http://www.republika.co.id/berita/dpd-ri/berita-dpd/17/09/06/ovut1h-tekan-kemiskinan-bappenas-fokus-pada-kualitas-masyarakat



Rabu , 06 September 2017, 17:58 WIB
Tekan Kemiskinan, Bappenas Fokus pada Kualitas Masyarakat

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Dwi Murdaningsih

DPD

[image: DPD menggelar rapat kerja dengan Kepala Bappenas, Rabu (6/9).]

DPD menggelar rapat kerja dengan Kepala Bappenas, Rabu (6/9).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penekanan angka kemiskinan perlu diimbangi
dengan peningkatan kapasitas dan kualitas masyarakat angkatan kerja. Dalam
rapat kerja bersama DPD RI, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)
/ Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan pemerintah akan fokus
kepada pelatihan, program padat karya di desa, sehingga bisa memberdayakan
masyarakat yang ada di desa.

Bambang menyampaikan, kemiskinan secara prosentase turun sampai 2 persen
yang setara dengan 240 ribu jiwa. Dengan pengurangan angka kemiskinan 240
ribu jiwa Pemerintah sudah berusaha untuk menjadikan keadaan menjadi lebih
baik dimana masyarakat miskin semakin berkurang.

"Angka pengangguran terbuka di 2015 itu diangka 5,9 persen namun di tahun
 2017 sudah turun menjadi 5,3 persen dan kita masih terus upayakan agar
investasi bisa samkin baik di Indonesia sehingga bisa menciptakan lapangan
pekerjaan,” katanya melalui keterangan tertulisnya, Rabu (6/9).

Menurut Bambang Bappenas juga fokus kepada Pelatihan, program padat karya
di desa, sehingga bisa memberdayakan masyarakat yang ada di desa. "Dengan
adanya program padat karya diarahkan agar pembangunan di desa dilakukan
oleh warga sendiri dan dibayar oleh desanya, ini sudah berjalan, jadi tidak
diberikan ke pemborong diluar,” kata dia.

Dengan penduduk 260 juta orang, kata dia, kestabilan ekonomi juga harus
dijaga. Investasi sangat penting karena dengan adanya investasi swasta,
pemerintah, asing dan domestik maka akan menciptakan lapangan kerja juga
bagi masyarkat.

“Investasi ini sangat baik efeknya, karena negara negara maju pun itu
bertumpu pada investor yang bergerak di  bidang industri. Nah indonesia ini
harus memiliki kepastian hukum bagi para investor, juga mempermudah
perijinannya agar pertumbuhan ekonomi semakin cepat," ujar Bambang.

Ketua komite IV Ajiep Padindang mengatakan beberapa permasalahan yang juga
terjadi di daerah diantaranya adalah Dana alokasi umum yang jadi sumber
belanja langsung bagi daerah, tapi pagunya masih rendah.

Dalam rapat tersebut Senator dapil Jawa Timur, Budiono berharap soal
perencanaan Bappenas yang baik agar bisa terealisasi sesuai dengan
kenyataan di lapangan. “Perencanaan pasti bagus, apakah anggaran akan benar
benar tersedia?,” katanya.

Di kesempatan yang sama Senator dapil Kepulauan Riau Hari Pinto masih
mengkritisi soal pembangunan di daerahnya. “Soal pelatihan kerja buat kaum
muda, itu di kepri tidak ada, makanya anak muda kepri sulit untuk memiliki
sertifikat melaut karena tidak ada akses, pelatihan tenaga las untuk
bekerja di bintang karimun itu juga susah kita akses, dimana kita bisa
dapatkan di kepri, apakah ada skema pinjaman lunak agar masyarakat bisa
ikut pelatihan di swasta?,” paparnya

Menjawab soal perencanaan Bappenas yang baik tapi masih belum bisa
terealisasi sepenuhnya, Bambang Brodjonegoro mengatakan hal tersebut karena
setelah perencanaan maka proses pengesahan APBN ada di ranah kemenkeu. "Ke
depan sistem kita semoga lebih baik lagi, seperti yang sudah diatur PP 17
tahun 2017 maka bappenas bisa ikut memantau apa yang akan di tetapkan dan
di laksanakan pada APBN,” kata dia.

Kirim email ke