Usaha Amal Tiongkok Yang Berkepribadian
2017-09-08 10:08:17 Kantor Berita Xinhua
http://indonesian.cri.cn/201/2017/09/08/202s167184.htm
Tanggal 5 September adalah Hari Amal Tionghoa yang kedua. Mulai dari
tanggal 1 September tahun 2016, Undang-Undang Amal sudah berlaku selama satu
tahun. Pada saat tibanya "Hari Amal Tionghoa" yang kedua, Wakil Menteri Sipil
Tiongkok Gu Chaoxi mengatakan, setelah diumumkannya Undang-Undang Amal,
"Rancangan Peraturan Layanan Sukarela" yang berkaitan dengan Undang-Undang Amal
telah diperiksa dan diterima oleh sidang rutin Dewan Negara, sementara
pekerjaan revisi atas "Peraturan Administrasi Pendaftaran Organisasi
Masyarakat", "Peraturan Administrasi Yayasan" dan "Peraturan Sementara
Administrasi Pendaftaran Badan Swasta Non Perusahaan" telah mencapai kemajuan
besar. Sistem usaha amal Tiongkok pada pokoknya sudah terbentuk.
Sementara itu, berbagai daerah mencantumkan usaha amal ke dalam rancangan
umum perkembangan sosial, kebijakan dan langkah yang diambil pemerintah untuk
mendukung organisasi amal semakin sempurna, membeli layanan dari organisasi
amal menjadi semakin ramai.
Gu Chaoxi mengatakan, menurut tuntutan Undang-Undang Amal, Kementerian
Sipil sudah menetapkan platform internet gelombang pertama untuk secara terbuka
mengumpulkan uang derma, platform terbuka informasi amal nasional "Tiongkok
Amal" dan sistem informasi pelayanan sukarela nasional pada pokoknya sudah
menyelesaikan perkerjaan pembangunan platform informasi tentang pertolongan
bencana yang diikuti oleh kekuatan masyarakat.
Menurut data platform informasi "Tiongkok Amal", terhitung sampai tanggal
5 Semptember tahun ini, jumlah organisasi amal terdaftar yang diakui oleh badan
urusan sipil berbagai tingkat tercatat 2.142, yang berkualitikasi untuk secara
terbuka mengumpulkan uang derma sejumlah 520.
Gu Chaoxi mengatakan, sejalan dengan berlakunya Undang-Undang Amal,
perkembangan usaha amal Tiongkok telah memperoleh daya hidup yang baru dengan
ciri khas sebagai berikut.
Yang pertama, kemampuan pengumpulan uang derma meningkat nyata. Kedua,
aktivitas amal digelar dalam aneka bentuk. Ketiga, trust amal bertambah. Dan
keempat, relawan ramai berpartisipasi dalam layanan amal.
Gu Chaoxi menyatakan, walau usaha amal Tiongkok telah mencapai kemajuan
besar, namun tetap terdapat sejumlah persoalan, misalnya jumlah organisasi amal
sedikit dan berskala kecil. Timbul pula organisasi amal palsu dan kelemahan
pengawasan, pekerjaan amal menghadapi sejumlah persoalan baru. Gu Chaoxi
mengatakan, pihaknya akan terus menerapkan Undang-Undang Amal, memainkan lebih
lanjut peranan organisasi amal, memperluas layanan amal untuk masyarakat.
[GELORA45] Usaha Amal Tiongkok Yang Berkepribadian
'Chan CT' [email protected] [GELORA45] Thu, 07 Sep 2017 21:53:34 -0700
- [GELORA45] Usaha Amal Tio... 'Chan CT' [email protected] [GELORA45]
- [GELORA45] Trs: [nas... Chalik Hamid [email protected] [GELORA45]
