https://beritagar.id/artikel/gaya-hidup/orgasme-perempuan-menurut-sains



Orgasme perempuan menurut sains Oleh : Zoraya Ralie
<https://beritagar.id/penulis/zoraya>

| 23:15 WIB - Sabtu, 02 September 2017

251 SEBARAN

UNTUK INFORMASI LEBIH LENGKAP, IKUTI KAMI DI MEDIA SOSIAL

Tidak ada dua tubuh perempuan yang bekerja dengan cara sama dalam hal
kenikmatan seksual, dan persetubuhan bukanlah segalanya bagi kaum hawa.
Begitulah kesimpulan penelitian yang dipublikasikan dalam *Journal
<http://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/0092623X.2017.1346530?journalCode=usmt20>
<http://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/0092623X.2017.1346530?journalCode=usmt20>of
<http://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/0092623X.2017.1346530?journalCode=usmt20>
<http://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/0092623X.2017.1346530?journalCode=usmt20>Sex
<http://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/0092623X.2017.1346530?journalCode=usmt20>
&
<http://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/0092623X.2017.1346530?journalCode=usmt20>Marital
<http://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/0092623X.2017.1346530?journalCode=usmt20>
<http://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/0092623X.2017.1346530?journalCode=usmt20>Therapy
<http://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/0092623X.2017.1346530?journalCode=usmt20>*.


"Kami ingin lebih memahami pengalaman perempuan dengan berbagai sentuhan
yang nikmat bagi mereka, dan bagaimana stimulasi klitoris juga vagina dapat
berkontribusi pada orgasme mereka," jelas Debby Herbenick, ketua Center for
Sexual Health Promotion di Indiana University dinukil *CNN
<http://edition.cnn.com/2017/08/28/health/intercourse-outercourse-sex-kerner/index.html>.com.
<http://edition.cnn.com/2017/08/28/health/intercourse-outercourse-sex-kerner/index.html>*

Riset ini merupakan kolaborasi antara peneliti dan *OMGYES
<https://www.omgyes.com/en/>, <https://www.omgyes.com/en/>* sebuah kelompok
yang bertujuan menegakkan bukti empiris dan sumber daya praktis tentang
kenikmatan perempuan. Mereka menyurvei 1.055 perempuan Amerika Serikat
berusia 18 hingga 94 tahun.

Lewat riset, peneliti menemukan bahwa perempuan memiliki preferensi beragam
terkait orgasme, kenikmatan seksual, dan sentuhan genital. Lebih dalam
lagi, riset ini juga menekankan pentingnya eksplorasi dan komunikasi antara
pasangan seksual sehingga sejoli dapat bekerja sama mencari cara yang
memuaskan kedua belah pihak.

"Hal-hal yang membuat perempuan bergairah, sentuhan seperti apa yang
menurut mereka nikmat, sangat beragam. Ini menggarisbawahi betapa
pentingnya pasangan mengeksplorasi bersama, bicara dengan terbuka soal
teknik seksual, dan mengembangkan bahasa yang membantu mereka berbagi
hasrat," papar penulis riset Herbenick seperti dilaporkan
<http://www.psypost.org/2017/08/women-highly-diverse-comes-orgasm-kinds-touch-find-pleasurable-49525>*PsyPost
<http://www.psypost.org/2017/08/women-highly-diverse-comes-orgasm-kinds-touch-find-pleasurable-49525>.
<http://www.psypost.org/2017/08/women-highly-diverse-comes-orgasm-kinds-touch-find-pleasurable-49525>*

Hasil menunjukkan bahwa 37 persen perempuan menyatakan butuh stimulasi
klitoris saat penetrasi untuk bisa mencapai orgasme. Sementara 36 persen
lainnya mengaku butuh, namun pasangan harus menciptakan pengalaman yang
lebih baik.

Di sisi lain, hanya 18,4 persen perempuan bilang penetrasi vagina saja
sudah cukup untuk membuat mereka mencapai orgasme.

Dalam hal sentuhan genital atau istilahnya *fingering*, 64 persen perempuan
menyatakan mereka lebih suka gerakan naik turun. Namun, lebih dari setengah
total responden menyatakan suka gerakan melingkar. Jadi bisa disimpulkan
ada yang suka dua gerakan, dan ada pula yang tidak menyukai sentuhan
genital.

Lebih dari 75 persen perempuan memilih disentuh dengan gerakan ritmis di
sekitar klitoris. Sementara kebanyakan setuju bahwa tekanan ringan dan
sedang adalah yang terbaik. Kuncinya, lakukan perlahan.

Ada sembilan persen responden yang menyatakan mereka tidak mencapai orgasme
saat bersetubuh. Kira-kira, hampir dua per tiga responden mengaku lebih
memilih stimulasi kklitoris langsung, sementara lima persen lagi justru
ingin pasangannya menghindari stimulasi klitoris sama sekali.

Berbagai preferensi ini membuat sebagian perempuan dalam survei mengakui
bahwa beberapa orgasme terasa lebih nikmat daripada yang lain.

Dalam laporannya, *Popular
<http://www.popsci.com/female-orgasm-not-mysterious#page-2>
<http://www.popsci.com/female-orgasm-not-mysterious#page-2>Science
<http://www.popsci.com/female-orgasm-not-mysterious#page-2>* mengungkapkan
bahwa klitoris pada perempuan tak ubahnya penis laki-laki. Pasalnya, saat
fetus berkembang, ada bagian tubuh yang disebut tuberkulum genital yang
sebenarnya pendahulu penis dan klitoris.

Jadi, jika fetus memproduksi testosteron, tuberkulum genital akan berubah
menjadi penis. Sebaliknya jika tidak, berubah menjadi klitoris. Keduanya
dibentuk dari jaringan yang sama persis.

Itu mengapa saat berusaha memunculkan rangsangan, klitoris bisa
diperlakukan layaknya bagian sensitif pada penis, yakni di ujung.

"Penting bagi kita untuk memperluas topik pembicaraan tentang orgasme.
Karena sering kali orgasme bersifat biner--terjadi atau tidak. Padahal orgasme
itu
<https://broadly.vice.com/en_us/article/xww49z/cool-study-examines-the-nuanced-ways-women-orgasm>
bernuansa
<https://broadly.vice.com/en_us/article/xww49z/cool-study-examines-the-nuanced-ways-women-orgasm>,
dan menyadarinya dapat membantu orang meningkatkan pengalaman mereka
sekaligus bereksplorasi," pungkas Herbenick.

Kirim email ke