakar
> Tiga Rumah Muslim
>
> <http://www.beritaviral.co/2017/09/gara-gara-sembelih-sapi-kurban-ekstremis-hindu-india-bakar-tiga-rumah-muslim.html>
> Alasan yang digunakan karena mereka Muslim dan etnis minoritas yang
> ditindas oleh pemerintah Myanmar. Padahal kata dia, sebenarnya ada beberapa
> kelompok Muslim di Myanmar yang bisa hidup berdampingan dengan kelompok
> mayoritas agama dan etnis di sana. Dan pimpinan kelompok RSO itu memang
> alumni-alumni dari Taliban, Pakitan, dan Afganistan.
> Terkait sikap pemerintah Myanmar, mantan Kepala Bareskrim pengganti Susno
> Duadji ini menilai, sebenarnya Aung San Suu Kyi sudah lebih mengakomodiasi
> kelompok Muslim di Myanmar, termasuk Muslim Rohingya. Suu Kyi telah
> mengubah paradigma agar Muslim Rohingya itu disebut sebagai Kelompok Muslim
> Rakhine agar tidak terjadi diskriminasi.
> Selain itu, Suu Kyi juga telah membungkam kelompok-kelompok Budha radikal
> yang digerakkan oleh Biksu Ashin Wirathu, yang juga dikenal dengan kelompok
> 969. Sekarang, kelompok Budha Radikal itu sudah tidak difasilitasi oleh
> pemerintahan Suu Kyi dan mereka tidak bisa berbuat banyak, seperti pada
> masa pemerintahan sebelumnya. | www.republika.co.id
> <http://www.beritaviral.co/goto/dubes-ri-di-myanmar-bantah-genocida>
>
> 
>

Kirim email ke