*Al Zaytyn mau menjadi tokoh perubahan masyarakat sesuai ideologinya?*

http://news.indopos.co.id/read/2017/09/23/111166/Moeldoko-Berharap-Santri-Ponpes-Al-Zaytun-Menjadi-Tokoh-Perubahan-Bangsa
Moeldoko Berharap Santri Ponpes Al-Zaytun Menjadi Tokoh Perubahan
Bangsa Sejumlah
tokoh lintas agama hadir dalam acara ini

*Sabtu, 23 September 2017 | 13:35*


Mantan Panglima TNI, Jenderal (purn) Moeldoko

*INDOPOS.CO.ID <http://INDOPOS.CO.ID> - *Mantan Panglima TNI Moeldoko
menghadiri peringatan Tahun Baru Islam di Pondok Pesantren Ma’had
Al-Zaytun, Indramayu, Jumat (21/9). Peringatan itu mengangkat tema
Menjunjung Tinggi Kesatuan dan Persatuan Indonesia Raya.

Tokoh nasional dan berbagai kalangan lintas agama itu menghadiri acara ini.
Dalam kesempatan ini, Moeldoko juga sekaligus memancang patok pertama
pembangunan Taman Puspa Kencana dan Danau Tirta Kencana di depan Masjid
Rahmatan Lil Alamin.

Lebih dari 25 ribu santri dan wali santri hadir dalam peringatan
tersebut. Mereka mendengarkan pidato kebangsaan dari mantan Jenderal
Bintang Empat ini.

Setelah menyanyikan Indonesia Raya dengan tiga stanza (3 bait), Moeldoko
menyampaikan, Tahun Baru Islam menjadi momentum bagi umat Islam untuk
melakukan introspeksi secara kolektif, agar tujuan hijrah tercapai
membuat perubahan dari kurang baik menjadi lebih baik.

Dia mengatakan, karakter perubahan akan membawa ke sesuatu yang misterius.
Seseorang yang sebelumnya bergerak dan melakukan perubahan akan diganti
dengan hal baru jika tak konsisten. Setelah itu, perubahan juga bergerak
sangat cepat, tak terduga, dan terjadi setiap saat.

Karena itu, Moeldoko meminta para santri Al-Zaytun sigap dan mampu
beradaptasi dengan kondisi tersebut saat hidup di tengah masyarakat.
Menurut jenderal kelahiran Kediri, Jawa Timur (Jatim) tersebut, perubahan
juga memerlukan tokoh

 "Tokoh-tokoh tersebut saya harapkan bisa lahir dari Pesantren Al-Zaytun
ini untuk kemaslahatan bangsa," kata Moeldoko disambut meriah para peserta.

Dia menambahkan, substansi hijrah adalah melakukan  perubahan ke arah
 lebih baik. Hijrah juga menuntut kedisiplinan tinggi. Dia mencontohkan
kedisplinan santri mentaati aturan dilarang merokok.

"Alhamdulillah, karena aturan jelas tidak boleh merokok, saya tidak melihat
satu pun santri merokok di pesantren ini. Semua warga Al-Zaytun sudah
memiliki sikap disiplin dan taat aturan,” ujar dia menambahkan.

Moeldoko berharap Ponpes Al-Zaytun melahirkan pejabat seperti Menteri atau
Presiden. Pemilik Bintang Adhi Makayasa 1981 itu juga memuji kehadiran
tokoh lintas agama di Ponpes Al-Zaytun.

Menurut Moeldoko, hal itu merupakan contoh internalisasi tentang Pancasila
yang telah berhasil dilakukan oleh Pondok Pesantren Al-Zaytun.

"Menurut saya, sikap kebangsaan Syekh Panji Gumilang sebagai pimpinan
tertinggi di pesantren tidak perlu diragukan lagi. Selain itu, sikap-sikap
kemandirian sebuah bangsa juga sudah ditunjukkan oleh pesantren Al
Zaytun," kata Moeldoko.

Dia juga memuji disiplin para santri  telah berimplikasi terhadap
kemandirian kampus Al Zaytun. Ketika sebagian besar bahan baku diimpor,
Ponpes Al Zaytun mampu mandiri untuk memenuhi kebutuhan para santri dan
warga pesantren.

"Kebutuhan beras, gula, dan berbagai protein sudah mampu diadakan sendiri
oleh pesantren ini. Ini sungguh sesuatu baik," ujar Moeldoko.

Editor : Redjo Prahananda

Kirim email ke