http://internasional.kompas.com/read/2017/09/04/05450031/foto-foto-palsu-kekerasan-di-myanmar-
perparah-ketegangan
Foto-Foto Palsu Kekerasan di Myanmar
Perparah Ketegangan
Kompas.com - 04/09/2017, 05:45 WIB
<javascript:void(0);>
<javascript:void(0);>
<javascript:void(0);>
Wakil Perdana Menteri Turki, Mehmet Simsek, mengunggah empat foto, yang
menuntut komunitas internasional bergerak menghentikan genosida etnis
Rohingya.
Wakil Perdana Menteri Turki, Mehmet Simsek, mengunggah empat foto, yang
menuntut komunitas internasional bergerak menghentikan genosida etnis
Rohingya.(VIA BBC INDONESIA)
*KOMPAS.com -* Berbarengan dengan terjadinya tindak kekerasan di negara
bagian Rakhine <http://indeks.kompas.com/tag/Rakhine>, di utara Myanmar
<http://indeks.kompas.com/tag/Myanmar>, berbagai foto palsu yang
menyesatkan juga tersebar di media sosial.
Foto dan video yang diklaim berasal dari konflik tersebut telah banyak
beredar. Sebagian besar foto-foto itu memuat kesadisan dan memicu amarah.
Namun, tidak semua foto yang tersebar itu berasal dari kejadian yang
sebenarnya.
Selama hampir seminggu terakhir, ketidakpercayaan dan rivalitas antara
kelompok Muslim Rohingya <http://indeks.kompas.com/tag/Rohingya> dan
sebagian besar penduduk Budha di Rakhine, memicu kekerasan antar-warga
hingga menyebabkan korban tewas.
*Baca: Kekerasan Mematikan di Rakhine Memburuk, Hampir 100 Orang Tewas
<http://internasional.kompas.com/read/2017/08/28/06015461/kekerasan-mematikan-di-rakhine-memburuk-hampir-100-orang-tewas>
*
Sejak beberapa dekade lalu, warga Rohingya memang selalu mengalami
perlakuan sewenang-wenang di Myanmar. Bahkan, mereka tak diakui sebagai
warga negara.
Informasi resmi tentang peristiwa yang terjadi sebenarnya amatlah
terbatas. Akses wartawan yang bertugas di sana pun sangat terbatas.
Bahkan wartawan yang mampu mencapai daerah tersebut, tetap dirundung
kesulitan untuk mengumpulkan informasi.
Hal itu terjadi karena situasi yang tidak pasti, dan aksi kekerasan
terhadap warga etnis Rohingya.
*Baca: Myanmar Bunuh Tiga Terduga Militan Rohingya di Rakhine
<http://internasional.kompas.com/read/2017/06/22/12071301/myanmar.bunuh.tiga.terduga.militan.rohingya.di.rakhine>
*
Pada 29 Agustus, Wakil Perdana Menteri Turki, Mehmet Simsek, mengunggah
empat foto, yang menuntut komunitas internasional bergerak menghentikan
genosida etnis Rohingya.
Unggahannya itu diteruskan lebih dari 1.600 kali dan disukai oleh lebih
dari 1.200 pembaca. Namun, dia kemudian dikritik akan keaslian foto-foto
tersebut.
Tiga hari setelah unggahan pertamanya, dan karena banyak orang yang
mempertanyakan foto-foto tersebut, Simsek menghapus kicauannya.
Foto pertama memperlihatkan jasad yang sudah membusuk. Foto tersebut
paling sulit untuk diketahui sumbernya.
Sejumlah warga Myanmar yang mempertanyakan kicauan Simsek tersebut
menyebut bahwa foto itu memperlihatkan korban badai Topan Nargis dari
Mei 2008.
Pihak yang lain mengatakan, foto tersebut adalah para korban kecelakaan
perahu di sungai di Myanmar.
Namun, tak ada foto lain yang ditemukan yang terkait dengan dua
peristiwa tersebut.
Foto itu pun muncul dalam beberapa situs sejak tahun lalu. Artinya, foto
ini bukan berasal dari aksi kekerasan terbaru di negara bagian Rakhine.
/BBC/ telah memastikan bahwa foto kedua, yang memperlihatkan seorang
perempuan yang menangisi seorang pria yang tewas terikat di pohon,
berasal dari Aceh <http://indeks.kompas.com/tag/Aceh>, Indonesia
<http://indeks.kompas.com/tag/Indonesia>.
Foto itu aiambil pada Juni 2003, oleh seorang fotografer yang bekerja di
/Reuters/.
Foto ketiga, yang memperlihatkan dua bayi menangisi jasad ibunya,
berasal dari Rwanda pada Juli 1994.
Foto tersebut diambil oleh Albert Facelly untuk /Sipa/, dan menjadi
salah satu dari serangkaian foto yang memenangkan /World Press Award/.
Foto keempat, yang memperlihatkan orang-orang terendam di kanal, juga
sulit untuk dilacak sumbernya.
Namun foto tersebut ditemukan di sebuah situs yang meminta dana untuk
membantu korban banjir di Nepal, yang baru-baru ini terjadi.
*Foto palsu?*
Kini ada perang di media sosial tentang warga etnis Rohingya, karena
kisah dari masing-masing pihak bersaing untuk saling mengalahkan.
/BBC/ pun dibombardir dengan berbagai foto yang menunjukkan kekejaman,
yang diklaim memperlihatkan korban pembunuhan massal.
Namun, sebagian besar foto tersebut sulit diverifikasi. Sementara,
sebagian lainnya jelas-jelas adalah foto yang salah.
Ada satu foto yang dikirimkan kepada/BBC,/ yang dikatakan memperlihatkan
orang-orang milisi Rohingya berlatih dengan senjata, ternyata adalah
foto dari relawan Banglades <http://indeks.kompas.com/tag/banglades>
yang berjuang untuk kemerdekaan pada 1971.
Awal tahun ini, ketika tim dari Komisi Hak Asasi Manusia PBB melakukan
penelitian terhadap dugaan pelanggaran hak asasi di negara bagian
Rakhine, mereka menolak menggunakan foto atau video yang tidak mereka
ambil sendiri.
Hal itu terjadi karena sulitnya menilai keaslian materi tersebut.
Laporan mereka merinci secara detail metodologi mereka dalam melakukan
verifikasi.
Namun temuan Komisi HAM PBB, akan adanya "kekejaman luar biasa" terhadap
komunitas Rohingya, dan aksi yang menurut mereka bisa terolong kejahatan
kemanusiaan, ditolak oleh Pemerintah Myanmar.
Selanjutnya, Pemerintah Myanmar pun menolak mengeluarkan visa bagi misi
pencari fakta ke negara bagian Rakhine.
Informasi yang telah dikumpulkan /BBC/, yang berasal dari berbagai
sumber berbeda dalam situasi terbaru di negara bagian Rakhine,
memperlihatkan sebuah gambaran tentang konflik serius dengan korban jiwa
yang besar.
Diduga kuat ada kekejaman yang dilakukan oleh kedua belah pihak, namun
situasinya tampak lebih buruk bagi etnis Rohingya, yang kini diserang
oleh tentara dan warga sipil bersenjata.
Kendati demikian, untuk mendapatkan gambaran akurat akan apa yang
terjadi membutuhkan waktu lama. Mengingat, minimnya akses yang diberikan
bagi pengamat netral ke area tersebut.
Di sisi lain, disinformasi di media sosial akan menyulitkan sikap kedua
belah pihak, dan malah bisa memperparah konflik.
<javascript:void(0);>
<javascript:void(0);>
<javascript:void(0);>
EditorGlori K. Wadrianto
SumberBBC Indonesia <http://www.bbc.com/indonesia>
Tag:
* Indonesia <http://indeks.kompas.com/tag/Indonesia>
* pembantaian <http://indeks.kompas.com/tag/pembantaian>
* Aceh <http://indeks.kompas.com/tag/Aceh>
* Myanmar <http://indeks.kompas.com/tag/Myanmar>
* Rakhine <http://indeks.kompas.com/tag/Rakhine>
* Rohingya <http://indeks.kompas.com/tag/Rohingya>
* banglades <http://indeks.kompas.com/tag/banglades>