*Itu ruginya mau bergambung dalam pangkuan ibu Pertiwi. *

https://dunia.tempo.co/read/news/2017/09/20/118910906/13-ribu-milisi-ancam-tutup-perbatasan-indonesia-timor-leste


13 Ribu Milisi Ancam Tutup Perbatasan Indonesia-Timor Leste



Rabu, 20 September 2017 | 12:43 WIB

5 komentar
<https://dunia.tempo.co/read/news/2017/09/20/118910906/13-ribu-milisi-ancam-tutup-perbatasan-indonesia-timor-leste#comments>

90009

[image: Warga berjalan kaki menuju gerbang masuk Timor Leste di Desa
Motaain, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, 7
April 2016. TEMPO/Frannoto]
<https://dunia.tempo.co/read/news/2017/09/20/118910906/13-ribu-milisi-ancam-tutup-perbatasan-indonesia-timor-leste#>
<https://dunia.tempo.co/read/news/2017/09/20/118910906/13-ribu-milisi-ancam-tutup-perbatasan-indonesia-timor-leste#>

Warga berjalan kaki menuju gerbang masuk Timor Leste di Desa Motaain,
Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, 7 April 2016.
TEMPO/Frannoto.

*TEMPO.CO <http://TEMPO.CO>*, *Kupang*- Sebanyak 13 ribu milisi atau mantan
pejuang pro-Indonesia yang menetap di Nusa Tenggara Timur atau NTT
mengancam akan menutup pintu perbatasan Indonesia- Timor Leste
<https://www.tempo.co/topik/lembaga/103/timor-timur-timor-leste>, jika
tetap tidak mendapat perhatian dari pemerintah Indonesia.

"Kami akan menggelar unjuk rasa dan menutup pintu perbatasan negara agar
tidak dilintasi hingga tuntutan kami ditanggapi pemerintah," kata Mantan
Milisi Angelino da Costa kepada Tempo, Rabu, 20 September 2017.

Baca: Ribuan Makam Pahlawan Indonesia di Timor Leste Telantar
<https://dunia.tempo.co/read/news/2017/09/20/118910820/ribuan-makam-pahlawan-indonesia-di-timor-leste-telantar>

Menurut da Costa,  masyarakat warga baru  atau eks Timtim ada 2 yakni,
masyarakat umum dan mantan penjuang. Masyarakat umum, telah mendapat
perhatian dari pemerintah Indonesia dengan memberikan sejumlah bantuan,
seperti MBR dan lainnya. "Walaupun masih menyisahkan masalah yang belum
terselesaikan," katanya.

Namun, masyarakat miliisi sudah 18 tahun berada di Indonesia tidak pernah
mendapat perhatian dari pemerintah Indonesia. Karena itu, 13 ribu milisi
atau satu kabupaten  berjumalh 1000 orang akan menggelar aksi unjuk rasa,
dan menutup pintu perbatasan.



"Kami juga akan duduki Kantor Gubernur NTT hingga pemerintah pusat
memberikan penjelasan nasib para milisi," ujar da Costa.

Baca: Timor Leste Tak Serahkan Rangka Pahlawan Indonesia
<https://nasional.tempo.co/read/news/2013/08/23/078506800/timor-leste-tak-serahkan-rangka-pahlawan-indonesia>

Aksi unjuk rasa dan penutupan pintu perbatasan itu akan dilakukan pada 25
September 2017 dengan melibatkan 13 ribu milisi bersama keluarga.
"Diperkirakan aksi itu akan diikuti 35 ribu milisi beserta keluarga,"
katanya.

Da Costa  mempertanyakan kenapa tidak ada perhatian dari pemerintah
terhadap milisi. Jika tuntutan ini tidak dipenuhi, maka pintu perbatasan
akan ditutup. Dia mencontohkan tentang kelompok separatis di Aceh mendapat
perhatian pemerintah. Sedangkan milisi yang bela negara
diabaikan. "Separatis di Aceh diperhatikan dari ujung kaki sampai kepala,"
tegasnya.

Dia mengaku pihaknya telah menyurati Kementerian Koordinator Politik, Hukum
dan Pertahanan serta Polisi Daerah NTT terkait aksi unjuk rasa dan rencana
penutupan pintu perbatasan Indonesia - Timor Leste
<https://www.tempo.co/topik/lembaga/103/timor-timur-timor-leste>. "Surat
sudah dimasukkan dari tingkat pusat hingga daerah," tegasnya. *YOHANES SEO*

Kirim email ke