----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Sunny ambon [email protected] [GELORA45] <[email protected]>Kepada: @ <undefined>Terkirim: Kamis, 21 September 2017 10.52.05 GMT+2Judul: [GELORA45] Cerita Repotnya Memerankan Aidit di Film G 30 S PKI
Menjelangberlakunya pembunuhan masal 1965/66 Penerangan Angkatan Daratmengeluarkan Buku Putih dalam mana ada gambar-gambar tentangpersiapan PKI yaitu rokok cap Lubang Buaya, uang kertas baru etc.Jadi kalau di film G30S PKI ada Aidit merokok tentunya sejalan denganbahan propaganda yang disebutkan. https://nasional.tempo.co/read/news/2017/09/20/078911015/cerita-repotnya-memerankan-aidit-di-film-g-30-s-pki Cerita Repotnya Memerankan Aidit diFilm G 30 S PKI Rabu, 20 September2017 | 17:52 WIB DN Aidit saat memberikan sambutan pada ulang tahun ke-5 PartaiPersatuan Sosialis Jerman (Sozialistische EinheitsparteiDeutschlands) di Berlin (1958). wikipedia. org. TEMPO.CO, Jakarta- Ada banyak yang kontroversi dalam Film Pengkhianatan G30 S PKI yang kini mau diputar ulang dalam acara nontonbareng yang digelar Mabes TNI di daerah pada 30 September 2017. Salah satu yang menjadi kontroversi di film G30 S PKi yang kinimenjadi perdebatan di publik adalah soal adegan D.N Aidit, Ketua CCPartai Komunis Indonesia (PKI) yang merokok. Salah satu yang meragukan keakuratan film itu adalah Ilham Aidit,putra DN Aidit. Ilham sangat mengenal ayahnya, dan terakhir bertemuayahnya di akhir bulan September 1965, sebelum peristiwa yang disebutkemudian sebagai Gerakan 30 September. Ilham yang hadir dalamdiskusi di ILC, TV One Selasa 19 September 2017 malam menyoal adeganAidit yang merokok. BACA:Aidit Merokok, Deskripsi Politik Film G30S Menurut Ilham,Aidit tidak merokok. Namun dalam film itu digambarkan ia sebagaiseorang perokok berat dengan asap yang mengepul ketika memimpinrapat. Padahal, menurut Ilham, Aidit pernah rapat denganpetinggi-petinggi partai dan diminta untuk merokok. Namun Aidit punmencoba mengisap dan batuk. "Pakar-pakar itu mem-bully Aidit,"kata Ilham Aidit. Kepada Tempo yang mewawancarainya saat produksi film ituselesai pada 1984, Arifin C Noer mengaku jumpalitan untukmendapatkan riset mengenai sejumlah tokoh kunci, salah satunya adalahAidit. Bahan yang tersedia satu-satunya adalah buku berjudulPercobaan Kudeta Gerakan 30 September di Indonesia. Bahaninilah kisah-kisah yang ditulis sejarawan militer Nugroho Notosusantodan investigator Ismail Saleh inilah yang tersedia. NugrohoNotosusanto, Menteri Pendidikan di era Presiden Soeharto adalahproduser film itu. BACA: ProsesArifin C. Noer Bikin Pengkhianatan G30S/PKI Arifinmengaku mencari bahan pembanding, termasuk mewawancarai saksisejarah, mencari properti asli, berpikir dan merenung. Minimbahan karena sejumlah saksi dan pelaku sejarah terutama tokoh PKIyang masih hidup di tahun 1984, nyaris tidak ada. Satu-satunya danyang mengenal Aidit hanya Sjam Kamaruzaman. Itu pun, menurutArifin, tak banyak detail yang bisa diungkap. Termasuk apakah Aiditmerokok atau tidak. BACA:Kisah Kolonel TNI Tembak Leher Ketua CC PKI Aidit Jikakemudian Arifin memilih Syubah Asa, budayawan yang juga WartawanTEMPO memerankan Aidit, menurut Jajang C Noer, istri Arifin C Noer,karena Syubah dianggap mirip Aidit setelah Arifin melihat foto Aiditberada di sebuah acara di Istora.”Dari pasfoto itulah Mas Arifinpunya kesan bahwa Aidit terlihat mirip Syu’bah. Bukan padakepersisan wajah, tapi pada wibawa.” Syubah Asa pun harusbekerja keras untuk memerankan Aidit. Syubah ngobrol semalamsuntuk dengan seseorang, asyik menggali dan meniru lagak Aidit.Bagaimana gayanya berbicara, bagaimana ekspresinya saat berpikir,termasuk caranya mengepulkan asap rokok. Adegan ini disorot denganclose-up pada gerak bibirnya, terutama ketika menunjukkan strategiyang tengah dirancang. BACA: SoehartoBelum Puas dengan Film G 30 S PKI ”Tadinya saya inginmemberikan perwatakan yang lebih utuh,” kata Syubah yang pernahmenjadi Ketua Komite Teater Dewan Kesenian Jakarta ini, ”tapiArifin bilang tak perlu karena dia hanya butuh beberapa ekspresisaja.” Syubah Asa menuturkan itu pada tahun 1984 dan 2007. Syubahsudah meninggal 24 Juli 2011. Ihwal Aidit yang merokok itu, Jajang punya jawaban lain. Saat ituArifin merasa merokok sebagai representasi dari The Thinker. ”Secaravisual terlihat lebih bagus penggambaran seseorang yang berpikirkeras itu lewat rokoknya,” ulas Jajang. ”Itu sebabnya ada adegandi mana layar hanya dipenuhi asap rokok sebagai metafor sumpeknyasuasana politik Indonesia.” BACA : 6Fakta Tentang Film G 30 S PKI yang Wajib Diketahui Jajangmenuturkan, mengapa Aidit digambarkan merokok. Saat itu, Arifinmerasa merokok sebagai representasi dari The Thinker. ”Secaravisual terlihat lebih bagus penggambaran seseorang yang berpikirkeras itu lewat rokoknya,” kata Jajang. ”Itu sebabnya ada adegandi mana layar hanya dipenuhi asap rokok sebagai metafor sumpeknyasuasana politik Indonesia.” WIDIARSI AGUSTINA | PUSAT DATAANALISA TEMPO
