http://www.antaranews.com/berita/649815/deputi-holding-tambang-ambil-divestasi-saham-freeport?utm_source=fly&utm_medium=related&utm_campaign=news



*Deputi: holding tambang ambil divestasi saham Freeport*

Rabu, 30 Agustus 2017 19:42 WIB | 1.272 Views

Pewarta: Ade Irma Junida

[image: Deputi: holding tambang ambil divestasi saham Freeport]Menteri BUMN
Rini Soemarno (ANTARA /HO/Suryono)

Yang jelas, Bu Menteri BUMN inginnya holding tambang yang ambil (divestasi
Freeport)."

Jakarta (ANTARA News) - Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri
Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengatakan
Menteri BUMN Rini Soemarno sangat menginginkan agar holding pertambangan
dapat mengambil divestasi saham PT Freeport Indonesia (PTFI)

Harry seusai rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Jakarta, Rabu, mengatakan
masih ada 41,64 persen lagi yang bisa diserap setelah pemerintah memiliki
9,36 persen saham perusahaan asal Amerika Serikat itu.

"Yang jelas, Bu Menteri BUMN inginnya holding tambang yang ambil (divestasi
Freeport)," katanya.

Kendati demikian, Harry menjelaskan untuk bisa mengambil sisa 41,64 persen
divestasi saham PTFI, pemerintah pusat akan bekerja sama dengan pemerintah
daerah.

Dengan demikian, holding tambang yang terdiri dari PT Inalum, PT Antam, PT
Bukit Asam dan PT Timah, bukan satu-satunya pihak yang membeli saham PTFI
nanti. Holding tambang itu nantinya akan masuk dalam konsorsium khusus yang
memang berminat untuk membeli saham PTFI.

"Jumat (25/8) lalu sudah ada pembicaraan dengan pemerintah provinsi dan
pemerintah kabupaten. Jadi ada kerja sama pemerintah pusat, pemerintah
provinsi dan pemda untuk gunakan BUMN dan BUMD," katanya.

Meski belum ada keputusan pasti, Harry mengaku ingin proses pengambilalihan
saham PTFI dapat berjalan sesegera mungkin. Tahapannya pun, kata dia, dapat
dilakukan dua hingga tiga tahap, dengan penekanan jangka waktu yang tidak
lama.

"Porsi pemerintah pusat akan lebih banyak daripada pemerintah provinsi dan
pemerintah kabupaten," ujarnya.

Ada pun terkait perhitungan harga divestasi sahamnya, Harry mengatakan
nantinya akan ada penunjukan valuator independen untuk melakukan kajian.

"Nanti dari Freeport akan menunjuk, dari pemerintah juga akan menunjuk.
Akhir minggu ini mudah-mudahan skemanya sudah jelas," pungkasnya.

Editor: B Kunto Wibisono

Kirim email ke