*Masih ”lumayan” pelanggaran HAM Spanyol terhadap Catalonia bila
dibandingkan dengan rezim neo-Mojopahit. Kalau rezim neo-Mojopahit tanpa
ragu-ragu dikirim tentara dan polisi untuk menangkap dan malah membunuh
para demonstran yang menuntut hak menentukan nasib sendiri bagi daerahnya.*


*Lihat ini video :https://www.youtube.com/watch?v=8eYZF3JIdHA
<https://www.youtube.com/watch?v=8eYZF3JIdHA>*



http://sp.beritasatu.com/home/larang-referendum-catalonia-spanyol-dianggap-langgar-ham/120645


*Larang Referendum Catalonia, Spanyol Dianggap Langgar HAM*
Jumat, 29 September 2017 | 11:55




   [BARCELONA] Pemerintah Spanyol dinilai melanggar Hak Asasi Manusia (HAM)
   dengan melakukan tindakan represif untuk melarang pelaksanaan referendum
   kemerdekaan Catalonia yang akan berlangsung Minggu (1/10).

   Pernyataan itu, disampaikan dua pakar HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa
   (PBB), David Kaye dan Alfred de Zayas, Kamis (28/9). Kaye, pelapor khusus
   mengenai promosi dan perlindungan hak atas kebebasan berpendapat dan
   berekspresi, dan De Zayas, seorang ahli independen dalam mempromosikan
   tatanan internasional yang demokratis dan adil.

   Keduanya mengatakan tindakan represif yang dilakukan Pemerintah Spanyol
   bukan hanya dengan mengerahkan polisi dalam jumlah banyak, tetapi juga
   menangkap sejumlah tokoh pejabat Catalonia.

   Polisi Spanyol telah melakukan penangkapan baru-baru ini terhadap 14
   pejabat pemerintah Catalonia, pemblokiran situs referendum dan kemungkinan
   menimbulkan ketakutan massa untuk menggunakan hak suara dalam rederendum
   Catalonia.

   "Terlepas dari keabsahan pelaksanaan referendum, pihak berwenang Spanyol
   memiliki tanggung jawab untuk menghormati hak-hak yang penting bagi
   masyarakat demokratis. Langkah-langkah yang kita saksikan mengkhawatirkan
   karena mereka tampaknya melanggar hak-hak individu fundamental, memotong
   informasi publik dan mengintimidasi massa demonstran dengan tindakan
   represif," kata David Kaye.

   Menurutnya, tindakan Pemerintah Spanyol mengkhawatirkan dan dapat memicu
   kerusuhan. "Kami mendesak semua pihak untuk melakukan pengekangan maksimal
   dan menghindari kekerasan dalam bentuk apapun untuk memastikan demonstrasi
   damai dalam beberapa hari mendatang," ujar Alfred de Zayas.

   Pada Rabu, Menteri luar negeri (Menlu) Catalonia, Raül Romeva, menuduh
   pemerintah Spanyol melakukan "tindakan brutal". Dia mendesak Uni Eropa
   menekan Pemerintah Spanyol dan memediasi rencana referendum Catalonia.

   Presiden Catalonia Carles Puigdemont, mengatakan bahwa Uni Eropa telah
   diminta untuk memediasi rencana referendum Catalonia dengan Pemerintah
   Spanyol. Hal senada jyga diserukan Wali Kota Barcelona, Ada Colau.

   "Pemerintah Spanyol telah menyerbu Catalonia, masalah ini bisa
   tereskalasi dari masalah internal menjadi konflik Eropa. Karena itu, Eropa
   tidak boleh pasif dalam perjalanan Catalan," kata Colau.[The
   Telegrap/BBC/CNN/J-9]

Kirim email ke